Apa fungsi protein bagi tubuh

Protein adalah molekul besar dan kompleks yang memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Mereka melakukan sebagian besar pekerjaan dalam sel dan diperlukan untuk struktur, fungsi, dan pengaturan jaringan dan organ tubuh.

Protein terdiri dari ratusan atau ribuan unit kecil yang disebut asam amino, yang saling menempel dalam rantai panjang. Ada 20 jenis asam amino yang dapat dikombinasikan untuk membuat protein. Urutan asam amino menentukan struktur unik 3 dimensi masing-masing protein dan fungsi spesifiknya.

Protein terdiri dari banyak bahan penyusun, yang dikenal sebagai asam amino. Tubuh kita membutuhkan protein makanan untuk memasok asam amino untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel dan jaringan kita. Kebutuhan protein kita berubah sepanjang hidup.

Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi setidaknya 0,83 g protein per kg berat badan per hari (mis. 58 g / hari untuk 70 kg orang dewasa). Protein nabati dan hewani bervariasi dalam kualitas dan daya cerna mereka, tetapi ini biasanya tidak menjadi perhatian bagi kebanyakan orang jika total protein mereka memenuhi kebutuhan mereka. Kita harus bertujuan untuk mengonsumsi protein dari berbagai sumber yang bermanfaat bagi kesehatan kita dan planet-planet.

Terbuat dari apa protein?

Protein terdiri dari banyak asam amino berbeda yang dihubungkan bersama. Ada dua puluh blok pembangun asam amino yang umum ditemukan pada tumbuhan dan hewan. Protein tipikal terdiri dari 300 atau lebih asam amino dan jumlah spesifik dan urutan asam amino unik untuk setiap protein. Agak seperti alfabet, ‘huruf’ asam amino dapat diatur dalam jutaan cara berbeda untuk membuat ‘kata-kata’ dan ‘bahasa’ protein keseluruhan. Bergantung pada jumlah dan urutan asam amino, protein yang dihasilkan akan terlipat menjadi bentuk tertentu. Bentuk ini sangat penting karena akan menentukan fungsi protein (mis. Otot atau enzim). Setiap spesies, termasuk manusia, memiliki protein karakteristiknya sendiri.

Asam amino diklasifikasikan sebagai esensial atau tidak esensial. Seperti namanya, asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan karenanya harus berasal dari makanan kita. Padahal, asam amino non-esensial dapat diproduksi oleh tubuh dan karenanya tidak perlu berasal dari makanan.

Fungsi Protein

Fungsi protein sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Salah satu peran besar protein adalah untuk pertumbuhan dan pemeliharaan. Seseorang yang dapat bertumbuh sangat memerlukan protein sebagai penunjang zat yang di perlukan.

Protein salah satu bagian terpenting selain karbohidrat dan kemak. Fungsi protein sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari, hal ini di akibatkan protein adalah bagian terpenting yang tidak bisa di tinggalkan.

Tabel Fungsi Protein:

Fungsi Deskripsi Contoh
Antibodi Antibodi mengikat partikel asing tertentu, seperti virus dan bakteri, untuk membantu melindungi tubuh. Immunoglobulin G (IgG)
Enzim Enzim melakukan hampir semua dari ribuan reaksi kimia yang terjadi dalam sel. Mereka juga membantu pembentukan molekul baru dengan membaca informasi genetik yang tersimpan dalam DNA. Fenilalanin hidroksilase
Kurir Protein kurir, seperti beberapa jenis hormon, mengirimkan sinyal untuk mengoordinasikan proses biologis antara sel, jaringan, dan organ yang berbeda. Hormon pertumbuhan
Komponen struktural Protein ini menyediakan struktur dan dukungan untuk sel. Pada skala yang lebih besar, mereka juga memungkinkan tubuh bergerak. Aktin
Transportasi / penyimpanan Protein ini mengikat dan membawa atom dan molekul kecil di dalam sel dan di seluruh tubuh. Feritin

Berikut ini fungsi protein antara lain:

  1. Pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh
  2. Pengendali pertumbuhan dan mempengaruhi fungsi DNA
  3. Mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringan-jaringan, dan melalui membran sel ke dalam sel-sel.
  4. Pembentukan antar ikatan esensial tubuh, hormon (tiroid, insulin) dan epinerfin
  5. Mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan darah
  6. Memelihara netralitas tubuh, sebagai buffer ialah bereaksi dengan asam basa untuk pH pada taraf konstan.
  7. Pembentukan anti bodi
  8. Pengatur gerakan (protein kontraktil) gerakan otot disebabkan oleh dua molekul protein yang saling bergeseran.
  9. Sebagai enzim biokatalis
  10. Alat angkut (protein transport) mengangkut oksigen dalam eritrosit
  11. Pengatur reaksi di dalam tubuh, misalnya insulin yang berperan dalam mengubah glukosa menjadi glikogen.
  12. Pelindung jaringan dibawahnya, misalnya keratin pada kulit dan lipoprotein yang menyusun membran sel.
  13. Sebagai cadangan makanan, misalnya kecambah dan ovalbumin.
  14. Antibodi (protein antibodi). Berperan dalam melindungi tubuh dari mikroorganisme patogen.

