6 Ciri-ciri Lumut daun (Bryopsida) dan soal

Lebih dari 95% dari spesies lumut milik Bryopsida. Keanekaragaman dalam kelompok lumut daun telah diklasifikasikan ke dalam 90-110 famili dan 11 sampai 16 ordo. Dicranaceae dan Hypnales adalah kelompok yang paling beragam masing-masing dengan 13 dan 44 famili Bryopsida.

Semua ciri dari gametofit (protonema, gametophore, gametangia) dan sporofit (seta, sporangium dan peristom) yang dideskripsikan Bryophyta berlaku juga untuk Bryopsida.

Di sini, pola dasar dari variasi dalam peristom memerlukan pemeriksaan khusus, karena memberikan sebagian besar karakter untuk klasifikasi di tingkat ordo dalam Bryopsida.

Bryopsida merupakan lumut sejati yang jumlahnya paling banyak dari lumut yang lain. Tubuh lumut daun berbentuk, seperti tumbuhan kecil yang tegak. Umumnya, tinggi lumut daun kurang dari 1O cm, namun ada yang tingginya mencapai 40 cm, seperti polytricum communae.

Lumut daun tampak sudah memiliki daun, batang, namun belum memiliki akar sejati. Akar hanya berupa rhizoid yang menyerupai benang. Batang lumut daun bercabang dan daunnya berukuran kecil yng tersebar di sekeliling batang. Tubuh gametofit memiliki gametangium di bagian atasnya.

Ciri-ciri lumut daun atau Bryopsida adalah:

  1. Akarnya belum berupa akar, masih berupa rhizoid.
  2. Fase dominannya adalah fase gametofit.
  3. Spora terdiri 2 lapisan, yaitu endospora dan eksospora, habitatnya pada tempat lembab.
  4. Sporofitnya terdiri dari bagian seta, apofisis, vaginula, kolumela, dan kaliptra.
  5. Sporofit pada umumnya lebih kecil, berumur pendek, dan hidup tergantung pada gametofit.
  6. Reproduksi vegetatif dengan spora, generatif dengan arkegonium yang menghasilkan ovum dan anteridium yang menghasilkan spermatozoid.

Rizoid

Semua lumut memiliki rizoid. Ini adalah struktur penahan, seperti akar, tetapi tanpa fungsi serap seperti akar sejati. Rizoid lumut daun adalah struktur multi-sel dan sering bercabang, sedangkan rizoid lumut hati kebanyakan bersel tunggal dan jarang bercabang. Rizoid hadir pada tahap protonema.

Sistem rizoid lumut daun bisa luas. Rizoid bukan jenis akar dan tidak menghantarkan air dan nutrisi secara internal, tetapi massa rizoid dapat menghantarkan air secara eksternal melalui aksi kapilaritas.

Pada beberapa spesies, rizoidnya digabungkan menjadi satu, hampir seperti tali, dan untaian seperti itu sangat efektif dalam menggerakkan air dengan aksi kapiler.

Daun

Pada tumbuhan lumut daun kering, daun biasanya dilipat atau digulung di sekitar batang. Dalam kasus seperti itu, daun Bryopsida membuka atau tidak mengembang ketika tanaman menjadi basah. Dengan demikian lumut dapat terlihat sangat berbeda dalam keadaan basah dan kering.

Masing-masing daun bryopsida berukuran kecil, umumnya dari setengah milimeter hingga tiga milimeter. Lumut daun selalu menempel langsung ke batang, tidak pernah dengan tangkai pendek.

Dalam kebanyakan genera, daun bryopsida hanya setebal satu sel, membuatnya tembus cahaya. Dalam banyak genera seperti lumut daun itu, daun menebal di sepanjang sumbu pusatnya yang panjang. Penebalan seperti itu disebut saraf atau kosta. Ada beberapa genus Bryopsida (seperti Leucobryum dan Sphagnum) di mana daunnya tebal beberapa sel. Daun pada lumut daun umumnya lancip ke ujung (meskipun lancip mungkin tiba-tiba atau bertahap). Ujung dapat berlanjut sebagai ekstensi panjang seperti rambut, yang disebut titik rambut.

Daur hidup

Lumut daun mengalami pergiliran keturunan antara gametofit dan sporofit. Tubuh sporofit bryopsida akan tumbuh di bagian atas tumbuhan gametofit betina. Sporofit akan menempel untuk memeroleh nutrisi. Selain dengan spora, lumut daun, seperti Spaghnum,dapat pula bereproduksi dengan fragmentasi.

Terdapat sekitar 10.000 spesies lumut daun contohnya antara lain, Polytrichum juniperinum,  Funaria,  Sphagnum,  Pogonatum cirrhatum,dan Andreapeterphi /ia. Spaghnum apabila dikeringkan dan  disterilisasi  dapat  digunakan untuk  pembuatan  kapas dan pembalut. Spaghnum  juga  berfungsi untuk membantu penyerapan air dan menjaga kelembaban tanah.

