instagram

Prasasti peninggalan Hindu – Budha

Masuknya bangsa India (kebudayaan Hindu) ke nusantara sejak abad ke-1 M. mengantarkan masyarakat nusantara ke budaya tulis atau masa aksara. Budaya tulis itu menggunakan bahasa Sanskerta dengan huruf Pallawa, yaitu sejenis tulisan yang ditemukan juga di wilayah india bagian selatan.

Dalam perkembangannya, huruf Pallawa menjadi dasar dari huruf-huruf lain di indonesia seperti huruf Kawi, Jawa Kuno, Bali Kuno, Lampung, Batak, dan Bugis-Makasar. Sedangkan bahasa Sanskerta tidak berkembang seperti huruf Pallawa. Sebab, bahasa Sanskerta di gunakan hanya dilingkungan terbatas, yaitu di lngkungan istana dan para oleh Brahmana dalam upacara keagamaan.

Bukti pertama dikenalnya tulisan (aksara) di nusantara adalah penemuan tulisan di atas tujuh buah yupa abad ke-4 M di wilayah Kutai, Kalimantan Timur. Jejak sejarah berupa tulisan itu dapat dilihat melalui berbagai prasasti.

Prasasti berasal dari bahasa sanskerta yang berarti pujian, merupakan piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama, yang memuat informasi tentang sejarah, peringatan, atau catatan tentang sebuah peristiwa.

Di antara berbagai sumber sejarah kuno indonesia, seperti naskah dan berita asing, prasasti dianggap sumber terpenting karena mampu memberikan kronologi suatu peristiwa. Ada banyak hal yang membuat prasasti sangat menguntungkan dunia pemelitian masa lampau.

Loading...

Selain mengandung unsur penaggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan. Hampir semua prasasti pada masa Kerajaan Hindu, juga menggubah karya sastra sejak zaman Karajaan Kediri, menggunakan huruf Pallawa.

Meski sebagian besar berisi pujian terhadap raja dan beberapa lainnya berisi tentang silsilah suatu tokoh, utang-piutang, dankutukan atau sumpah, sebagian besar prasasti yang ditemukan di indonesia berisi tentang sima, yaitu tentang perpindahan hak, pengumpulan pajak dengan imbalan, dan pemberian jasa pada lembaga agama. Tulisan-tulisan pada prasasti biasanya mengikuti format tertentu seperti berisi tanggal, tahun, dan nama pejabat yang memerintahkan pembuatan prasasti tersebut.

Prasasti ternyata tidak hanya ditulis di atas batu, tetapi juga di tulis diatas lempengan emas, perunggu, tembaga, daun lintar, daun nipah, kulit pohon, daluang (sejenis kertas yang dibuat dari serat-serat tanamah yang memiliki tekstur kasar), kain, dan kertas.

Prasasti di indonesia dapat dikelompokan sesuai bahasanya. Prasasti dalam bahasa sanskerta terdapat pada prasasti-prasasti yang dibuat pada abad ke-4 sampai abad ke-9. Misalnya, prasasti yang dipahat pada tiang batu (yupa) diwilayah Kerajaan Kutai, prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara (Ciaruteun, Jambu, Kebon Kopi, Pasir awi, Muara Cianten, Tugu, dan Cidangiang).

Prasasti berikutnya adalah prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Jumlahnya tidak terlampau banyak, diantaranya prasasti Kedu, prasasti Dinoyo, dan prasasti-prasasti lain peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Bahasa jawa Kuno diperkirakan mulai digunakan sekitar abad ke-9.

Selain kedua prasasti tersebut,  ditemukan juga prasasti dalam bahasa Melayu Kuno, yang banyak ditemukan di Sumatra. Contohnya prasasti Kedukan Bukit, prasasti Talang Tuo, dan prasasti Telaga Batu, semua peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Selanjutnya prasasti dalam bahasa Bali Kuno, biasanya digunakan oleh kerajaan-kerajaan Bali, selain huruf Pallawa, prasasti ini juga menggunakan huruf Jawa Kuno dan Pranagari. Contoh prasasti dalam bahasa Bali Kuno adalah prasasti Julah dan prasasti Ugrasena.

Selain bahasa dan aksara yang sudah disebutkan, di indonesia juga ditemukan prasasti dalam aksara Persia. Aksara ini banyak digunakan untuk menulis teks-teks keagamaan dan teks pada batu nisan.

Kebanyakan prasasti dengan aksara ini berangka tahun sekitar abad ke-11, misalnya prasasti yang terdapat dimakam Raja malik As-Saleh di Sumatra Utara, berangka tahun 1297 M. aksara tersebut bahkan sudah digunakan jauh lebih awal lagi, yang dibuktikan pada makam Fatimah binti Maemun (475 H/1082 M) di Leran, Gresik, Jawa Timur.

sumber : ratna hapsari | m adil. sejarah indonesia SMA/MA kelas X. ERLANGGA

Loading...
1 Comment

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*