instagram

Cara reproduksi virus

Virus dapat mereproduksi hanya dalam sel inang. Virus orangtua (virion) menghasilkan banyak keturunan, biasanya secara genetik dan struktural identik dengan virus induk.  Aksi yang dilakukan virus tergantung baik pada kecenderungan merusak sel inang tertentu atau tidak. Pada siklus vegetatif infeksi virus, perbanyakan keturunan virus bisa berlangsung cepat. Siklus infeksi sering mengakibatkan kematian sel dan pelepasan banyak keturunan virus.

Virus tertentu, terutama bakteriofag, disebut temperat (atau laten) karena infeksi yang dilakukan tidak segera menyebabkan kematian sel. Bahan bahan genetik virus tetap aktif atau sebenarnya terintegrasi ke dalam genom sel inang. Sel terinfeksi virus laten disebut lisogenik karena sel-sel cenderung pecah ketika mereka menemukan beberapa bahan kimia atau faktor fisik, seperti sinar ultraviolet.

Selain itu, banyak virus hewan dan tumbuhan, informasi genetik yang tidak terintegrasi ke dalam DNA inang, mungkin tertidur di jaringan untuk jangka waktu yang lama tanpa menyebabkan banyak, jika ada, kerusakan jaringan. Infeksi virus tidak selalu mengakibatkan kematian sel atau cedera jaringan; pada kenyataannya, kebanyakan virus tertidur dalam jaringan tanpa pernah menimbulkan efek patologis, atau mereka melakukannya hanya di bawah konsisi lainnya, seperti faktor lingkungan, provokasi.

Virus hanya dapat bereproduksi ketika berada di dalam sel organisme lain. Virus hidup secara parasit dalam inang berupa bakteri, mikroorganisme eukariot, tumbuhan, hewan, serta manusia. Cara reproduksi virus dibagi menjadi dua siklus, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.

Siklus litik terjadi apabila partikel virus keluar dari sel inang dengan cara memecahkan sel tersebut dan menyebabkan sel inang mati. Tahapan reproduksi virus pada siklus litik dibagi menjadi 5 tahapan, yaitu adsorpsi, penetrasi, sintesis, perakitan, dan lisis.

Loading...

1. Tahap adsoprsi. Tahap adsorpsi adalah tahapan ketika partikel virus melekat pada sel inang yang akan diinfeksi. Tempat pelekatan terjadi di membran sel inang yang memiliki protein reseptor yang mengenali virus.

2. Tahap penetrasi. Tahap penetrasi adalah tahapan ketika materi genetik virus dimasukkan ke dalam sitoplasma sel inang.

3. Tahap sintesis. Tahap sintesis adalah tahapan ketika sel inang telah dikendalikan oleh virus untuk mensitesis dan memperbanyak komponen penyusun virus.

4. Tahap perakitan. Tahap perakitan adalah tahap penyusunan komponen-komponen virus menjadi partikel virus yang utuh.

5. Tahap lisis. Tahap lisis adalah tahap ketika partikel virus keluar dari sel inang dengan merusak sel tersebut.

siklus Litik dan siklus lisogenik

siklus Litik dan siklus lisogenik

Pada siklus lisogenik, materi genetik virus disisipkan pada materi genetik sel inang yang kemudian mengalami replikasi saat pembelahan sel inang. Metri genetik virus kemudian diwariskan pada sel-sel anakan hasil pembelahan tanpa menyebabkan lisis (kematian) pada sel inang.

1. Tahap adsorpsi dan penetrasi. Tahap adsopsi dan penetrasi pada siklus lisogenik sama dengan siklus litik.

2. Tahap penggabungan. Tahap penggabungan antara materi genetik virus dan materi genetik sel inang.

3. Tahap pembelahan. Materi genetik yang telah bergabung kemudian mengalami replikasi dan diwariskan pada sel anakan hasil pembelahan sel inang.

Perbedaan siklus Litik dan Lisogenik

Siklus Litik Siklus Lisogenik
Siklus replikasi virus dimana sel inang akan mengalami lisis (mati) pada akhir siklusnya. Siklus replikasi virus dimana sel inang tidak mengalami kematian pada akhir siklus, karena mempunyai virulensi.
Memiliki 5 tahapan, yaitu:

adsorbsi->injeksi-> sintesis-> perakitan->litik

Memiliki 7 tahapan, yaitu:

adsorbsi->injeksi-> penggabungan ->pembelahan->sintesis->perakitan->litik

Pada daur litik tidak terdapat fase penggabungan dan pembelahan. Pada daur lisogenik terdapat fase penggabungan dan pembelahan.
Bersifat Non virulen. Bersifat Virulen
Waktu relatif singkat Waktu relatif lama
Daur litik tidak dapat berubah ke daur lisogenik karena sel inang nya rusak/ mengalami lisis dan mati daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik jika virulensi bakteri hilang
Reproduksi terjadi secara bebas, tidak terikat pada kromosom inang reproduksi terikat pada kromosom inang
Pada proses akhir, sel inang mengalami lisis dan mati Pada proses akhir, bakteriofag masih dapat menjalankan aktivitas biasa seperti membelah
DNA virus menghancurkan DNA sel, mengambil alih fungsi sel dan menghancurkan sel DNA virus menyatu dengan DNA sel dan tidak merusak sel.
Virus bereplikasi dan menghasilkan keturunan bakteriofage Virus ini tidak menghasilkan keturunan
Infeksi virus berlangsung menghasilkan virus ganas (virulent) Replikasi berlangsung menghasilkan virus sedang
Ada gejala infeksi virus Tidak ada gejala infeksi virus

Loading...
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*