instagram

Sebutkan ciri fisik Homo wajakensis

Manusia purba jenis homo wajakensis ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889 oleh van Rietchoten. Homo wajakensis diartikan sebagai “manusia dari wajak”. Manusia purba jenis homo wajakensis digolongkan sebagai Homo Sapiensi pertama di Asia. Manusia purba jenis homo wajakensis memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut :

1. Memiliki tengkorak besar
2. Volume otak berkisar 1630 cc
3. Mukanya lebar dan datar
4. Akar hidungnya lebar
5. Bagian mulutnya sedikit menonjol
6. Tinggi tubuhnya sekitar 173 cm
7. Memiliki tubuh yang tegap
8. Gigi besar-besar

Homo wajakensis memiliki kesamaan dengan ciri-ciri Mongoloid dan Australomelanesoid. Manusia jenis homo dari wajak termasuk ras yang masih sulit ditentukan. Temuan manusia Wajak menunjukan bahwa sekitar 40.000 tahun yang lalu di indonesia sudah didiami oleh manusia purba jenis Homo sapiens. Rasanya sulit dicocokan dengan ras-ras pokok yang ada saat ini. Manusia dari Wajak sering sekali dianggap sebagai seubras Melayu-Indonesia.

Fosil Homo Wajakensis mempunyai tinggi badan sekitar 130—210 cm, dengan berat badan antara 30-150 kg. Volume otaknya mencapai 1300 cc Manusia purba jenis ini hidup antara 40.000 —25.000 tahun yang lalu, pada lapisan Pleistosen Atas. Apabila dibandingkan jenis sebelumnya, Homo Wajakensis menunjukkan kemajuan.

Makanannya sudah dimasak walaupun masih sangat sederhana. Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli suku Aborigin di Australia. Oleh karena itu, Eugene Dubois menduga bahwa Homo WajakensIs termasuk dalam ras Australoide, bernenek moyang Homo Soloensis dan menurunkan bangsa Aborigin. Fosil Homo Wajakensis juga memiliki kesamaan dengan fosil manusia Niah di Serawak Malaysia, manusia Tabon di Palawan, Filipina, dan fosil-fosil Australoid dari Cina Selatan, dan Australia Selatan.

Homo wajakensis ini merupakan ras yang masih sulit ditentukan keturunannya karena ia memiliki ciri-ciri ras Mongoloid dan juga Austromelanesoid, atau kemungkinan besar dari sub ras Melayu Indonesia, namun turut berevolusi menjadi ras austromelanesoid sekarang.

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...