instagram

5 Tahap terjadinya gempa bumi

Gempa bumi, atau tremor, terjadi ketika pelepasan energi di bawah permukaan bumi yang cepat menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi menyebabkan tanah goyang dan bisa memicu tsunami, tanah longsor, kebakaran, gunung berapi dan bencana besar lainnya.

5 tahap gempa didasarkan pada teori rebound elastis, yang oleh ahli geologi Henry Fielding Reid dirancang setelah gempa besar 1906 San Francisco.

Pembentuan elastis (Elastic Buildup)

Teori rebound elastis didasarkan pada konsep bahwa gempa bumi diakibatkan oleh kekuatan yang berada di dekat gempa sebenarnya. Tahap pertama gempa adalah penumpukan regangan elastis bertahap, yang terjadi selama ribuan tahun. Ketika kedua sisi patahan bergerak, regangan elastis terbentuk di bebatuan secara perlahan, mengompres partikel-partikel batu bersama-sama.

Dilatancy

Tahap kedua terjadi ketika bebatuan di Bumi dikemas bersama semaksimal mungkin. Batuan kemudian harus berkembang dengan cara retak untuk meningkatkan jumlah ruang yang mereka tempati. Proses ini disebut dilatancy. Saat terbentuk retakan kecil, air di dalam pori-pori bebatuan terpaksa keluar dan udara masuk. Akibatnya, bebatuan menjadi lebih kuat. Proses ini memungkinkan batuan menahan ketegangan elastis bahkan lebih banyak lagi.

Influx Air

Tahap ketiga terjadi ketika air yang telah merembes keluar dari bebatuan terpaksa kembali karena tekanan sekitarnya, mirip dengan cara air mengisi lubang pasir. Saat air dipaksa masuk, batu tersebut kehilangan kekuatannya. Batu karang sangat tegang dengan ini. Masuknya air membuat lebih banyak retakan dari pembentukan, yang menyebabkan batuan berhenti berkembang. Air kemudian akhirnya berfungsi sebagai pelumas saat regangan elastis yang telah terbentuk dari waktu ke waktu dilepaskan.

Gempa bumi

Tahap keempat adalah gempa sebenarnya. Karena batuan tidak tahan lagi terhadap regangan elastis, terjadi ruptur mendadak. Energi yang tersimpan di bebatuan kini terpaksa keluar dan dilepaskan dalam bentuk gelombang panas dan seismik. Gelombang seismik adalah gelombang besar energi yang mengalir keluar melalui kerak bumi, seperti riak di kolam. Gelombang tersebut menyebabkan goncangan tanah yang tiba-tiba bergetar.

Gempa susulan

Tahap kelima adalah tahap akhir dimana tekanan tiba-tiba turun menyebabkan gempa susulan kecil, yang merupakan gempa atau ruptur yang lebih kecil. Gempa susulan melepaskan ketegangan elastis yang tersisa. Gempa susulan sering tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi bertahun-tahun setelah gempa awal. Bergantung pada ukuran gempa utama, ukuran dan frekuensi gempa susulan bisa menjadi signifikan. Akhirnya regangan menurun, mengembalikan kondisi normal di bawah permukaan kembali kesemula.

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...