instagram

Sifat-sifat Koloid dan Manfaatnya bagi Manusia

Koloid merupakan suatu sistem yang mempunyai sifat diantara larutan sejati dan suspensi. Sifat – sifat tersebut adalah:

1. Efek Tyndall

Hamburan cahaya oleh koloid, dikenal sebagai efek Tyndall, pertama kali dijelaskan oleh fisikawan Inggris John Tyndall. Salah satu  sistem koloid yang membedakan mereka dari larutan sejati adalah bahwa partikel koloid dapat menghamburkan cahaya.

Jika seberkas cahaya, seperti yang dari senter, melewati koloid, cahaya tersebar oleh partikel koloid dan lintasan cahaya karenanya dapat diamati. Ketika seberkas cahaya melewati larutan sejati misalnya garam dalam air hanya ada sedikit hamburan cahaya, lintasan cahayanya tidak dapat dilihat dan sejumlah kecil cahaya yang tersebar tidak dapat dideteksi kecuali dengan instrumen yang sangat sensitif.

2. Gerak Brown

Partikel koloid muncul sebagai titik kecil cahaya dalam suatu gerakan konstan yang  disebut gerak Brown.  Gerak Brown ini  dapat diamati dengan mikroskop ultra. Keberadaan partikel koloid memiliki sedikit efek pada sifat koligatif larutan yakni titik didih, titik beku, dan yang lainnya.

3. Elektroforesis

Elektroforesis merupakan perpidahan atau migrasi partikel koloid yang bermuatan bergerak menuju elektroda muatan yang berlawanan. Partikel-partikel koloid dapat menyerap ion dan memperoleh muatan listrik. Jika muatan pada partikel koloid dinetralkan, koloid akan mungkin mengendap menjadi sebuah suspensi.

4. Adsorbsi

Sebuah koloid dapat diendapkan dengan menambahkan koloid lain dengan partikel bermuatan yang mengakibatkan partikel saling menarik satu sama lainnya, mengental, dan mengendap. Inilah yang disebut adsorbsi. Penambahan ion yang mudah larut dapat memicu terjadinya  koloid; ion dalam air laut mengendapkan lumpur koloid tersebar di air sungai, membentuk delta.

Asap pabrik dilewatkan pada alat Cottrell

Asap pabrik dilewatkan pada alat Cottrell

Sistem adsorbsi digunakan pada sebuah metode yang dikembangkan oleh FG Cottrell mengurangi polusi udara dengan menghilangkan partikel koloid ( asap, debu, dan abu terbang dari gas buang dengan debu listrik. Partikel dalam sistem liofob yang mudah digumpalkan dan diendapkan, dan sistem tidak dapat dengan mudah dikembalikan ke keadaan koloid nya. Sebuah koloid liofilik tidak mudah mengendap dan biasanya dapat dikembalikan dengan penambahan pelarut.

Tiksotropi adalah keadaan yang ditunjukkan oleh gel  (koloid berupa agar-agar). Sebuah gel tiksotropik tampak padat dan mempertahankan bentuk sendiri sampai dikenai sebuah gangguan seperti mengguncang – guncangkannya. Kemudian bertindak sebagai sol (koloid setengah cair) dan dapat mengalir dengan bebas. Perilaku tiksotropik adalah reversibel, dan ketika didiamkan sistem sol perlahan beralih ke gel. Gel tiksotropik meliputi minyak, cat tertentu , tinta cetak, dan tanah liat tertentu. Tanah liat  yang mempunyai sifat tiksotropik dapat menyebabkan tanah longsor seperti tanah longsor di beberapa bagian Skandinavia dan Kanada.

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*