Aspek-Aspek Geografi

Objek geografi dalam membahas pemukiman manusia adalah wilayah perkotaan dan pedesaan. Desa di artikan sebagai wilayah tempat tinggal penduduk

Geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan sepanjang hayat dan mendorong peningkatan kehidupan. Lingkup bidang kajiannya memungkinkan manusia memperoleh jawaban atas pertanyaan dunia sekelilingnya yang menekankan pada aspek spasial, dan ekologis dari eksistensi manusia.

Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek dan proses yang membentuknya, hubungan kausal dan spasial manusia dengan lingkungan, serta interaksi manusia dengan tempat.

Sebagai suatu disiplin integratif, geografi memadukan dimensi alam fisik dengan dimensi manusia dalam menelaah keberadaan dan kehidupan manusia di tempat dan lingkungannya.

1. Oikumene dan Pemukiman

Bila di lihat secara keseluruhan, geografi menelaah oikumene yaitu bagian dari bumi yang di huni manusia. Asal kata oikumene adalah oikos yang artinya banyak, misalnya rumah (tempat tinggal), penghuni rumah (keluarga), sampai rumah tangga (kebutuhan hidup penghuninya)

Di dalam geografi, manusia menjadi salah satu objek studi, manusia sebagi penghuni bumi selalu di hubungkan dengan tempat ia tinggal. Sehubungan dengan itu, para ahli geografi meneliti penyebab manusia bertempat tinggal di daerah dataran rendah, dataran tinggi, dekat pantai, dekat pantai, atau dekat pertanian.

Objek geografi dalam membahas pemukiman manusia adalah wilayah perkotaan dan pedesaan. Desa di artikan sebagai wilayah tempat tinggal penduduk yang hidup dari proses produksi agraris. di sisi lain, kota merupakan wilayah konsentrasi penduduk nonagraris yang menggunakan ruang secara lebih intensif. Perbedaan fisik antara kota dan desa tampak jelas di negara-negara berkembang.

2. Penyebaran penduduk

Pada kenyataannya, permukaan bumi tidak di diamoleh manusia secara merata. Tugas khusus ahli geografi adalah memetakanpenyebaran itu dengan jelas. Hasil sensus pada tahun tertentu di suatu wilayah dapat di petakan sehingga kepadatan wilayah itu dapat di ketahui oleh pembaca peta. Dari peta tersebut dapat di analisis penyebab suatu wilayah lebih padat atau kurang padat di bandingkan wilayah lain. Ahli geografi ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.

Wilayah lembah sungai biasanya berpenduduk lebih banyak daripada daerah sekitarnya, karena air merupakan faktor utama bagi kehidupan. Penduduk di kota lebih banyak dari pada penduduk desa. Untuk menyempurnakan analisis tersebut, para ahli geografi menggunakan foto udara dari citra satelit sebagai sumber data.

3. Kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk dinyatakan dalam jumlah penduduk per luas wilayah (kepadatan aritmatik). Kepadatan penduduk dapat dinyatakan dalam perbandingan jumlah orang per luas tanah pertanian (kepadatan fisiologis) dan perbandingan jumlah orang yang hidup dari pertanian perluas tanah garapan (kapadatan agraris). Geografi mempelajari eksploitasi tanah sabagai sumber daya alam agar dapat di diami manusia. Dalam proses tersebut muncul permasalahan seperti gejala kelebihan atau kekurangan penduduk.

4. Perubahan penduduk

Perbedaan kepadatan penduduk antara suatu wilayah dengan wilayah yang lain dapat di akibatkan oleh perbedaan pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk dapat di pengaruhi oleh jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk antar wilayah.
Geografi kependudukan banyak membantu pada penelaahan kondisi demografis suatu wilayah atau negara, geografi kependudukan membahas masalah demografi yang berhubungan dengan seluk-beluk perilaku penduduk.

