instagram

11 Macam vitamin yang larut dalam air dan fungsinya

Vitamin dan mineral adalah zat yang ditemukan dalam makanan yang kita makan. Tubuh Anda membutuhkan mereka untuk bekerja dengan baik, sehingga Anda tumbuh dan berkembang sama seperti Anda seharusnya. Ketika berbicara tentang vitamin, masing-masing memiliki peran khusus yang mereka mainkan. Ada dua jenis vitamin: larut dalam lemak dan larut dalam air. Ketika Anda makan makanan yang mengandung vitamin yang larut dalam lemak, vitamin disimpan dalam jaringan lemak dalam tubuh Anda dan dalam hati Anda.

Mereka menunggu di lemak tubuh Anda hingga tubuh Anda membutuhkan mereka. Vitamin yang larut dalam lemak senang untuk tetap disimpan dalam tubuh Anda untuk sementara – beberapa tinggal selama beberapa hari, beberapa hingga 6 bulan! Kemudian, ketika saatnya bagi mereka untuk digunakan, operator khusus dalam tubuh Anda membawa mereka ke mana mereka dibutuhkan. Vitamin A, D, E, dan K semuanya adalah contoh vitamin yang larut dalam lemak.

Vitamin yang larut dalam air yang berbeda. Ketika Anda makan makanan yang memiliki vitamin yang larut dalam air, vitamin tidak bisa disimpan sebanyak dalam tubuh Anda. Sebaliknya, mereka melakukan perjalanan melalui aliran darah Anda. Ketika tubuh Anda tidak menggunakan mereka akan keluar ketika buang air kecil (kencing).

Vitamin yang larut dalam air

(a) vitamin B1 atau Thiamin, aneurin, atau anti beri-beri, dengan rumus kimia C12H17ON4.

Fungsi vitamin B1, adalah:

– sebagai koenzim dari enzim yang diperlukan dalam proses metabolisme karbohidrat.
– mempengaruhi keseimbangan air di dalam tubuh.
– mempengaruhi penyerapan zat lemak di dalam usus.

Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri dan neutritis.
Kebutuhan normal vitamin B1 adalah 1-2 mg per hari. Sumber vitamin B1 adalah: hati, ginjal, otak, susu, kulit ari beras dan gandum, kuning telur, wortel, dan ragi.

(b) Vitamin B1 (riboflavin atau laktoflavin) dalam rumus Kimia C17H19O6N4.

Disebut juga vitamin G. Vitamin ini banyak ditemukan pada buah-buahan, sayur-mayur, susu,mentega, dan pada biji kacang-kacangan.

Fungsi vitamin B2:

– Untuk pemindahan rangsangan sinar ke syarap mata.
– Sebagai enzim dalam proses oksidasi di dalam sel.

Kebuhan akan vitamin B2 tergantung pada berat badan dan aktivitas metabolisme. Pada orang dewasa diperlukan 1,8 mg per hari, sedangkan pada anak-anak kurang dari 1 tahun adalah 0,6 mg. kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan penglihatan mata menjadi kabur ( penyakit kataraks dan keratitis pada mata).

(c) Asam Nikotinat atau Niasin, dengan rumus kimia C6H5NO2.

Dalam proses metabolisme niasin berperan sebagai koenzim. Bila berkombinasi dengan fosfat akan membentuk enzim oksidasi.

Fungsi niasin:

– Untuk pertumbuhan dan perbanyakan sel.
– Penting dalam perombakan karbohidrat.
– Mencegah penyakit pelagra, yaitu penyakit dengan gejala 3 D:
– Dermatitis: kulit kemerahan mengelupas dan pecah-pecah, eksema yang simetris kiri dan kanan bagian tubuh, serta anemia.
– Diare: buang air besar terus-menerus, dan terjadi pendaran di gusi dan usus.
– Dimensia: mengalami kekacauan mental berupa pelupa, letih, suka melamun.

Sumber niasin adalah: hati, susu, kol, ragi, tomat, kacang-kacangan, dan telur. Kebutuhan akan vitamin ini 10-20 mg per hari.

(d) Vitamin B6 (pridoksin atau adermin), dengan rumus Kimia C2H12O6N7

Vitamin B6 merupakan bagian dari gugusan protestik dari enzim dekarboksilase dan transaminase tertentu.

Piridoksin berfungsi:

– Dalam proses pertumbuhan.
– Pekerjaan urat syaraf.
– Penting dalam pembentukan sel-sel darah merah.

(e) Asam pantotenat.

Vitamin ini merupakan bahan pelengkap koenzim A, yaitu senyawa yang sangat berperan dalam proses oksidasi. Zat ini selalu terdapat pada semua sel yang hidup. Kekurangan asam pantotenat akan menimbulkan gejala dermatitis dan interitis (luka pada usus).sumber vitamin

(f) Vitamin H (Biotin).

Banyak terdapat di dalam hati, ragi, tomat, kentang, dan buah-buahan. Vitamin H sangat penting dalam reaksi enzimatis yaitu pada proses deaminasi, dekarboksilasi, dan oksidasi. Kekurangan vitamin H dapat menimbulkan gejala mirip pelagra, yaitu dermatitis.

(g) Kolin.

Banyak yang terdapat dalam hati dan beras. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan pada kulit ginjal, dan dapat terjadi penimbunan lemak di sekitar hati.

(h) Paramino asam benzoat.

Banyak ditemukan pada ragi, hati. Dapat mencegah timbulnya uban.

(i) Vitamin B11 (asam folin).

Banyak terdapat di dalam sayuran, hati glon ginjal. Vitamin B11 berperan penting dalam pertumbuhan sel darah merah dan anti pernisiosa. Kekurangan vitamin B11 dapat menderita anemia pernisiosa.

(j) Vitamin B12 atau Sianokobalamin.

Vitamin dikenal pula sebagai anti anemia pernisiosa. Vitamin B12 merupakan koenzim yang penting dalam metabolisme asam amino, dan berperan pula dalam merangsang pembentukan eritrosit.

(k) Vitamin C atau asam askorbinat dengan rumus Kimia C6H8O6.

Vitamin C berfungsi untuk:

– Hidroksilasi dalam proses pembentukan serabut kolagen pada jaringan otot.
– Aktivator bermacam-macam fermen perombak protein dan lemak.
– Oksidasi dan dehidrasi dalam sel.
– Pembentukan trombosit.
– Mempengaruhi kerja anak ginjal.

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...