instagram

Tatanama Alkohol dan Eter dan contohnya

Semua alkohol mengandung gugus -OH, misalnya etanol. Alkohol memiliki sifat kimia yang mirip. Semua eter mengandung gugus -O-, misalnya dimetileter. Eter memiliki sifat kimia yang mirip. Gugus seperti -OH dan -O- yang diganti dalam rantai hidrokarbon disebut gugus fungsional. Mereka mendominasi molekul kimia dan memberikan sifat karakteristik.

Rantai hidrokarbon adalah bagian aktif dari molekul dan disebut rantai samping dan diberikan simbol R. Penamaan senyawa organik terbagi menjadi dua, yaitu penamaan menurut IUPAC (nama sistematik) dan penamaan trivial (nama umum).

Penamaan menurut IUPAC merupakan sistem penamaan yang telah ditetapkan oleh IUPAC (International Union and Pure Applied Chemistry), sedangkan penamaan trivial merupakan sistem penamaan yang telah dikenal sebelum ditetapkannya sistem penamaan menurut IUPAC tersebut.

Nama trivial lebih banyak dikenal dalam industri dan perdagangan karena penyebutannya yang lebih mudah.

Tata nama Alkohol (alkanol) IUPAC:

Alkohol merupakan senyawa turunan dari alkana yang anto H-nya diganti dengan gugus –OH.

1)  Pilih rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus –OH sebagai rantai utama dan beri nama seperti nama alkananya dengan mengganti akhiran “a” menjadi akhiran “ol
2) Melakukan penomoran dengan cara memberi nomor serendah mungkin pada atom karbon yang mengikat gugus –OH.
3)  Jika terdapat cabang, penamaan dilakukan seperti tata nama alkana.
4)  Urutan penulisan namanya adalah: nomor cabang dan nama cabang (jika ada) – nomor letak gugus OH – nama rantai utama.

tatanama alkohol

Tata nama trivial:

Pilih rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus –OH sebagai rantai utama. Beri nama rantai tersebut dengan nama alkil, yaitu dengan mengganti akhiran”ana” menjadi “it”. Kemudian ikuti nama tersebut dengan kata “alkohol”.

CH3OH           : metil alkohol

CH3CH2OH    : etil alkohol

Tata nama Eter IUPAC:

Cara pemberian nama menurut IUPAC adalah dengan memandang bahwa eter merupakan gugus alkoksi (–O–R’) yang terikat pada suatu alkana. Oleh karena itu, eter disebut juga dengan alkoksialkana. Letak gugus alkoksi pada alkana diberi nomor seperti pada penomoran terhadapgugus alkil dari suatu alkana yang bercabang.

Tata nama trivial:

Jika eter dipandang sebagai gugus –O– yang mengikat dua buah gugus alkil (R) dengan struktur: R–O–R’, cara penamaannya adalah sebagai berikut.

1)  Eter yang memiliki gugus alkil R sama dengan gugus R’ disebut eter simetris dan penamaannya disebut dengan dialkil eter.

2)  Eter yang memiliki gugus R tidak sama dengan R’ penamaannya adalah: alkil (R) – alkil (R’) – eter, dengan memperhatikan urutan abjad.

Berikut adalah contoh cara penamaan eter dengan dua cara tersebut.

Struktur Cara IUPAC Cara Trival
CH3—O—CH3 Metoksimetana Dimetil eter atau metil eter
CH3—O—C2H2 Metoksietana Etil metil eter
C2H5—O—C2H5 Etoksietana Dietil eter atau etil eter
CH3—CH—CH3
|
O
|
C2H5
2-etoksipropana Etil isopropil eter
               CH3
|
CH3— C —O—CH3
|

CH3
2-metil- metoksipropana Metil tersier-butil eter

(MTBE)

Related Posts
0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*