Habitat Bryopsida (lumut daun)

  1. Lumut daun dapat tumbuh diatas tanah-tanah yang gundul yang periodik mengalami masa kekeringan.
  2. Lumut daun dapat pula kita temukan diantara rumput-rumput, diatas cadas, pada batang-batang dan cabang-cabang, bahkan ada yang pada daun-daun, pohon-pohon, di rawa-rawa tetapi jarang didalam air.
  3. Lumut daun/lumut sejati dapat ditemukan di daerah kutub, tropis atau gurun.

Reproduksi Bryopsida (Lumut Daun)

Perkembangbiakan secara bryopsida vegetatif berlangsung dengan pembebasan spora dari kapsul, sebagai hasil dari pembelahan sel induk spora secara meiosis yang menghasilkan empat spora atau tetraspora.

Jika sporogonium (sporofit) lumut daun telah masak, kaliptra dan operkulumnya lepas dan jatuh. Jika udara disekitarnya kering, gigi-gigi peristom akan menggulung keluar sehingga spora dapat keluar, dan akan diterbangkan oleh angin. Jika spora bryopsida jatuh ditempat yang sesuai, spora akan tumbuh menjadi protonema yang berbentuk seperti benang.

Reproduksi Bryopsida (Lumut Daun)
Reproduksi Bryopsida (Lumut Daun)

Perkembangbiakan secara generatif  Bryopsida berlangsung  melalui pembuahan sel telur oleh sel jantan dan akan menghasilkan zigot. Pembuahan lumut daun ini terjadi karena adanya kemotaksis (gaya tarik kimia) pada medium air. Zigot bryopsida akan membelah beberapa kali sehingga terbentuk embrio yang akan tumbuh menjadi sporogonium (badan penghasil spora) atau sporofit (tumbuhan penghasil spora). Jadi, sporofit merupakan turunan generatif lumut daun.

Skema Daur Hidup Bryopsida
Skema Daur Hidup Bryopsida

Manfaat / peranan Bryopsida

  1. Lumut daun memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen.
  2. Bryopsida Sphagnum dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kapas dan sebagai bahan bakar.
  3. Lumut daun dapat menyerap air serta menjaga kelembaban tanah.
  4. Bryopsida bisa digunakan sebagai ornament tata ruang.
  5. Lumut gambut di rawa dapat dijadikan sebagai pupuk penyubur tanah.
  6. Lumut sphagnum dikenal sebagai obat penyakit kulit dan mata.
  7. Di hutan bantalan lumut berfungsi menyerap air hujan sehingga mengurangi kemungkinan adanya banjir.

Sifat Lumut Daun

  • Bryopsida tubuhnya masih berupa talus
  • Lumut daun warna hijau, mempunyai klorofil a dan b tetapi tidak ada variasi dalam bentuk plastidanya
  • Lumut yg masih primitif tubuhnya berupa lembaran yg merayap, tetapi untuk yg lebih maju, talusnya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi
  • Daun-daun (filoid) bryopsida terdiri atas satu lapis sel dan mempunyai rusuk tengah
  • Di bagian tengah terutama dekat rusuk tengah daun selalu terdiri atas lebih dari satu lapis sel, tetapi belum ada daging daun (mesofil)
  • Terdapat pembagian pekerjaan dalam talus Bryopsida, ada seperti jaringan asimilasi dan jaringan penyimpan cadangan makanan
  • Memiliki liang udara yang berfungsi seperti stoma
  • Dinding sel bryopsida terdiri atas selulosa
  • Alat kelamin terdiri atas anteridium (jantan) dan arkegonium (betina)
  • Arkegonium bryopsida berbentuk seperti botol, bagian yg lebar disebut perut dan yang sempit disebut leher, mempunyai dinding sel yang terdiri dari selapis sel Anteridium berbentuk bulat atau seperti gada, mempunyai dinding sel yang terdiri dari selapis sel steril, di dalamnya terdapat spermatozoid sel telur yang telah dibuahi akan membentuk embrio lalu tumbuh menjadi suatu badan kecil yang akan menghasilkan spora yaitu sporogonium yg tetap menempel pada induknya.

Struktur Tubuh Lumut Daun

  • Tumbuhan terdiri dari sumbu (batang), daun, dan rizoid multiseluler.
  • Daun terbentuk dalam 3 sampai 8 baris.
  • Daun memiliki rusuk (simetri radial). Sumbu batang pada lumut daun biasanya menampilkan diferensiasi menjadi epidermis korteks, dan silinder pusat.
  • Alat kelamin pada bagian ujung batang, sporogonium terdiri dari kaki, tangkai dan kapsul.
  • Gigi peristoma ada satu atau dua deret melingkari lubang diujung kapsul.

Jenis Lumut Daun

1. Sub Kelas Eurbya (Brydea)

Eurbya ialah salah satu jenis sub kelas terbesar dari lumut dan bisa dinamakan lumut sejati.

