instagram

3 Faktor yang mempengaruhi Struktur Sosial

Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia yaitu antara lain:

Keadaan Geografis

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik. Negara kepulauan tersebut mempunyai panjang wilayah 3.400 mil terhitung dari Sabang sampai Merauke.

Wilayah tersebut terletak di titik 95’BT – 141’BT dan 6’LU – 11’LS sehingga Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dan beriklim tropis. Suhu udaranya rata-rata tinggi sepanjang tahun. Karena letak geografisnya, Indonesia dipengaruhi oleh angin musim yang bertiup silih berganti setiap tahun. Dengan adanya pengaruh musim tersebut, maka terjadinya dua pergantian musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Karena wilayah yang luas dan banyaknya pulau yang ada di Indonesia serta memiliki kondisi geografis yang berbeda-beda, maka corak dan tradisi antar penduduk atau suku bangsa di Indonesia dari daerah ke daerah berbeda.

Etnis

Nenek moyang kita mendiami kepulauan Nusantara sudah sejak zaman dahulu kala. Mereka hidup berpencar-pencar di pulau-pulau yang terpisah oleh lautan. Dengan menempati daerah yang terpencar ini, maka timbullah keanekaragaman budaya. Akan tetapi, keanekaragaman yang terlihat bukanlah merupakan perbedaan di bidang rasial, karena pada dasarnya asal mula bangsa Indonesia diperkirakan dari daerah sama.

Adapun asal mula mereka adalah dari pangkal anak Benua Hindia Belakang. Jadi, letaknya berbatasan dengan negara Cina yang terdapat dua pusat persebaran bangsa-bangsa. Pertama, yaitu di Yunnan (di perbatasan Laos Muangthai dengan Cina), dan kedua di Dongson (di perbatasan Vietnam Utara dengan Cina), baik penghuni Yunnan maupun Dongson asalnya dari Daratan Tinggi Tibet. Kedua jenis bangsa pendatang ini disebut dengan bangsa Austronesia, yang memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, rambut lurus, dan badan ramping.

Kedatangan bangsa yunnan lebih awal bila dibandingkan dengan bangsa Dongson. Bangsa ini disebut bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). Suku-suku yang merupakan keturunan mereka adalah suku Batak, Dayak, Nias, Kubu, dan Toraja.

Kemudian bangsa Dongson dikenal dengan sebutan bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda). Suku bangsa keturunan mereka adalah suku Jawa, Madura, Minangkabau, dan Bugis. Adapun jenis bangsa lain adalah Melanesoid, yang datang lebih awal dari bangsa Austronesia. Bangsa Melanesoid mempunyai ciri-ciri fisik kulit hitam, rambut keriting, dan badan kekar. Sisa-sisa keturunannya antara lain suku Sakai di Siak, suku Semang di Malaysia, dan suku Papua Melanesoid di Papua.

Teknologi

Pada dasarnya, sejak dilahirkan manusia telah dibekali tuhan dengan sifat-sifat ingin tahu. Dengan akalnya, manusia berusaha mengetahui segala sesuatu dan berusaha mengatasi rintangan alam yang dihadapinya. Apa yang diusakan kemudian diketahui oleh manusia lama-kelamaan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan ber-kembang sejalan dengan perkembangan kebudayaan manusia.

Perkembangan sejarah hidup manusia melalui waktu yang cukup panjang, yaitu kira-kira 1,2 juta tahun. Dari manusia yang dulunya bertempat tinggal di goa-goa dan hutan, kemudian tumbuhlah masyarakat pemburu. Sebagian hasil buruannya dipelihara dan kemudian dikembangbiakkan. Dari sinilah muncul masyarakat peternak.

Karena manusia terus berkembang, dan makanan dari hasil hutan tidak lagi mencukupi, mereka berusaha mencukupi kebutuhan pangan dengan menanam tanaman pangan. Maka muncullah masyarakat petani. Dari masyarakat petani kemudian ber-kembang pengetahuan mengenai musim dengan berpatokan pada ilmu perbintangan dan ilmu tentang alam lainnya

Related Posts
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...