instagram

Sebutkan contoh benda peninggalan zaman Megalitikum

Bangunan yang termasuk kebudayaan megalithikum adalah menhir (tugu batu), sarkofagus (peti mati), dolmen (meja sesaji), punden berundak (tempat pemujaan), arca, waruga (kubur batu kecil), dan kubur batu.

Pada zaman batu muda (Neolitikum) terdapat peninggalan-peninggalan berbentuk benda atau bangunan dari batu dalam ukuran yang besar (Megalitikum). Bahan untuk membuat megalit biasanya didatangkan dari tempat lain.Zaman ini diperkirakan berkembang dari zaman batu muda sampai zaman logam. Benda-benda peninggalan dari zaman batu besar adalah sebagai berikut.

1) Dolmen, yaitu meja batu yang biasanya dijadikan tempat sesaji dan pemujaan kepada nenek moyang yang berfungsi sebagai penutup sarkofagus. Dolmen banyak ditemukan di Besuki, Jawa Timur. Dolmen di daerah ini biasa disebut pandhusa.

2) Kubur batu, yaitu peti tempat menyimpan jenazah yang dibuat dari batu. Kubur batu banyak ditemukan di Bali, Pasemah (Sumatra Selatan), Wonosari (Yogyakarta), Cepu (Jawa Tengah), dan Cirebon (Jawa Barat).

3) Sarkofagus, yaitu peti tempat menyimpan jenazah bentuknya seperti palung atau lesung yang dibuat dari batu yang utuh dan diberi penutup. Sarkofagus banyak ditemukan di Bali dan Bondowoso (Jawa Timur).

4) Waruga, yaitu kubur batu berbentuk kubus atau bulat yang terbuat dari batu besar yang utuh. Waruga banyak ditemukan di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

5) Punden berundak, yaitu bangunan berteras-teras tempat pemujaan roh nenek moyang. Peninggalan ini banyak ditemukan di Lebak Sibedug (Banten Selatan), Leles (Garut), dan Kuningan (Jawa Barat). Dalam perkembangannya, punden berundak ini dapat disebut sebagai bentuk awal candi di Indonesia.

6) Menhir, yaitu batu besar berupa batu tunggal seperti tiang atau tugu yang berfungsi sebagai tanda peringatan arwah nenek moyang. Menhir banyak ditemukan di Pasemah (Sumatra Selatan), Ngada (Flores), Rembang (Jawa Tengah), dan Lahat (Sumatra Selatan).

7) Arca atau patung, yaitu bangunan batu berupa binatang atau manusia yang melambangkan nenek moyang dan menjadi pujaan. Peninggalan ini banyak ditemukan di Pasemah (Sumatra Selatan) dan lembah Bada Lahat (Sulawesi Selatan).

Related Posts
4 Comments
  1. makasih sudah berbagi, Saya sangat menghargai apa yang di tulis dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di website ini. Terima Kasih

  2. Thanks sudah membagikan, Saya sangat antusias apa yang di tulis dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di blog ini. Terima Kasih

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*