instagram

Pengaruh Ion Sejenis pada Kelarutan

Kelarutan mengacu pada jumlah bahan yang mampu dilarutkan dalam pelarut tertentu. Misalnya, garam dapur (NaCl) yang ditempatkan dalam air pada akhirnya akan larut. Namun, jika garam dapur terus ditambahkan, larutan akan mencapai titik di mana tidak ada lagi garam dapur yang bisa dilarutkan. Dengan kata lain, larutan jenuh, dan garam dapur telah efektif mencapai batas kelarutannya.

Kesetimbangan kimia adalah keadaan di mana bahan kimia tidak terjadi lagi perubahan fisik atau kimia antara pereaksi dan hasil reaksi. Hal ini karena laju pembentukan dari reaktan menjadi produk dan sebaliknya laju dari produk menjadi reaktan adalah sama.

Kesetimbangan kelarutan mengacu pada keadaan kesetimbangan kimia antara senyawa kimia dalam keadaan padat dan larutan yang terdiri dari senyawa terlarut. Keseimbangan ini akan dibuat bila laju perpindahan antara fase padat dan cair dari molekul atau ion adalah sama.

Kelarutan litium hidroksida pada larutan litium karbonat sangat kecil karena adanya pengaruh ion sejenis.

Kelarutan litium hidroksida pada larutan litium karbonat sangat kecil karena adanya pengaruh ion sejenis.

Pengaruh ion sejenis pada kelarutan

Setiap kali larutan zat ionik bersentuhan dengan senyawa ionik lainnya yang mengandung ion yang sama, kelarutan zat ionik akan menurun secara signifikan. Sebagai contoh, seperti mencoba untuk melarutkan garam dapur padat (NaCl) dalam larutan dimana sudah ada ion klorida (Cl) nya. Jumlah NaCl yang dapat larut akan diturunkan dan mencapai titik jenuh. Gejala ini adalah pengaruh ion senama atau sejenis. Prinsip ini memainkan peranan penting dalam bidang farmasi dan lingkungan. Pengaruh ion senama dapat dijelaskan oleh prinsip Le Chatelier pada keseimbangan kimia berikut:

AB (s) ↔A + (aq) + B (aq)

Untuk proses pelarutan yang sederhana, penambahan lebih dari suatu ion A + dari senyawa lain akan menggeser komposisi ke kiri, akan mengurangi konsentrasi ion lainnya (B), yang secara efektif akan mengurangi kelarutan padat (AB ). Misalnya, ketika kalsium fluorida larut ke kalsium dan ion fluorida, pernyataan produk kelarutan adalah:

CaF2 (s) ↔Ca 2+ (aq) + 2F (aq)

Pernyataan ini harus selalu berpegang tegus pada prisip Le Chatelier, bahkan jika beberapa spesies ionik berasal dari sumber-sumber lain. Oleh karena itu, jika ion Ca 2+ berlebih dimasukkan ke dalam larutan, kesetimbangan akan bergeser ke kiri, menambah zat CaF2 dan mengurangi kelarutan.

Related Posts
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*