instagram

Fungsi Sitoskeleton, Mikrotubulus, Mikrofilamen dan Filamen intermediet

Sitoskeleton adalah organel unik untuk sel eukariotik. Ini adalah struktur tiga dimensi yang dinamis yang mengisi sitoplasma. Struktur ini bertindak baik sebagai otot dan kerangka, untuk gerakan dan stabilitas. Serat panjang sitoskeleton merupakan subunit polimer. Jenis utama dari serat sitoskeleton yaitu mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen menengah. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong dan mempertahankan bentuk sel, serta berperan sebagai tempat tertambatnya beberapa organel sel.

Sitoskeleton dapat dibongkar di suatu bagian sel, kemudian dapat dirakit kembali di bagian sel lainnya, sehingga menyebabkan perubahan bentuk sel. Berdasarkan ukurannya, sitoskeleton dibedakan menjadi mikrotubulus, filamen intermediet (filamen antara), dan mikrofilamen (filamen aktin).

Mikrotubulus

Mikrotubulus berbentuk seperti batang lurus yang berongga, dengan diameter 25 nm dan panjang 200 nm – 25 µm. Mikrotubula terbentuk dari protein globular tubulin.

Fungsi mikrotubulus, antara lain:
1. Memberi bentuk sel
2. Sebagai jalur pergerakan organel yang memiliki molekul motor, misalnya vesikula sekretori dari badan golgi bergerak ke membran plasma.
3. Berperan terhadap pemisahan kromosom ke arah kutub yang berlawanan saat pembelahan sel.

Mikrofilamen (filamen aktin)

Mikrofilamen atau filamen aktin berbentuk padat dengan diameter 7 nm, yang terdiri atas rantai ganda dari submit aktin yang terlilit. Aktin merupakan suatu protein globural. Fungsi mikrofilamen yaitu:

Loading...

1. Bergabung dengan protein lain membentuk jalinan tiga dimensi yang menyokong bentuk sel.
2. Menyebabkan lapisan sitoplasma luar memiliki kekentalan semipadat (gel).
3. Membentuk susunan sejajar berselang seling dengan filamen miosin yang lebih tebal untuk kontraksi sel-sel otot. Kontraksi otot terjadi akibat aktin dan miosin yang saling meluncur melewati satu sama lain, sehingga sel lebih pendek.
4. Pada sel tumbuhan, interaksi aktin dan miosin serta transformasi sol ke gel, menyebabkan aliran sitoplasma dalam sel.
5. Mengatur moutilitas atau pergerakan amoeboid pada pseupodia.
6. Membentuk inti mikrovili, yaitu penonjolan halus yang memperluas permukaan sel
7. Membentuk alur pembelahan sel.

Filamen intermediet (filamen antara)

Sitoskeleton

Kompenen Sitoskeleton

Filamen intermediet adalah serabut protein dengan diameter 8 – 12 nm yang menggulung seperti kabel dan lebih tebal dari mikrofilamen. Filamen intermediet tersusun dari submit protein yang disebut keratin, dan bersifat lebih permanen.
Fungsi filamen intermediet, yaitu:
1. Memperkuat bentuk sel
2. Menjaga kesetabilan posisi organel sel tertentu
3. Tempat bertautnya nukleus
4. Membentuk lamina nukleus yang melapisi bagian dalam selubung nukleus

Loading...
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*