Beberapa Fenomena Di Daerah Pertemuan Dua Lempeng

By | 09/05/2018

Cabang ilmu yang membahas dan mempelajari tentang sistem tata surya dan semua benda yang ada di langit disebut Astronomi. Ilmu yang mempelajari alam semesta dan tata surya berasal dari beberapa gagasan. Pada mulanya, terdapat sebuah gagasan yang mengatakan bahwa bumi merupakan titik pusat dari seluruh alam semesta.

Akan tetapi, pendapat tersebut tidak bertahan lama. Pendapat tersebut digantikan dengan gagasan yang lain. Gagasan tersebut muncul setelah diketahui bahwa bumi hanyalah salah satu planet yang ada di dalam sistem tata surya.

Kemudian pendapat lain pun muncul bahwa alam semesta terdiri dari berbagai macam galaksi dan jumlahnya banyak. Terbentuknya bumi pun tidak terjadi dengan begitu saja. Ada beberapa proses yang harus dilalui. Di dalam bumi terdapat beberapa lapis penyusun bumi. Secara ilmiah, lapisan bumi terdiri dari bagian litosfer.

Bagian litosfer ini merupakan bagian kulit bagian atas. Selain itu ada bagian kerak bumi. Kerak bumi ini terdiri dari dua tingkatan. Tingkatan pertama yaitu kerak bumi yang mempunyai ketebalan sekitar 40 km dan tingkatan yang kedua ialah kerak yang terdapat pada dasar samudra.

Bagian litosfer tersebut terpecah menjadi kurang lebih 12 bagian. Pecahan tersebut dinamakan lempeng dikarenakan bentuknya yang lebar pada dimensi horiontal dan kecil di dimensi vertikal. Lempeng tersebut mempunyai gerakan geser mendatar yang berbeda antara satu lempeng dengan yang lainnya.

Fenomena Pertemuan Dua Lempeng

Dari pergeseran pergerakan lempeng dapat menyebabkan beberapa fenomena yang terjadi di bumi. Fenomena tersebut diantaranya ialah :

Loading...
  1. terjadinya perenggangan dan penumbukan pada kedua tepi lempeng tersebut
  2. Pembentukan tanggul yang terletak di dasar samudra. Tanggul tersebut bisa terbentuk karena adanya proses vulkanisme yang terjadi penumpukan di sepanjang celah.
  3. Terjadinya vulkanisme di laut yang bisa menghasilkan lava biasa dengan struktur bantal dan leleran lava encer.
  4. Terbentuknya palung laut
  5. Pembengkakan tepi lempeng
  6. Adanya aktivitas vulkanisme, ekstrusi dan intrusi, timbunan sedimen campuran atau sering disebut dengan melange atau bancuh.
Loading...

Artikel terkait lainnya