5. Migrasi penduduk

Migrasi adalah gerakan penduduk dari satu wilayah menuju wilayah yang lain untuk bertempat tinggal secara permanen. Bentuk lain dari migrasi adalah perpindahan mengikuti musim untuk akhirnya kembali ke lokasi semula. Migrasi jenis ini biasanya terjadi di daerah gurun. Di indonesia, terjadi perpindahan musiman pada kaum buruh dari desa ke kota. Jika pekerjaan di bidang pertanian sepi, mereka mencari pekerjaan di kota. Jenis migrasi lainnya adalah pelaju harian yaitu penduduk yang bekerja setiap hari di kota dan pulang ke daerah pinggiran kota.

Secara garis besar, dalam menelaah dan mengkaji geografi dapat diklasifikasikan menjadi geografi fisik, geografi manusia, dan geografi regional.

a. Geografi Fisik

Geografi fisik adalah cabang dari ilmu geografi yang mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi yang meliputi tanah, air, dan udara dengan segala prosesnya. Selain itu, geografi
fisik juga mengkaji gejala-gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Geografi fisik dapat dijadikan pelengkap dalam mempelajari geografi manusia, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan. Sesuai dengan pembagian geografi ortodok, geografi fisik terdiri atas geomorfologi, hidrologi, klimatologi, pedologi, dan lain-lain.

b. Geografi Manusia

Geografi manusia adalah cabang dari ilmu geografi yang mempelajari semua aspek gejala di permukaan bumi yang mengambil manusia sebagai objek utamanya. Sesuai dengan pembagian geografi ortodok, geografi manusia dapat dibagi menjadi geografi ekonomi, geografi penduduk, geografi perkotaan, dan geografi pedesaan.

c. Geografi Regional

Geografi regional merupakan perpaduan dari geografi fisik dan geografi manusia. Geografi regional merupakan studi tentang variasi persebaran gejala dalam ruang pada waktu tertentu baik lokal, nasional, maupun kontinental. Melalui analisis geografi regional, karakteristik yang khas dari suatu wilayah dapat ditonjolkan, sehingga perbedaan wilayah dapat terlihat jelas. Dalam studi geografi regional, semua gejala geografi ditinjau dan dideskripsikan secara berkaitan dalam hubungan integrasi dan interrelasi keruangan.

Kajian geografi mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan geografi. Keterkaitan geografi dengan disiplin ilmu lain dapat dibedakan menurut aspek fisik dan aspek sosial.

Aspek fisik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan semua fenomena alam yang langsung dapat diamati. Aspek sosial meliputi aspek antropologis, politis, ekonomis, dan aspek yang berhubungan dengan pola hidup manusia. Hubungan geografi dengan aspek ilmu yang lain melahirkan ilmu baru. Sebagai contoh, hubungan geografi dengan biologi melahirkan ilmu baru yaitu biogeografi, hubungan geografi dengan antropologi melahirkan antropogeografi,
dan hubungan geografi dengan fisika melahirkan geofisika. Kedua aspek dalam geografi ini menjadi dasar pembagian ilmu geografi menjadi dua cabang utama.

Geografi fisik mempelajari lanskap atau bentang alam fisik Bumi, misalnya gunung, dataran rendah, sungai, dan pesisir. Geografi fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta mencari jawaban tentang pembentukan dan perubahannya dari kenampakan masa lalu.

Geografi manusia mempelajari lanskap atau bentang lahan manusia (budaya), misalnya komponen-komponen buatan manusia seperti jalan, saluran air, permukiman, pusat kegiatan, dan bangunan. Geografi manusia mencoba mendeskripsikan dan menjelaskan pola-pola kenampakan manusia dan kegiatannya serta meneliti hubungan antara manusia dan lingkungannya.

Antara geografi fisik dan geografi manusia sangat berkaitan. Lingkungan fisik membatasi dan mengatur kondisi yang berpengaruh terhadap perilaku manusia dan budaya. Sebagai contoh, iklim tertentu cocok untuk pertumbuhan jenis tanaman tertentu. Tanaman seperti padi, tumbuh subur di daerah yang banyak menerima curah hujan. Akan tetapi, agar manusia tetap dapat menanam padi di daerah kurang hujan, mereka melakukan modifikasi lahan dengan membuat saluran pengairan dan kadangkadang mengeksplorasi lingkungan fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *