instagram

Ciri-ciri zaman arkaekum

Berdasarkan Terjadinya Bumi Sampai Sekarang Dibagi Ke Dalam Empat Zaman. Zaman- Zaman Tersebut Sekaligus Merupakan Pembabakan Prasejarah Yang Terdiri Dari: zaman arkaekum; Paleozoikum (Kambrium, Silur, Devon, Karbon, Dan Zaman Perm); yang masing-masing akan dijelaskan apa yang menjadi ciri-ciri mereka dilihat dari keadaan bumi atau flora dan faunanya.

zaman arkaekum

Ciri zaman arkaekum yaitu kulit bumi masih panas dan belum stabil karena memiliki temperatur yang sangat tinggi. Pada zaman ini diperkirakan belum ada tanda-tanda kehidupan. Bumi masih dalam proses pembentukan menjadi padat. zaman arkaekum diperkirakan berusia sekitar 2.500 juta tahun.

Paleozoikum

Zaman Ini Berlangsung Selama 340 Juta Tahun. Makhluk Hidup Yang Muncul Pada Zaman Ini Seperti Mikro Organisme, Ikan, Amfibi, Reptil, Dan Binatang Yang Tidak Bertulang Punggung. Zaman Ini Sering Disebut Juga Zaman Primer. Pada Zaman Paleozoikum Ini Dibagi Lagi Menjadi Lima Zaman Yaitu Zaman Kambrium, Silur, Devon, Karbon, Dan Zaman Perm.

1. Zaman Kambrium

Endapan Yang Terbentuk Pada Masa Kambrium Banyak Ditemukan Fosil Sehingga Banyaklah Yang Dapat Diketahui Tentang Keadaan Kehidupan Masa Itu. Masa Ini Ditandai Oleh Adanya Endapan-Endapan Yang Mengandung Jasad-Jasad Fosil Yang Telah Mencapai Tingkat Perkembangan Yang Tinggi, Bila Dibandingkan Dengan Yang Dijumpai Pada Masa Prakambrium. Semua Masih Hidup Terbatas Pada Air. Oleh Karena Itu, Sisa-Sisa Peninggalannya Hanya Berupa Jasad-Jasad Air, Terutama Jasad-Jasad Samudera. Contohnya Archaecyata Dan Binatang Trilobit Olenellus.

2. Zaman Silur

Pada Zaman Silur, Penyebaran Fauna Lebih Luas Dibandingkan Dengan Masa Kambrium. Banyak Kelompok Binatang Baru Muncul Pada Zaman Silur Ini. Di Antaranya Yang Terpenting Adalah Vertebrata Atau Binatang Bertulang Punggung. Graptalit Adalah Ciri Fosil Penujuk Pada Masa Silur Dan Merupakan Kumpulan/Kalori Binatang Kecil Yang Disebut Rabdosoma.

Sedimen Dengan Ciri Fasies Graptalit Terbentuknya Di Lautan Yang Dalam, Tetapi Kini Ternyata Kebanyakan Di Antara Lempung-Lempung Itu Diendapkan Di Lautan Yang Dangkal, Yang Kadang-Kadang Tertutup Oleh Ganggang Laut. Hal Ini Menyebabkan Laut Berwarna Hitam (Laut Hitam). Di Indonesia Zaman Silur Adalah Zaman Yang Tertua Yang Diketahui. Fosil Silur Berupa Koral Bulat Yang Bernama Halisites, Telah Banyak Ditemukan Orang Dalam Batu-Batu Lepas Dalam Suatu Sungai Di Papua.

Air Hujan Di Niagara Terjadi Pada Endapan-Endapan Silur. Iklim Pada Zaman Silur Di Mana-Mana Mengalami Panas Yang Hampir Sama Dengan Masa Kambrium. Adanya Sisa Evaporit-Evaporit Menunjukkan Adanya Iklim Yang Kering Dan Mungkin Ada Suasana Gurun.

3. Zaman Devon

Zaman Ini Bercirikan Munculnya Tumbuh-Tumbuhan Darat Dan Binatang Bertulang Punggung. Di Laut Dijumpai Perkembangan Luas Kelompok-Kelompok Binatang Yang Tidak Bertulang Punggung, Seperti Amronit. Pada Dasarnya Devon Terbagi Atas 3 Macam, Yaitu Devon Bawah, Devon Tengah, Dan Devon Atas.

Pada Umumnya Daerah Old Red Sandstone (ORS) Terdiri Atas Arkosa Konglomerat, Batu Pasir, Yang Kesemuanya Berasal Dari Perombakan Pegunungan Kaledonia. Daerah ORS Ini Meliputi Daerah Sekitar Pegunungan Kaledonia, Inggris, Skotlandia, Skandinavia, Spitsbergen, Grondalia, Hingga Jauh Melampaui Dataran Tinggi Rusia. Khusus Di Grondalia, ORS Berselang-Seling Dengan Endapan-Endapan Laut Dangkal. Demikian Pula Di Tiongkok Terdapat Endapan ORS, Terutama Di Kuangli (Karena Ada Hubungan Lautan Pada Saat Benua Eropa Dan Asia Masih Bersatu).

Pada Zaman Devon Banyak Ditemukan Lapisan-Lapisan Endapan Daratan Yang Sungguh Luas. Banyak Di Antaranya Diendapkan Dalam Sungai Atau Dalam Danau. Dalam Lapisan Banyak Ditemukan Fosil-Fosil Ikan, Demikian Pula Perkembangan Tumbuhan Daratan Baru Berarti Setelah Zaman Devon.

Pada Zaman Devon Keadaan Iklim Sangat Panas, Dan Di Daerah Tropika Banyak Hujan Disertai Tumbuhan Berkembang, Mengakibatkan Terjadinya Tanah Merah Yang Bersifat Laten. Di Samping Itu Dengan Adanya Sungai-Sungai Dan Danau-Danau, Menunjukkan Iklim Yang Agak Lembab. Di Beberapa Tempat Ditemukan Bekas-Bekas Yang Menunjukkan Adanya Gletser-Gletser Besar. Bekas-Bekas Ini Ditemukan Di Afrika Selatan,

Grondalia, Dan Amerika.

Di Indonesia Zaman Devon Hanya Dapat Ditunjukkan Di Beberapa Tempat Saja, Yaitu Dengan Adanya Heliolithes Dan Tetracoralla. Clathrodyctyon Daerah Sungai Telen Di Kalimantan Adalah Satu-Satunya Tempat Di Indonesia Yang Telah Terbukti Mempunyai Batuan-Batuan Devon.

4. Zaman Karbon

Zaman Ini Ditandai Dengan Timbulnya Sejumlah Besar Karbon Bebas Di Pelbagai Bagian Dunia. Karbon Atau Carbonium Atau Arang Ini Amat Berpengaruh Pada Keadaan Cuaca/Iklim. Pada Zaman Karbon Ini Terjadi Pembentukan Pegunungan; Hal-Hal Inilah Yang Menyebabkan Zaman Karbon Dapat Dikenal Dengan Nyata. Terjadinya Batu Bara Sangat Erat Hubungannya Dengan Pengangkatan Dan Pembentukan Pegunungan. Adanya Karang Menunjukkan Iklim Sedang Yang Agak Panas; Adanya Sedimen Klasika Yang Berwarna Merah Dengan Rekah Kerut Menandakan Iklim Kering/Arid.

Adanya Tumbuh-Tumbuhan Dengan Daun Yang Cukup Rindang Menunjukkan Adanya Pelembagaan. Tidak Adanya Lingkaran Tahun Pada Batang-Batang Serta Tumbuh Terus, Menunjukkan Tidak Adanya Perbedaan Yang Menyolok. Endapan Batu Bara Yang Berwarna Merah Menunjukkan Peninggalan Yang Kering Dan Gersang.

Perkembangan Naptelia, Amfibia Yang Muncul Pada Zaman Devon Mengalami Perkembangan Pesat, Demikian Pula Perkembangan Serangga, Lebah, Dan Lipan. Serangga Pada Zaman Ini Ialah Pemakan Daging/Bangkai. Pada Tempat Di Mana Karbon Diendapkan Sebagai Lapisan Dasar Laut, Di Sana Dijumpai Karang/Koral Dalam Jumlah Yang Besar. Perkembangan Tumbuhan (Paku/Pakis, Kawat/Sumbar Batu) Lebih Nyata Dibandingkan Dengan Binatang Bertulang Punggung.

5. Zaman Perm

Ciri-Ciri Perm Ialah Bahwa Letak Lapisan Yang Diskor Dan Di Atas Karbon Mengandung Batu Bara, Juga Adanya Penyimpangan Fauna Laut Dari 2 Karbon Fosil Pada Zaman Paleozoikum Akhir.

Di Indonesia Peninggalan Perm Ditemukan Di Timor Pada Lembah Sungai Noil, Besi Di Miaffo Timor Barat Daya Berupa Lapisan Lava-Lava Bantal (Kegiatan Vulkanik). Di Sumatera Berupa Gamping Dan Koral Disertai Dengan Batuan Dari Gunung Berapi. Lapisan Perm Mengandung Minyak, Koalium (Bahan Porselin), Lempung Keramik, Besi, Dan Batu Bara.

1 Comment

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*