instagram

5 Jenis lipid dan fungsinya

Lipid adalah setiap dari berbagai kelompok senyawa organik termasuk lemak, minyak, hormon, dan komponen-komponen tertentu dari membran yang dikelompokkan bersama karena mereka tidak berinteraksi dengan air. Salah satu jenis lipid, trigliserida, yang sering dibedakan sebagai lemak dalam sel adiposa, yang berfungsi sebagai depot penyimpanan energi bagi organisme dan juga menyediakan isolasi termal.

Beberapa lipid seperti hormon steroid berfungsi sebagai pesan kimia antara sel, jaringan, dan organ, dan lainnya sebagai sinyal komunikasi antara sistem biokimia dalam satu sel. Membran sel dan organel (struktur dalam sel) dengan struktur mikroskopis yang tipis yang terbentuk dari dua lapisan molekul fosfolipid. Membran berfungsi untuk memisahkan individu sel dari lingkungan mereka dan dengan interior sel ke dalam struktur yang melaksanakan fungsi-fungsi khusus.

Lemak

Lemak disebut juga trigliserida atau trigliserol, tersusun dari satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak. Gliserol merupakan sejenis alkohol dengan tiga atom karbon yang masing-masing mengandung gugus hidroksil, sedangkan asam lemak terdiri atas 16 hingga 18 atom karbon. Asam lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Pada asam lemak jenuh tidak terdapat ikatan ganda di antara atom-atom karbon pada struktur ekor hidrokarbon, sehingga atom hidrogen sebanyak mungkin akan terikat pada kerangka karbon. Contoh asam lemak jenuh, yaitu asam strearat dan asam palmitat.

Pada asam lemak tidak jenuh terdapat satu atau lebih ikatan ganda yang terbentuk melalui pengeluaran atom hidrogen dari kerangka karbon. Contoh asam lemak tidak jenuh, yaitu asalm linoleat, asam oleat, dan asam linolenat.

Lemak yang memiliki asam lemak jenuh disebut lemak jenuh, contohnya lemak hewan yang berbentuk padat pada suhu ruangan. Sementara itu, lemak yang memiliki asam lemak tidak jenuh disebut disebut lemak tidak jenuh, contohnya lemak nabati (minyak tumbuhan) dan minyak ikan yang berbentuk cair pada suhu ruangan.

Fospolipid

Fospolipid (fosfogliserida) terdiri atas gliserol, asam lemak dan alkohol. Gugus hidroksil pada molekul gliserol berikatan dengan gugus fosfat. Pada umumnya, tersusun dari dua jenis asam lemak, yaitu satu yang bersifat jenuh dan satu lagi bersifat tidak jenuh. Fosfolipid menunjukan sifat ambivalen terhadap air, karena memiliki ekor hidrokarbon yang bersifat hidrofobik (tidak memiliki afinitas terhadap air) dan kepala dengan gugus fosfat yang bersifat hidrofilik (memiliki afinitas terhadap air). Fosfolipid merupakan komponen utama membran sel. Membran sel tersusun dari lapisan ganda (bilayer) fosfolipid.

Sfingolipid

Sfingolipid tersusun dari 3 komponen, yaitu 1 molekul sfingosin, 1 molekul asam lemak, dan 1 kepala polar fosforikolin. Sfingolipid terdapat pada selubung mielin sel saraf.

Steroid

Steroid merupakan lipid yang memiliki kerangka karbon dengan bentuk empat cincin yang menyatu. Senyawa yang termasuk ke dalam kelompok steroid, yastigmasterol dan sitosterol (terdapat pada tanaman), ergosterol (terdapat pada ragi dan merupakan bahan baku vitamin D), dan kolesterol. Kolesterol terdapat dalam otak, sel saraf, membran sel, dan berperan sebagai prekusor (senyawa pendahulu) dalam sintesis hormon seks vertebrata. Namun, jika konsenstrasi kolesterol dalam darah terlalu tinggi akan menyebabkan aterosklerosis.

Lilin

Lilin merupakan senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan alkohol yang bukan gliserol. Asam lemak yang menyusun senyawa tersebut umumnya adalah asam palmitat. Sementara itu, alkohol penyusunnya umumnya memiliki 26 hingga 34 atom karbon (C).

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...