instagram

Zat penyusun tubuh tumbuhan

Untuk mengetahui unsur-unsur yang menyusun tubuh tumbuh-tumbuhan dapat digunakan analisis abu.
Caranya:
a. Bagian tumbuhan, misalnya daun ditimbang.
b. Kemudian dipanaskan sampai beratnya konstan. Berat yang hilang menunjukkan jumlah air yang menguap.
c. Tumbuhan yang beratnya telah konstan, dibakar dalam oven hingga menjadi gas dan abu.
d. Gasnya adalah oksida senyawa organik, sedang abunya adalah oksida unsur-unsur logam.
e. Gas dan abu kemudian dianalisis.

Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa zat penyusun tubuh tumbuhan terditi atas.
1) Unsur-unsur esensial, yaitu unsur yang mutlak diperlukan oleh segala macam tumbuhan. Unsur ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

a. Unsur makro, unsur yang mutlak diperlukan dalam jumlah besar atau tidak bolah tidak ada. Yang termasuk unsur ini adalah:
C, H, O, N, S, P, K, Cad an Mg.
b. Unsur mikro, unsur yang mutlak diperlukan oleh semua jenis tumbuhan tetapi dalam jumlah kecil. Yang termasuk unsur ini adalah: CU, Co, Zn, Mn, dan Fe.
2) Unsur non-esensial atau unsur tambahan, yaitu unsur yang hanya diperlukan oleh beberapa jenis tumbuhan tertentu, baik dalam jumlah sedikit ataupun dalam jumlah besar. Misalnya ialah: Na, Si, Al, dan Cl.

Peranan Beberapa Unsur penting dan Gejala yang Tampak Bila Terjadi Kekurangan

1) Nitrogen (N): berfungsi untuk bahan sintesis asam amino, protein, dan asam nukleat. Diabsorbsi oleh akar kecuali leguminosae, dalam bentuk NH4+/NO3-. Kekurangan unsur ini menyebabkan klorosis, pertumbuhan terganggu dan biasanya pembentukan antosianin menjadi lebih giat.

2) Phosphor (P): diserap dalam bentuk . Penting untuk penyusunan asam nukleat, fosfolipid dan koenzim. Kekurangan unsur ini menyebabkan pertumbuhan terhambat, daun-daun mudah rontok dan terjadi nekrosis atau kematian sel.

3) Calcium (Ca): diserap dalam bentuk Ca++. Merupakan komponen pembentukan pektin, yaitu bahan penting dinding sel muda sehingga apabila kekurangan akan menyebabkan pembelahan sel terhambat.
4) Kalium (K): diserap dalam bentuk K+. Berfungsi sebagai katalisator dalam pembentukan karbohidrat dan protein. Bila kekurangan akan menyebabkan daun menjadi kuning dan timbul noda-noda berupa jaringan mati (nekrosis) pada lembar daun.

5) Ferrum (Fe): diserap dalam bentuk Fe++. Penting sebagi katalisator dalam pembentukan klorofil. Bila kekurangan akan menyababkan terjadinya klorosis.
6) Magnesium (Mg): diserap dalam bentuk Mg++. Merupakan komponen pembentukan klorofil. Bila kekurangan akan menyebabkan klorosis.

0 Comments

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

loading...