instagram

Dampak Kegagalan homeostasis bagi tubuh

Kegagalan homeostasis – keseimbangan keadaan fisiologis esensial – berarti bencana bagi organisme. Kegagalan menjaga suhu tubuh menyebabkan hipotermia atau sengatan panas. Kegagalan menjaga keseimbangan energi bisa mengakibatkan obesitas dan diabetes.

Kegagalan menjaga keseimbangan kalsium dalam darah menyebabkan hipokalsemia atau hiperkalsemia. Kegagalan menjaga keseimbangan air menyebabkan dehidrasi atau hiperhidrasi. Dalam setiap kasus, kejadian ekstrem berpotensi berbahaya.

Hipotermia atau Heatstroke

Suhu tubuh manusia normal sekitar 98 derajat Fahrenheit (37,5 derajat celcius). Kegagalan homeostasis untuk menjaga suhu tubuh setelah terpapar kedinginan bisa mengakibatkan hipotermia, dimana aktivitas organ tubuh melambat. Gejala hipotermia adalah kebingungan dan kelelahan. Kebalikan dari hipotermia adalah hipertermia, yaitu saat tubuh tidak mampu mendinginkan diri. Hiperthermia menyebabkan sengatan panas. Gejala sengatan panas bisa dimulai sebagai kram panas dan kelelahan, namun pada akhirnya bisa menyebabkan kejang, tidak sadar dan kerusakan otak. Kondisi ini bisa berakibat fatal.

Kegemukan

Lapar adalah cara otak membuat seseorang makan makanan sehingga tubuh akan memiliki energi. Perut melepaskan hormon ghrelin, yang masuk ke otak dan meningkatkan nafsu makan. Melawan sinyal ini adalah hormon leptin, diproduksi oleh sel-sel pada jaringan lemak. Leptin pergi ke otak dan merasakan rasa kenyang. Jika otak berhenti merespons ghrelin, seseorang akan merasa terus-menerus lapar. Jika otak berhenti merespons leptin, seseorang tidak akan pernah merasa puas dengan makanan. Hasil keduanya adalah orang itu akan makan berlebih, yang bisa berakibat obesitas.

Hipokalsemia atau Hiperkalsemia

Ion kalsium penting untuk fungsi saraf dan otot yang tepat. Kelenjar tiroid dan paratiroid saling berlawanan dalam pengaturan homeostasis kalsium. Kelenjar tiroid menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah, sementara kelenjar paratiroid menyebabkan peningkatan. Penghapusan terlalu banyak kalsium dari darah mengakibatkan Hipokalsemia, yang bermanifestasi dalam kejang, tetani (kejang otot) dan aritmia jantung (detak jantung abnormal). Namun, terlalu banyak kalsium dalam darah juga tidak baik. Hiperkemia menyebabkan mual, muntah, sakit perut, konstipasi, kelemahan, kebingungan, haus yang berlebihan dan kehilangan nafsu makan.

Loading...

Dehidrasi

Keseimbangan air sangat penting untuk berfungsinya saraf. Otak bisa mendeteksi jumlah air dalam darah dan ginjal bisa mendeteksi tekanan darah. Bila kadar air dalam tubuh rendah, otak menginduksi haus sambil mengatakan kepada ginjal untuk menyimpan lebih banyak air. Terlalu sedikit air dalam tubuh menyebabkan dehidrasi, yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal, kram panas, syok, koma dan kegagalan organ. Namun, adalah mungkin bagi seseorang untuk minum terlalu banyak air, yang menyebabkan hiperhidrasi. Gejala hiperhidrasi sama dengan dehidrasi, yang dapat menyebabkan orang tersebut minum lebih banyak air. Hiperhidrasi menyebabkan kelemahan, kebingungan, iritasi dan kejang.

Loading...
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*