instagram

Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia

Perkembangan fisik manusia purba di indonesia telah melalui proses yang sangat lama, proses itu disebut evolusi. Dengan demikian evolusi adalah perubahan genotype (fisik) pada suatu populasi yang berlangsung perlahan-lahan dan memerlukan waktu yang sangat lama.

Perubahan ini dapat terjadi karena faktor alam seperti lingkungan, iklim, kebiasaan hidup, dan sistem mata pencaharian. Para ahli mengelompokan hasil temuan manusia-manusia purba di indonesia kedalam tiga kala, yaitu kala pleistosen bawah, kala pleistosen tengah, dan kala pleistosen akhir.

1. Kala pleistosen bawah

Pada masa ini diperkirakan di indonesia telah hidup sejenis manusia (homo) purba yang disebut dengan megantrophus paleojavanicus (manusia raksasa dari jawa). Karena fosilnya ditemukan di jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, manusia purba ini sering juga disebut dengan nama pithecantrophus mojokertensis.

Menurut para ahli, manusia dengan jenis yang sama di temukan dijurang Olduvai, Afrika Timur, yang mereka sebut dengan Homo Sibilis karena di identifikasi mampu membuat alat. Fosil manusia megantrophus paleojavanicus ini diperkirakan hidup pada 1,9 juta tahun yang lalu.

2. Kala pleistosen tengah

Pada kala ini diperkirakan di indonesia telah hidup manusia purba yang lebih maju yang disebut Homo Erectus atau pithecantrophus erectus. Fosilnya ditemukan oleh Eugine Dubois yang melakukan ekskavasi (penggalian) di daerah trinil, Jawa Tengah pada tahun 1891.

Berdasarkan temuan fosil tersebut, tampak bahwa manusia ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dengan manusia sekarang, serta dapat berjalan tegak dengan kedua kakinya. Di cina ditemukan juga fosil jenis ini yang diberi nama pithecantrophus pekinensis (manusia Peking) serta di eropa juga dinamakan manusia Piltdown dan manusia Heidelbergensis.

3. Kala pleistosen akhir

Menjelang masuk ke kala Holosen, ditemukan juga jenis Homo yang lain, dengan ciri fisik yang sudah lebih maju. Di indonesia berhasil digali fosil-fosil yang kemudian diberi nama sesuai dengan nama tempat ditemukan fosil tersebut, yaitu, Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Kenyataan bahwa kala pleistosen berlangsung selama lebih dari tiga juta tahun menunjukan perkembangan manusia purba baik secara biologis maupun dalam hal kemampuan membuat alat berjalan sangat lambat.
Berikut ini jenis manusia purba yang fosil dan artefaknya ditemukan di berbagai tempat di indonesia, khususnya di jawa.

a. Megantrophus

Fosil manusia ini ditemukan oleh G.H.R. Von Koenigswald di Sangiran, Jawa Tengah, pada tahun 1941. Megantrophus Palejavanicus sering disebut manusia raksasa dari jawa karena memiliki tubuh yang besar dan berbadan tegap.
Temuan fosil hanya berupa sebagian dari rahang bawah dan beberapa bagian tengkorak kepala sebagian gigi graham yang tersisa dari mahluk ini menunjukan ia hanya memakan tumbuh-tumbuhan. Dilihat dari ukuran kepalanya, volume otaknya masih kecil sehingga kemampuannya membuat alat sangat terbatas. Ukuran grahamnya lebih besar dari pada jenis manusia purba lainnya. Dipekirakan megantrophus merupakan manusia tertua di indonesia.

b. Pithecantrophus

Fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di indonesia adalah pithecantrophus, fosil manusia purba jenis ini yang terkenal adalah pithecantrophus erectus, ditemukan oleh Eugene Dubois di Desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Nama pithecantrophus erectus mejelaskan ciri fisik manusia purba ini, dari kata pithecos yang berarti kera, antrophus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti berjalan tegak. Jadi, secara harfiah berarti manusia kera yang berjalan tegak.

Tinggi pithecantrophus erectus berkisar antara 160-180 cm. dibandingkan pendahulunya, pithecantrophus erectus memiliki volume otak yang lebih besar, yaitu 900 cc kendati masih lebih kecil dari volume otak manusia sekarang (1.350 cc)

Fosil manusia purba jenis ini juga ditemukan didaerah Perning, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur oleh G.H.R. Von Koenigswald pada tahun 1936, yang diberi nama pithecantrophus mojokertensis. pithecantrophus mojokertensis merupakan jenis pithecantrophus tertua. pithecantrophus ini juga digolongkan sebagai Homo eretus

c. Homo

• Homo Wajakensis
Fosil manusia purba ini pertama kali ditemukan di Tulungagung, Jawa Timur, oleh B.D. Van Rietchoten pada tahun 1889, fosil ini merupakan fosil pertama yang dilaporkan ditemukan di indonesia. Bagian tubuh yang ditemukan berupa tengkorak atas dan beberapa ruas tulang leher. Fosil manusia ini digolongkan sebagai Homo Sapiens.

• Homo Soloensis

“Manusia Solo” adalah sebutan bagi Homo Soloensis fosilnya ditemukan oleh Ter Haar pada tahun 1931 di daerah Ngandong, Jawa Tengah, berupa sebelas fosil tengkorak, tulang rahang, dan gigi. Saat pertama kali ditemukan fosil manusia purba ini digolongkan sebagai Homo Sapiens dan diberi nama Homo (Javanthropus) Soloensis oleh W.F.F. Oppennoorth

• Homo Floresiensis

Homo Floresiensis atau Manusia Flores adalah nama yang diberikan oleh kelompok peneliti terhadap kerangka hobbit yang ditemukan di sebuag gua kapur di Ruteng, Manggarai, Pulau Flores pada tahun 2001. Di gua itu para peneliti menemukan serial subfosil (sisa-sisa tubuh yang belum sepenuhnya mambatu) dari sembilan individu.

Kesembilan sisa-sisa tulang itu menunjukan postur paling tinggi sepinggang manusia modern sekitar 100 cm, dengan volume otak 380 cc. usia kerangka ini diperkirakan berumur 94.00 hingga 13.000 tahun yang lalu. Selain sisa-sisa tubuh, ditemukan juga berbagai mamalia seperti mahluk mirip gajah stegodon, biawak, serta tikus besar. Serta alat-alat batu seperti pisau, beliung, mata panah, arang, serta tulang yang terbakar, yang menunjukan tingkat peradaban penghuninya.

2 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...