instagram

Perbedaan Usaha dan Energi

Fisika bukanlah topik yang bagi sebagian besar dari kita merasa nyaman dengannya. Salah satu topik yang kita pelajari selama sekolah di SMA dan atau sebagai salah satu topik selama kuliah, kita sering menggaruk-kepala dan bertanya-tanya mengapa kita harus mempelajari hal ini. Dari menghitung jarak sampai dengan mengukur kecepatan, kita sering bertanya-tanya apakah kita dapat menggunakan ini sebagai warga biasa di dunia. Jika mengendarai mobil sambil menghitung percepatan akan membantu kita maju, mungkin lalu lintas yang mengejutkan sudah di depan mata yang akan membuat kita celaka sebelum selesai menghitung semuanya.

Dua kata ini adalah “usaha” dan “energi.” Dalam istilah awam, usaha dan energi dapat dibedakan dengan mudah. Tapi dalam fisika, dua kata ini tidak datang dengan mudah seperti itu. Ini adalah konsep yang luas di mana banyak penjelasan dapat diturunkan.

Dalam fisika, usaha adalah mentransfer sejumlah energi melalui gaya yang menempuh jarak searah gaya. Kata “usaha” pertama kali diciptakan oleh Gaspard Coriolis. Dia adalah seorang ahli matematika Perancis. Dia menciptakan kata ini pada tahun 1826. Satuan SI unstuk usaha adalah joule.

Energi, di sisi lain, berasal dari kata Yunani “energeia” yang berarti “kegiatan atau operasi.” Itu digunakan di salah satu karya Aristoteles ketika awal abad ke-4 SM. Usaha dikatakan kemampuan seseorang atau sesuatu untuk terlibat atau melakukan pekerjaan. Di sisi lain, energi didefinisikan sebagai gaya yang bertindak dalam jarak tertentu. Semua Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk mendorong atau menarik oleh gaya dalam lintasan atau jarak tertentu. Energi juga diukur dalam joule.

Energi dan usaha keduanya termasuk besaran skalar. “Skalar” berarti tidak memiliki arah. Hal ini juga tidak nyata. Kita tidak bisa melihatnya atau merasakannya. Kita biasanya menggunakan energi dalam menggambarkan bagaimana hal-hal yang berbeda berperilaku sendiri. Contoh dari energi adalah energi nuklir, energi surya, energi listrik, dan banyak lagi. Dalam energi, ada dua jenis yang sering digunakan seperti energi kinetik dan energi potensial. Energi kinetik adalah ketika benda bergerak. Energi potensial adalah ketika benda sedang diam. Untuk melihat aplikasi dan perbedaan dalam energi, mari kita gunakan contoh ini:

Seorang pria menemukan sebuah koin di sepanjang jalan beton kota Jakarta. Koin dalam keadaan diam atau memiliki energi potensial. Ketika seseorang mengambil koin, ia mengambilnya dan menerapkan gaya hanya untuk mengambil koin. Dengan cara itu, USAHA dilakukan. Usaha itu dilakukan karena gaya yang diterapkan pada benda.

Usaha dan EnergiBagaimana ketika seorang wanita memegang tasnya tanpa bergerak. Apakah itu usaha? Tidak, ini bukan usaha. Untuk usaha dapat terjadi, harus ada gaya dan gerakan dari satu tempat ke tempat lain. Mengemudi mobil tidak dikatakan usaha karena kita hanya duduk. Tapi berjalan dari satu titik ke titik lain dan menerapkan gaya adalah usaha.

Usaha dan energi yang digunakan oleh fisikawan untuk menghitung dan memperoleh besaran lain. Hal ini dapat digunakan di laboratorium penelitian bagi orang untuk menerapkannya dalam penelitian yang luas seperti ilmu olahraga.

Ringkasan Perbedaan Usaha dan Energi:

1. Energi adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan usaha.Usaha, di sisi lain, adalah kemampuan untuk memberikan gaya serta perubahan jarak pada benda.

2. Ada banyak jenis energi seperti energi surya, dan sebagainya, tetapi hanya ada satu jenis usaha.

3. Energi diciptakan sejak abad 4 SM sementara usaha hanya digunakan pada tahun 1826.

4. Keduanya, usaha dan energi termasuk besaran skalar.

5. Keduanya, usaha dan energi diukur dalam satuan joule.

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...