instagram

4 Faktor Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan Tumbuhan

Pertanyaan mendasar dalam biologi mengenai perkembangan yang sama untuk tanaman dan hewan. strategi perkembangan mereka, yang telah berevolusi selama jutaan tahun, memiliki banyak kesamaan; Namun, beberapa tantangan dan solusi yang ditemukan pada tanaman yang cukup unik. Tanaman darat memiliki asal-usul dari ganggang hijau air tawar, dan bertransisi ke tanah.

Lumut, pakis, gymnosperma (runjung, sikas, dan gingko), dan angiosperma (tumbuhan berbunga) semua berkembang dari embrio yang tertutup. Dua contoh perlindungan embrio adalah kulit biji yang pertama kali muncul dalam gymnosperma dan buah yang menjadi ciri khas angiosperma. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan Tumbuhan dalah sebagai berikut

Suhu.

Tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada suhu optimum. Untuk tumbuh-tumbuhan di daerah tropis, suhu optimumnya: 22oC-37o Suhu terendah di mana tanaman masih dapat tumbuh disebut suhu minimum, dan suhu tertinggi di mana tumbuhan masih dapat tumbuh disebut suhu maksimum. Suhu optimum, maksimum, dan minimum untuk berbagai jenis tumbuhan berbeda-beda. Untuk tumbuhan yang hidup di daerah tropis suhu minimum untuk pertumbuhan adalah sekitar 10oC, sedang untuk tumbuhan di daerah dingin akan lebih rendah lagi yaitu 5oC.

Hormon tumbuh.

F.W. Went berpendapat bahwa tak mungkin terjadi pertumbuhan tanpa adnya zat tumbuh (hormon tumbuh). Menurut penelitian zat-zat yang terdapat dalam tumbuhan yang mempengaruhi pertumbuhan ada bermacam-macam, antara lain:

1. Auksin, yaitu senyawa asam asetat dengan gugusan indol, beserta derivatnya. Auksin ditemukan pertama kali pada koleoptil avena sativa (sejenis gandum). Koleoptil adalah tudung pembungkus tunas. Auksin juga ditemukan pada tubuh tumbuhan yang sedang mengadakan pertumbuhan memanjang. Auksin berfungsi untuk:

  • Merangsang perpanjangan sel
  • Merangsang pembentukan bunga dan buah
  • Memperpanjang titik tumbuh

Menurut suatu percobaan, konsentrasi auksin yang tinggi sangat efektif untuk pertumbuhan ujung batang, tetapi menghambat petumbuhan ujung akar.

Bila terkena sinar matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang justru akan menghambat pertumbuhan. Hal inilah yang menyebabkan batang membelok ke arah datangnya sinar bila diletakkan mendatar, karena bagian yang tidak terkena sinar pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena sinar.

2. Giberelin, mula-mula zat ini ditemukan pada Giberella fujikuroi, yaitu jenis jamur yang parasit pada tanaman padi. Zat ini berfungsi untuk:

  • Merangsang aktivitas kambium
  • Menyebabkan tanaman dapat berbunga sebelum waktunya
  • Menyebabkan tanaman tumbuh raksasa. (Lihat Gambar 4.5).
  • Menyebabkan terbentuknya buah yang besar dan tidak berbiji.

3. Sitokinin. Zat ini mula-mula ditemukan pada gambar batang tembakau. Zat ini berfungsi untuk:

  • ­menggiatkan pembelahan sel
  • Mempengaruhi pertumbuhan tunas
  • Mempengaruhi pertumbuhan akar

Selain zat tumbuh, pada tumbuhan juga ditemukan hormon yang semula diduga hanya dihasilkan oleh kelenjar buntu (endokrin) pada hewan. Hormon itu diduga berpengaruh pada proses fisiologis dan pembentukan organ tubuh. Hormon yang merangsang pembentukkan organ tubuh disebut kalin. Berdasarkan organ yang dibentuknya, kalin dibedakan atas:

Kaulokalin       : merangsang pembentukan batang.

Rhyzokalin       : merangsang pembentukan akar. Sekarang telah diketahui bahwa

Rhyzokalin identik dengan vitamin B1 (thiamin).

Filokalin          : merangsang pembentukan daun.

Antokalin         : merangsang pembentukan bunga.

Batang atau akar tumbuhan dikotil dapat mengalami luka; kemampuan untuk memperbaiki bagian luka ini disebut daya restitusi atau regenerasi. Peristiwa ini terjadi dengan bantuan hormon luka atau kambium luka atau asam traumalin. Luka-luka yang terjadi dapat tertutup kembali dengan membentuk jaringan kalus dan jaringan yang rusak dapat diganti dengan yang baru. Bahkan dari luka yang dibuat pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan dapat tumbuh tunas baru.

Cahaya

Cahay memang mutlak diperlukan oleh semua tumbuhan hijau, tetapi pengaruhnya terhadap pertumbuhan perkecambahan tumbuhan adalah menghambat, karena cahaya dapat menyebabkan zat tumbuh menjadi zat yang dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini dapat dibuktikan apabila kita meletakkan dua kecambah, yang satu di tempat gelap dan yang lain di tempat terang. Dalam jangka waktu yang sama, kecambah di tempat gelap tumbuh lebih cepat tetapi tidak normal. Pertumbuhan yang amat cepat di dalam gelap ini disebut etiolasi.

Kelembaban atau kadar air.

Sampai pada batas-batas tertentu, makin tinggi kadar air, pertumbuhan akan makin cepat. Karena lebih banyak kadar air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan, akan menyebabkan pembentangan sel-sel, dengan demikian sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimalnya.

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*