Macam-macam hubungan persendian (diartrosis)

By | 15/06/2016

Sendi dalam anatomi adalah struktur yang memisahkan dua atau lebih elemen yang berdekatan dari sistem kerangka. Tergantung pada jenis sendi, elemen yang dipisahkan mungkin atau tidak mungkin untuk bergerak satu sama lain. Sendi terutama diklasifikasikan secara struktural dan fungsional. Klasifikasi sendi secara struktural ditentukan oleh bagaimana tulang terhubung satu sama lain, sementara klasifikasi sendi berdasarkan fungsional ditentukan oleh tingkat gerakan antara tulang yang mengartikulasikan.

Dalam prakteknya, ada tumpang tindih yang signifikan antara dua jenis klasifikasi ini.

Macam-macam hubungan/persendian diartrosis:

1) sendi engsel: ujung tulang yang bergerak membentuk lekukan. Gerakan ini berporos satu. Misalnya, hubungan tulang pada siku, lutut dan ruas antarjari.
2) Sendi putar: ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Gerakan ini memungkinkan adanya gerakan rotasi yang berporos satu. Misalnya, hubungan antara tulang kepala dan tulang atlas.

3) Sendi pelana: kedua ujung tulang membentuk sendi pelana berporos dua. Misalnya, hubungan antara ruas jari tangan dengan tulang tapak tangan.
4) Sendi peluru: (endartrosis), apabila ujung tulang yang satu berbentuk bonggol masuk ke tulang yang berbentuk cekungan. Hubungan ini berporos tiga. Misalnya, tulang lengan atas dengan tulang belikat, tulang paha dengan tulang pinggul.sendi

5) Sendi kaku, kedua ujung tulang agak rata, sehingga menghasilkan gerakan geser dan tidak berporos. Contohnya, hubungan antartulang tarsal (tulang pergelangan kaki).

Loading...

6) Sendi ovoid, di mana kedau ujung tulang yang satu berbentuk oval, dan masuk ke dalam suatu leku yang berbentuk elips. Misalnya persendian antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil. Sendi ini memungkinkan berporos dua dengan gerak ke kiri dan ke kanan, maju mundur dan muka-belakang.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *