instagram

11 Macam vitamin yang larut dalam air dan fungsinya

Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a. Vitamin yang larut dalam air, meliputi B dan C.
b. Vitamin yang larut dalam lemak (minyak), meliputi vitamin A, D, E dan K.

a. Vitamin B1 atau Thiamin, aneurin, atau anti beri-beri.

Fungsi vitamin B1, yaitu:
– Sebagai koenzim dari enzim yang diperlukan dalam proses metabolisme karbohidrat.
– Mempengaruhi keseimbangan air di dalam tubuh.
– Mempengaruhi penyerapan zat lemak di dalam usus.

vitamin larut dalam air

vitamin larut dalam air

Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri dan neuritis, dengan gejala:
– Gangguan pada metabolisme karbohidrat, yang menyebabkan pada melemahnya kontraksi otot jantung dan sistem syaraf pusat. Pada penderita avitaminosis B1 proses glikolisis terganggu, dan hanya berlangsung sampai asam piruvat, sehingga dalam sel tertimbun asam piruvat yang bersifat toksik bagi sel.
– Gangguan pada transpor cairan tubuh, yang menyebabkan cairan tubuh berkumpul di ruang-ruang antarsel pada organ-organ seperti kaki, pipi, dan lain sebagainya.

Kebutuhan vitamin B1 adalah 1 – 2 mg per hari. Sumber vitamin B1 adalah hati, ginjal, otak, susu, kulit ari beras dan gandum, kuning telur, wortel, dan ragi.

b. Vitamin B2 (riboflavin atau laktoflavin).

Disebut juga vitamin G. vitamin ini banyak ditemukan pada buah-buahan, sayur-mayur, susu, mentega, dan pada biji kacang-kacangan.

Loading...

Fungsi vitamin B2:
– Untuk pemindahan rangsangan sinar ke syaraf mata.
– Sebagai enzim dalam proses oksidasi di dalam sel.
Akibat-akibat dari kekurangan vitamin B2:
– Luka di kulit, terutama luka di sudut mulut yang disebut keilosis.
– Penglihatan menjadi kabur, karena kornea mata menjadi berpembuluh darah, dan lensa mata menjadi keruh (kataraks).
– Terganggunya proses pertumbuhan.

Kebutuhan akan vitamin B2 tergantung pada berat badan dan aktivitas metabolisme. Pada orang dewasa diperlukan 1,8 mg per hari, sedangkan pada anak-anak kurang dari 1 tahun adalah 0,6 mg.

c. Asam Nikotinat atau Niasin

Dalam proses metabolisme niasin berperan sebagai koenzim. Bila berkombinasi dengan fosfat akan membentuk enzim oksidasi.

Fungsi niasin:
– Berguna untuk pertumbuhan dan perbanyakan sel.
– Penting dalam perombakan karbohidrat.
– Mencegah penyakit pelagra.
Bila dalam tubuh kita kekurangan vitamin ini, maka akan mengalami penyakit pelagra, yaitu penyakit dengan gejala 3-D.
Dermatitis: kulit kemerahan mengelupas dan pecah-pecah, eksema yang simetris kiri dan kanan bagian tubuh, serta anemia.
Diare: buang air besar terus-menerus, dan terjadi pendarahan di gusi dan usus.
Dimensia: mengalami kekacauan mental berupa pelupa, letih, suka melamun.

Sumber niasin adalah hati, susu, kol, ragi, tomat, kacang-kacangan, dan telur. Kebutuhan akan vitamin ini 10 – 20 mg per hari.

d. Vitamin B6 (Piridoksin atau adermin)

Vitamin B6 merupakan bagian dari gugusan prostetik dari enzim dekarboksilase dan transaminase tertentu.
Piridoksin berfungsi:

– Dalam proses pertumbuhan dan pekerjaan urat syaraf.
– Penting dalam pembentukan sel-sel darah merah.
Kekurangan piridoksin dapat menimbulkan:
– Terhambatnya pertumbuhan pada masa anak-anak.
– Mengalami anemia.
– Kejang-kejang dan amat peka terhadap rangsangan.
Kekurangan piridoksin juga dapat menimbulkan gejala pelagra, dan obstipasi (sukar buang air besar). Makanan yang banyak mengandung piridoksin adalah hati, ikan, daging, dan sayuran.

e. Asam pantotenat

Vitamin ini merupakan bahan pelengkap koenzim A, yaitu senyawa yang sangat berperan dalam proses oksidasi. Zat ini selalu terdapat pada semua sel yang hidup. Kekurangan asam pantotenat akan menimbulkan gejala dermatitis dan interitis (luka pada usus).

f. Vitamin H (Biotin)

Banyak terdapat di dalam hati, ragi, tomat, kentang, buah-buahan. Vitamin H sangat penting dalam reaksi enzimatis yaitu pada proses deaminasi, dekarboksilasi, dan oksidasi. Kekurangan vitamin H dapat menimbulkan gejala mirip pelagra, yaitu dermatitis.

g. Kolin

Banyak terdapat dalam hati dan beras. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan pada kulit ginjal, dan dapat terjadi penimbunan lemak di sekitar hati.

h. Paraamino asam benzoat

Banyak ditemukan pada ragi, hati. Dapat mencegah timbulnya uban.

i. Vitamin B11 (asam folin)

Banyak terdapat di dalam sayuran, hati, glon ginjal. Vitamin B11 berperan penting dalam pertumbuhan sel darah merah dan anti pernisiosa. Kekurangan vitaminB11 dapat menderita anemia pernisiosa.

j. Vitamin B12 atau Sianokobalamin

Vitamin ini dikenal pula sebagai anti anemia pernisiosa. Vitamin B12 merupakan koenzim yang penting dalam metabolisme asam amino, dan berperan pula dalam merangsang pembentukan eritrosit.

k. Vitamin C atau asam askorbinat. Vitamin C berfungsi untuk:

– Hidroksilasi lysia dalam proses pembentukan serabut kolagen pada jaringan otot.
– Aktivator bermacam-macam fermen perombak protein dan lemak.
– Penting dalam oksidasi dan dehidrasi dalam sel.
– Penting dalam pembentukan trombosit.
– Mempengaruhi kerja kelenjar anak ginjal.

Loading...
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*