Ciri – Ciri Sub Kelas Eurbya (Brydea)

  • Protonema bisa selalu memiliki bentuk benang yang bercabang berwarna hijau, protonema mengeluarkan rizoid yang tidak mempunyai warna.
  • Gametafora selalu jelas dan dapat dibedakan antara batang dengan daun-daun.
  • Sporangium tersusun dari kapsul, kaki dan seta.

2. Sub Kelas Spanobrya (Sphagnidae)

sub kelas primitive di dalam kelas Bryopsidae bangsa ini hanya terdiri atas 1 ordo yaitu Spagnales. Yang termasuk 1 famili yaitu Spagnaceae dan 1 genus yaitu Spagnum.

Kelompok ini meliputi sejumlah besar jenis lumut yang banyak hidup ditempat-tempat yang berawa dan membentuk rumpun/bantalan dari atas daan tiap-tiap tahun tampak bertambah luas. Sedangkan pada bagian bawah yang berada dalam air mati dan akan berubah menjadi gambut.

Ciri – Ciri Sub Kelas Spanobrya (Sphagnidae)

  • Protonema memiliki bentuk daun yang kecil, tiap protonema hanya dapat membentuk gametopora
  • Gametopora tersusun dari batang-batang yang bercabang dengan daun-daun dan gametopora tidak memiliki rizoid
  • Sporangium memiliki kaki yang lebar, serta hanya berupa lekukan di antara kaki dari kapsul. Tidak mempunyai peristom pada kapsul

3. Sub Kelas Andreaobrya (Andreaeaidea)

Jenis ini hanya terdiri dari 1 ordo saja yaitu ordo Andreaeales dan 1 family yaitu family Andreaeaceae dengan 2 genus yaitu Andreaea Neuroloma

Ciri – Ciri Sub Kelas Andreaobrya (Andreaeaidea)

  • Protonema memiliki bentuk seperti batang atau pita dan bercabang
  • Daun-daun terdiri spiral rapat dan menutupi batang
  • Gametangium berada pada ujung cabang yang terdiri anteridium dan arkegonium memiliki cabang yang berbeda
  • Sporangium tersusun dari kaki dan kapsul
  • Kolumua diselimuti oleh jaringan sporogen

Perhatikan beberapa tumbuhan berikut! Bambu Jagung Suplir Lumut daun Terung Pakis haji Paku ekor kuda Kelapa Berdasarkan sistem klasifikasi kontemporer, tentukan kelompok beberapa tumbuhan tersebut!

Perhatikan beberapa tumbuhan berikut!

  1. Bambu
  2. Jagung
  3. Suplir
  4. Lumut daun
  5. Terung
  6. Pakis haji
  7. Paku ekor kuda
  8. Kelapa

Berdasarkan sistem klasifikasi kontemporer, tentukan kelompok beberapa tumbuhan tersebut!\(\;\)

Sistem Klasifikasi Kontemporer (abad ke-20), merupakan sistem klasifikasi yang lahir ketika kemajuan teknologi. Sehingga peran komputer sangat membantu dalam sistem klasifikasi ini. Sistem taksonominya dikenal dengan taksonomi numerik. Taksonomi numerik diartikan sebagai metode evaluasi kuantitatif mengenai kesamaan dan kemiripan sifat antar golongan organisme. Taksonomi numerik diawali dengan analisis karakter yang diuji dengan berbagai uji, antara lain uji morfologi, fisiologi dan sifat biokimiawi.

Berdasarkan persamaan morfologinya, tumbuhan di atas dapat dikelompokkan menjadi :

  • Tumbuhan lumut daun termasuk kelompok lumut (Bryophyta).
  • Tumbuhan suplir dan paku ekor kuda termasuk kelompok tumbuhan paku (Pteridophyta).
  • Tumbuhan pakis haji termasuk kelompok berbiji terbuka (Spermatophyta : Gymnospermae).
  • Tumbuhan bambu, jagung, dan kelapa termasuk kelompok monokotil (Spermatophyta : Angiospermae).
  • Tumbuhan terong termasuk kelompok dikotil (Spermatophyta : Angiospermae).space

Urutan yang benar bagian-bagian tumbuhan lumut daun dari ujung ke pangkal adalah ….

Lumut daun atau Musci merupakan kelompok lumut terbanyak dibandingkan lumut lainnya. Lumut daun disebut sebagai lumut sejati karena bentuk tubuhnya seperti tumbuhan kecil yang memiliki bagian yang menyerupai akar (rizoid), batang dan daun. Urutan bagian-bagian tumbuhan lumut daun dari ujung ke pangkal sebagai berikut:

  1. Kaliptra
  2. Kapsul (operkulum – peristome – annulus)
  3. Seta
  4. Daun
  5. Batang
  6. Rhizoid.undefined

Dengan demikian, urutan bagian-bagian tumbuhan lumut daun dari ujung ke pangkal yaitu kaliptra, kapsul (operkulum – peristome – annulus), seta, daun, batang, dan rhizoid.space  

Related Posts