instagram

Gangguan pada Sistem Pernapasan manusia

Kebanyakan sistem teknologi yang berkembang sekarang lebih primitif dibandingkan dengan kemampuan tubuh manusia untuk secara tepat mengatur berbagai variabel kritis dan proses biologis yang rumit. Kapasitas yang luar biasa ini untuk mempertahankan lingkungan internal yang konsisten disebut sebagai homeostasis. Sistem pernapasan yang terdiri dari hidung, mulut, paru-paru dan beberapa organ lain yang terlibat dalam pernapasan – terlibat dalam berbagai aspek penting dari homeostasis.

Oksigen masuk, Karbon Dioksida keluar

Sistem pernapasan berpartisipasi dalam berbagai proses homeostasis, dan dua yang paling penting dari ini adalah mempertahankan pH dan mengatur pertukaran gas. Kedua fungsi homeostasis terkait dengan peran biokimia yang dimainkan oleh dua gas pernapasan yang utama yaitu karbon dioksida dan oksigen. Oksigen masuk ke dalam tubuh sebagai komponen dari udara yang kita hirup dan diproses oleh paru-paru. Karbon dioksida, yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari metabolisme sel, berjalan melalui aliran darah ke paru-paru dan dihembuskan.

Karbon dioksida dan oksigen

Aktivitas tubuh manusia adalah manifestasi dari kerja gabungan dari triliunan sel yang mikroskopis. Tubuh membutuhkan makanan untuk makan dan udara untuk bernapas, dan persyaratan sel secara individual akan serupa.

Reaksi dasar akan memungkinkan kehidupan seluler dengan mengubah glukosa dan oksigen menjadi karbon dioksida, air dan energi. Inilah sebabnya mengapa pasokan oksigen dalam aliran darah merupakan aspek penting dari homeostasis – dengan oksigen tidak mencukupi, sel tidak dapat membuat energi.

Karbon dioksida juga harus hati-hati dikelola sehingga produk limbah ini tidak menumpuk ke tingkat yang menjadi masalah. Dengan menghirup dan menghembuskan napas, sistem pernapasan dapat mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida, dan dengan demikian memainkan peran yang dominan dalam pertukaran homeostatis gas.

Loading...

Gangguan pada Sistem Pernapasan

Banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan dan penyakit pada sistem pernapasan tersebut, Selain gangguan yang bersifat fisik, terdapat gangguan saluran pernapasan yang disebabkan infeksi bakteri atau virus. Pada umumnya gangguan ini menyebabkan peradangan karena adanya respons sistem kekebalan tubuh. Peradangan ini diberi nama bergantung pada tempat terjadinya peradangan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa bersyukur atas kesehatan yang kita miliki saat ini.

a. Faringitis. Faringitis merupakan radang pada faring karena infeksi. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

b. Bronkitis. Bronkitis berupa peradangan pada selaput lendir dari saluran bronkial. Sementara itu, pleuritis adalah peradangan pada pleura, lapisan pelindung yang membungkus paru-paru. Laringitis adalah pembengkakan di laring, sedangkan sinusitis adalah pembengkakan pada sinus atau rongga hidung. Peradangan-peradangan tersebut dapat terjadi karena berbagai hal, di antaranya karena infeksi oleh mikroorganisme. Peradangan juga dapat terjadi karena tubuh merespons terhadap zat atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga terjadi reaksi alergik. Gejala-gejala peradangan tersebut secara umum adalah batuk-batuk, demam, sulit menelan, dan sakit di dada.

c. Dipteri. Dipteri merupakan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphterial. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia.

d. SARS. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae (perhatikan Gambar 7.8). Virus ini menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya berbedabeda pada tiap penderita, misalnya pusing, muntah-muntah, disertai panas tinggi dan batuk. Sementara itu, gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis, yaitu peradangan pada membran lendir (mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir yang disekresikan, mengakibatkan peradangan. Biasanya, terjadi karena alergi terhadap suatu benda, seperti debu atau bulu hewan.

e. Asma. Asma merupakan gangguan pada sistem pernapasan dengan gejala sukar bernapas. Gangguan asma disebabkan bagian otot polos pada trakea berkontraksi sehingga saluran trakea menyempit. Asma dapat disebabkan alergi atau faktor psikis (emosi).

f. Emfisema. Emfisema merupakan peradangan pada permukaan dalam alveolus. Akibatnya, paru-paru menggelembung sehingga mengganggu efektivitas pengikatan oksigen dan penderita sulit bernapas.

g. Kanker Paru-paru. Kanker paru-paru disebabkan oleh kelainan sel pada epitel bronkial. Sel ini tumbuh dengan cepat membentuk tumor ganas (perhatikan Gambar 7.9). Kelainan sel ini disebabkan epitel bronkial terlalu sering menerima bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker) yang banyak terkandung di dalam rokok yang dihisap penderita. Tahukah Anda bahan karsinogenik apa saja yang terdapat di dalam rokok?

h. Tuberculosis (TBC). penyakit akibat infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, pada saluran pernapasan. Bakteri ini ditularkan melalui udara, kemudian masuk jaringan paru-paru. Gejala penyakit ini, antara lain berat badan turun, lesu, batuk-batuk, sesak napas, dan sakit dada.

Contoh Teknologi yang Berhubungan dengan Sistem Pernapasan.

Teknologi yang berhubungan dengan sistem pernapasan dari yang paling sederhana, yaitu tabung oksigen dan regulator oksigen sampai robot buatan yang telah banyak membantu orang yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan. Penderita asma ketika kambuh dan mengalami kesulitan bernapas sering terbantu dengan alat regulator oksigen yang dihubungkan dengan tabung oksigen. Bahkan, sekarang telah banyak dijual oksigen murni dalam tabung-tabung kecil untuk orang yang membutuhkannya. Selain regulator oksigen, terdapat teknologi yang dapat membantu mendeteksi penyakit asma, yaitu PSA (pulmonary sound analizer). Dengan PSA, tingkat keparahan penyakit asma seseorang dapat diketahui. Bronkoskop (bronchoscope) juga merupakan teknologi yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Bronkoskop dapat digunakan untuk mengambil contoh jaringan dan lendir dalam saluran pernapasan yang diduga ada gangguan atau kelainan. Selain itu, bronkoskop dapat digunakan untuk mengetahui secara rinci keadaan saluran trakea, bronkus, dan bronkiolus.

Jerman telah menciptakan sebuah robot yang diberi nama RONAF (robotergestuetzte navigation zum fraesen). Robot ini digunakan sebagai navigator dalam pembedahan pasien yang mengalami ganguan sistem respirasi.

Loading...
Related Posts
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*