instagram

Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

Mengapa   kemandirian   di   bidang   ekonomi kita masih lemah? Mengapa jati diri di bidang kebudayaan juga kurang kompetitif? Pertanyaan-pertanyaan itu menarik untuk kita telaah kemudian menemukan  jawabnya. 

Yang  jelas  kemandirian  ekonomi  memang   harus terus diperjuangkan, mengingat negeri kita negeri yang begitu kaya. Sejarah telah mencatat bahwa kekayaan bumi Nusantara yang diibaratkan sebagai “mutiara dari timur” telah menarik perhatian negara lain untuk menjajah dan menguasai tanah air tercinta.

Begitu juga jati diri budaya bangsa kita dapat tergoyahkan. Kalau kita renungkan berbagai masalah tersebut berakar dari berkembangnya kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia sejak abad ke-17. Nah, mulai saat itu kita tidak memiliki kemandirian dan kedaulatan baik  secara  ekonomi,  politik maupun  budaya.

Mencermati  uraian  dalam pengantar di atas tentang adanya pandangan bahwa terdapat beberapa aspek kehidupan bangsa Indonesia yang masih berada di bawah bayang-bayang pengaruh dominasi asing.

Hal ini mengingatkan kepada kehidupan di zaman kolonial ketika negeri kita dikuasai bangsa asing baik secara ekonomi, politik dan budaya. Pemerintah yang pernah menjajah negeri kita juga tidak sedikit yang korup dan menanggung hutang.

Pertanyaannya adalah apakah realitas kehidupan ekonomi kita saat ini yang masih terlilit utang, korupsi dan dikatakan masih berada di bawah bayang-bayang kekuatan ekonomi global itu merupakan warisan sejarah masa kolonial?

Tentu tidak sepenuh tepat. Tetapi pertanyaan itu mengingatkan kita pada konsep perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah. Perubahan merupakan konsep yang sangat penting dalam sejarah. Sebab peristiwa itu terjadi pada hakikatnya  karena  adanya  perubahan.   Perubahan   merupakan   pembeda dari suatu keadaan yang satu dengan keadaan yang lain, dari tempat yang satu dengan tempat yang lain, dari waktu yang satu ke waktu yang lain. Misalnya perubahan dari keadaan bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang merdeka setelah terjadi peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945. Sekalipun terjadi peristiwa proklamasi ada aspek-aspek tertentu yang tersisa dan masih berlanjut.  Sebagai  contoh  dari  peristiwa  proklamasi,  status  kita  berubah dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka, tetapi dalam bidang hukum seperti UU Hukum Pidana masih banyak melanjutkan UU Hukum Pidana pada zaman Belanda.

Begitu   juga   dalam   mengkaji   sejarah   perkembangan   kolonialisme  dan imperialisme tentu ada peristiwa-peristiwa atas realitas yang terkait dengan konsep  perubah   dan   keberlanjutan.   Nah,  pada   uraian   berikut   ini  kita akan belajar tentang perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat serta perlawanan rakyat Indonesia melalui tema: antara kolonialisme dan imperialisme.

pengertian kolonialisme

kolonialisme berasal dari kata colunus ( colonia ) yang bermakna satu usaha untuk untuk mengembangkan kekuasaan satu negara diluar lokasi negara tersebut. Jadi Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan

Pengertian Imperialisme

Perkataan imperialisme berasal dari kata Latin “imperare” yang artinya “memerintah”. Hak untuk memerintah (imperare) disebut “imperium”. Orang yang diberi hak itu (diberi imperium) disebut “imperator”. Yang lazimnya diberi imperium itu ialah raja, dan karena itu lambat-laun raja disebut imperator dan kerajaannya (ialah daerah dimana imperiumnya berlaku) disebut imperium. Pada zaman dahulu kebesaran seorang raja diukur menurut luas daerahnya, maka raja suatu negara ingin selalu memperluas kerajaannya dengan merebut negara-negara lain. Tindakan raja inilah yang disebut imperialisme oleh orang-orang sekarang, dan kemudian ditambah dengan pengertian-pengertian lain hingga perkataan imperialisme mendapat arti-kata yang kita kenal sekarang ini. hingga kata imperealisme ini bisa digunakan untuk dan menetap dimana saja.

Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya. “Menguasai” disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi, kultur, agama dan ideologi, asal saja dengan paksaan. Imperium disini tidak perlu berarti suatu gabungan dari jajahan-jajahan, tetapi dapat berupa daerah-daerah pengaruh, asal saja untuk kepentingan diri sendiri. Apakah beda antara imperialisme dan kolonialisme ? Imperialisme ialah politik yang dijalankan mengenai seluruh imperium. Kolonialisme ialah politik yang dijalankan mengenai suatu koloni, sesuatu bagian dari imperium jika imperium itu merupakan gabungan jajahan-jajahan.

perbedaan kolonialisme serta imperialisme.

  • kolonialisme mempunyai tujuan untuk kuras habis sumber daya alam dari negara yang berkaitan untuk diangkut ke negara induk.
  • imperialisme mempunyai tujuan untuk menanamkan pengaruh pada seluruh bidang kehidupan negara yang berkaitan. 

persamaan kolonialisme serta imperialisme

persamaan kolonialisme serta imperialisme yaitu dapat bikin negara penjajah jadi makmur, sesaat yang dijajah makin menderita.

Sumber: Sejarah SMA/MA Kelas XI Kemdikbud 2014

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...