Contoh tradisi lisan pattani (Thailand)

By | 01/10/2014

Mak Yong

Mak Yong adalah sejenis pertunjukan tradisi lisan yang berasal dari Pattani, Thailand Selatan. Mak yong masuk ke indonesia melalui Riau, lalu Sumatra Utara, kemudian Kalimantan Barat. Mak yong kemudian menjadi bagian  dari kebudayaan Melayu.

Ada banyak unsur seni daam pementasan mak yong seperti drama, tari, musik, dan mimik. Dialog disampaikan daam bentuk prosa dan tanpa naskah. Beberapa tokoh utamanya adalah  Punakawan, yaitu para pengasuh, Wak Pedanda, yaitu orang bijak dan ahli ilmu pengetahuan, mak yong sendiri berperan sebagai putra Raja.

Cerita yang paling disukai dalam pertunjukan mak yong adalah kisah cinta antara mak yong dan Dewa Muda. Meski melakonkan kisah cinta, uniknya semua pelakonnya perempuan. Pertunjukan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan. Dengan demikian, pertunjukan ini sering dianggap sebagai pertunjukan suci. Karena itulah awal pertunjukan selalu di dahului pembacaan doa yang dilakukan oleh panjak atau bomah.

Tanggomo

Tanggomo merupakan salah satu bentuk puisi tradisional dalam tradisi lisan yang berasal dari Provinsi Gorontalo. Pertunjukan puisi tersebut dinyanyikan oleh seorang penyanyi yang di sebut to motanggomo. Mereka datang dari berbagai latar belakang, seperti petani, pedagang, dan nelayan.

Mereka menggubah suatu cerita jadi untaian tanggomo, dilakukan secara lisan, disela-sela bekarja. Penyampaian tanggomo bisa di iringi alat musik seperti gambus dan kecapi, bisa juga tanpa musik sehingga si pembawa cerita harus mengandalkan gerakan tangan, muka, kepala, dan mimik wajah untuk menghidupkan cerita. Tanggomo bisa disampaikan dimana saja; di pasar, di tepi sungai, juga dalam hajatan pernikahan.

Loading...

Keberadaan tanggomo sangat dekat dengan rakyat. Itu karena, sesuai namanya yang artinya menampung, seorang to motanggomo harus siap menampung keinginan penonton, biasanya berupa menyelingi cerita dengan lagu-lagu. Sementara kisah yang di sampaikan to motanggomo bermacam-macam, bisa dari mitos dan legenda keagamaan, bisa juga dari sejarah ataupun peristiwa yang tengah terjadi di masyarakat saat itu.

 Didong Gayo

Didong merupakan kesenian tradisional masyarakat Gayo, Provinsi Aceh. Kata Didong berasal dari kata dendang yang artinya sama dengan denang atau donang yang dalam bahasa Gayo, yaitu menghibur diri sendiri dengan menyanyi.

Awalnya kesenian ini di pentaskan hanya untuk pesta perkawinan, upacara tradisional, dan hari libur penting, namun dalam perkembangannya telah menjadi seni pertunjukan untuk umum.

Unsur-unsur yang ada dalam didong meliputi seni sastra, seni tari, dan seni suara. Tokoh utama dalam tradisi ini adalah ceh yang mempunyai kemampuan untuk menggubah lagu.

Untuk menghidupkan pertunjukan, sajak-sajak yang di sampaikan oleh ceh akan di iringi dengan tepukan tangan, hentakan kaki, dan ketukan pada panci. Isi sajak yang dinyanyikan umumnya merupakan gambaran kehidupan sehari-hari seorang petani yang sederhana.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *