instagram

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Ratu Sima adalah penguasa di Kerajaan Kalingga. Ia digambarkan sebagai  seorang pemimpin wanita  yang  tegas  dan taat  terhadap peraturan yang berlaku dalam kerajaan  itu.

Kerajaan Kalingga atau  Holing, diperkirakan  terletak  di Jawa bagian  tengah. Nama  Kalingga berasal dari  Kalinga,  nama   sebuah   kerajaan   di India  Selatan.   Menurut   berita   Cina, di sebelah  timur  Kalingga ada   Po-li  (Bali sekarang),   di  sebelah   barat   Kalingga  terdapat To-po-Teng   (Sumatra).

   Sementara   di   sebelah    utara    Kalingga terdapat Chen-la (Kamboja) dan sebelah selatan berbatasan dengan samudera. Oleh karena  itu, Kalingga diperkirakan  terletak  di Jawa Tengah, di Kecamatan  Keling, sebelah utara Gunung  Muria.

Sumber  utama   mengenai Kerajaan  Kalingga  adalah  berita Cina, misalnya berita dari Dinasti T’ang. Sumber lain adalah Prasasti Tuk Mas di lereng  Gunung  Merbabu. Melalui berita  Cina, banyak hal yang kita ketahui tentang perkembangan Kerajaan Kalingga dan kehidupan masyarakatnya. Kerajaan Kalingga berkembang kira-kira abad ke-7 – ke-9 M.

Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat

Raja yang paling terkenal pada masa Kerajaan Kalingga adalah seorang  raja wanita yang bernama Ratu Sima. Ia memerintah sekitar  tahun   674  M.  Ia dikenal  sebagai  raja yang tegas,  jujur, dan sangat  bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas dan seadil-adilnya. Rakyat patuh terhadap semua peraturan yang berlaku. Untuk mencoba kejujuran rakyatnya, Ratu Sima pernah  mencobanya, dengan meletakkan pundi- pundi  di  tengah jalan.

Ternyata  sampai  waktu  yang  lama tidak ada yang mengusik  pundi-pundi  itu. Akan tetapi,  pada suatu  hari ada  anggota keluarga  istana  yang  sedang  jalan- jalan, menyentuh kantong pundi-pundi  dengan kakinya Hal ini diketahui  Ratu Sima. Anggota  keluarga  istana  itu dinilai salah dan  harus  diberi hukuman mati.  Akan tetapi  atas  usul persidangan para  menteri,  hukuman itu diperingan  dengan hukuman potong kaki. Kisah ini menunjukkan, begitu  tegas dan  adilnya Ratu Sima. Ia tidak  membedakan antara  rakyat dan anggota kerabatnya sendiri.

Ratu Shima

Ratu Shima

Agama  utama   yang  dianut  oleh  penduduk  Kalingga pada  umumnya  Buddha. Agama Buddha berkembang pesat. Bahkan  pendeta  Cina  yang  bernama  Hwi-ning  datang  di Kaling dan tinggal selama tiga tahun.  Selama di Kalingga, ia menerjemahkan kitab suci agama  Buddha Hinayana ke dalam bahasa  Cina.  Dalam  usaha  menterjemahkan kitab  itu  Hwi- ning dibantu  oleh seorang  pendeta bernama Jnanabadra.

Kepemimpinan  raja yang adil, menjadikan  rakyat hidup teratur,   aman,dan  tenteram.  Mata  pencaharian penduduk pada umumnya adalah bertani, karena wilayah Kalingga subur untuk  pertanian. Di samping  itu, penduduk juga melakukan perdagangan.

Kerajaan  Kalingga  mengalami  kemunduran kemungkinan akibat  serangan Sriwijaya yang menguasai perdagangan.  Serangan   tersebut  mengakibatkan pemerintahan Kijen menyingkir  ke Jawa bagian timur atau mundur ke pedalaman Jawa bagian tengah antara tahun 742-755 M.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Prasasti Tukmas

  • Ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Magelang di Jawa Tengah.
  • Bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta.
  • Isi prasasti menceritakan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India.
  • Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak, kelasangka, cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu.prasasti tukmas

Prasasti Sojomerto

  • Ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
  • Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuno
  • Berasal dari sekitar abad ke-7 masehi.
  • Bersifat keagamaan Siwais.
  • Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
  • Bahan prasasti ini adalah batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisannya terdiri dari 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.

Candi Angin

  • Candi Angin terdapat di desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Karena letaknya yang tinggi tapi tidak roboh terkena angin, maka dinamakan “Candi Angin”.
  • Menurut para penelitian Candi Angin lebih tua dari pada Candi Borobudur. Bahkan ada yang beranggapan kalau candi ini buatan manusia purba di karenakan tidak terdapat ornamen-ornamen Hindu-Budha.

Candi Bubrah, Jepara

Candi_Bubrah_di_Jepara

  • Candi Bubrah ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
  • Candi Bubrah adalah salah satu candi Buddha yang berada di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, yaitu di antara Percandian Rara Jonggrang dan Candi Sewu. Secara administratif, candi ini terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KabupatenKlaten, Provinsi Jawa Tengah.
  • Dinamakan ‘Bubrah’ karena keadaan candi ini rusak (bubrah dalam bahasa Jawa) sejak ditemukan. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, satu periode dengan Candi Sewu.
  • Candi ini mempunyai ukuran 12 m x 12 m terbuat dari jenis batu andesit, dengan sisa reruntuhan setinggi 2 meter saja. Saat ditemukan masih terdapat beberapa arca Buddha, walaupun tidak utuh lagi.

Sumber: Sejarah SMA/MA Kelas X Kemdikbud 2014

8 Comments
  1. prasasti tukmas ko bisa di temukan di Magelang, jauh banget padahal letaknya di daerah desa keling, kecamatan keling, kabupaten Jepara

  2. Apa hunbungannya prasasti Tukmas, prasasti Sojomerto, candi Bubrah (Prambanan), candi Angin, dan candi Bubrah (Jepara), dengan kerajaan Kalingga?. Bingung…

  3. Seandai nya di tambah lagih tentang kerajaan kerajaan atau prasasti prasasti yang lain agar para siswa pelajar lebih mudah untuk mencari nya

  4. Bukan kan sumber-sumber sejarah yang ditemukan tersebut selain berita cina dari dinasti Tang merupakan bukti sejarah mataram kuno, karena menurut sumber yang saya baca faktanya kerajaan kalingga hanya memiliki sumber dari berita cina dan bukti artefak pendukungnya masih belum jelas ditemukan. Sehingga mohon perlu adanya koreksi dan tidak terpaku dalam satu sumber referensi saja. Agar tidak terjadi adanya spekuatif hingga kemudian terjadi kesalahpahaman sejarah. Makasih 🙂

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*