Apa yang protein lakukan untuk tubuh?

Tubuh kita terdiri dari ribuan protein berbeda, masing-masing dengan fungsi spesifik. Mereka membentuk komponen struktural sel dan jaringan kita serta banyak enzim, hormon, dan protein aktif yang disekresikan dari sel imun (gambar 1).

Protein tubuh ini terus diperbaiki dan diganti sepanjang hidup kita. Proses ini (dikenal sebagai ‘sintesis protein’) membutuhkan pasokan asam amino yang berkelanjutan. Meskipun beberapa asam amino dapat didaur ulang dari pemecahan protein tubuh lama, proses ini tidak sempurna. Ini berarti kita harus makan protein makanan untuk memenuhi permintaan asam amino tubuh kita.

Karena protein sangat penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan, asupan protein yang memadai sangat penting selama periode pertumbuhan yang cepat atau peningkatan permintaan, seperti masa kanak-kanak, remaja, kehamilan, dan menyusui.1

Jenis Protein

Berikut ini adalah jenis protein antara lain:

1. Protein hormon

Hormon ini bertindak sebagai pembawa pesan kimia yang mengantarkan pesan melalui aliran darah. Setiap hormon ini akan memengaruhi satu sel tertentu di dalam tubuh yang dikenal sebagai sel target.

2.  Protein enzim

Sumber zat gizi mulai dari karbohidrat, protein, dan lemak harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana agar bisa diserap. Protein enzim ini yang bertugas menyederhanakan agar bisa di serap tubuh dengan baik.

3. Protein struktural

Protein ini bertugas membentuk gigi, tulang, otot, tulang, kuku, rambut, dan tulang rawan. Structural yang paling umum adalah kolagen dan keratin.

4.  Protein antibodi

Protein antibodi berfungsi untuk melindungi tubuh dari adanya zat asing atau organisme asing yang memasuki tubuh. Protein bertindak sebagai komponen pembentuk antibodi di dalam tubuh.

5.  Protein transport

Pengantar molekul-molekul yang ada pada tubuh manusia. Misalnya hemoglobin protein  pembentukan sel darah merah. Hemoglobin akan mengikat oksigen dan mengantarkannya ke jaringan yang membutuhkan oksigen dari paru-paru.

6.  Protein pengikat

Protein pengikat memiliki fungsi untuk mengikat zat gizi dan molekul untuk digunakan nantinya. Contohnya adalah pengikat besi. Sebagai pengikat zat besi yang akan di gunakan dalam tubuh secara terus menerus.

7.  Protein penggerak

Protein penggerak mengatur kekuatan dan kecepatan jantung bergerak, dan juga otot saat berkontraksi. Saat tubuh bergerak, akan terjadi kontraksi otot, saat kontraksi inilah peran protein penggerak dibutuhkan.

Sumber Protein

Berikut ini adalah contoh makanan protein antara lain:

  1. Daging
  2. Ikan
  3. Telur
  4. Kacang-kacangan
  5. Roti
  6. Keju

Struktur Protein

  • Struktur primer. Struktur Primer adalah ikatan-ikatan peptida dari asam amino-asam amino pembentuk protein itu.
  • Struktur sekunder. Struktur Sekunder adalah i ikatan hidrogen yang terjadi antara gugus-gugus amina dengan atom hidrogen pada rantai samping asam amino, sampai membentuk lipatan-lipatan, contohnya membentuk α-heliks.
  • Struktur Tersier. Strujtur Tersier adalah Interaksi struktur sekunder yang satu dengan struktur sekunder yang lain lewat ikatan hidrogen, ikatan ion, atau ikatan disulfida (-S-S-),contohnya terbentuk rantai dobell-heliks.
  • Struktur Kuartener. Struktur Kuartener adalah Struktur yang melibatkan beberapa peptida sampai membentuk sebuah protein.Pada peristiwa ini, kadang-kadang terselip molekul atau ion lain yang bukan merupakan asam amino, contohnya pada hemoglobin, yang pada proteinnya terselip ion Fe3+.

Apa manfaat kesehatan dari protein?

Makan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita adalah penting untuk banyak fungsi tubuh. Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa dalam situasi tertentu peningkatan asupan protein di atas tingkat yang dibutuhkan dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Protein dan Kontrol Berat Badan

Mengonsumsi makanan kaya protein telah terbukti meningkatkan perasaan kenyang (juga dikenal sebagai rasa kenyang) lebih dari makanan kaya lemak atau karbohidrat. Ada bukti bagus dari studi jangka pendek bahwa diet tinggi protein (mis. 1,2 – 1,6 g / kg per hari; 84 – 112 g per hari untuk 70 kg orang dewasa) dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan penurunan berat badan yang cepat. 5 Namun, bukti untuk pemeliharaan berat jangka panjang kurang jelas.  Seperti semua diet, diet protein tinggi hanya efektif jika sulit, yang mungkin sulit bagi sebagian orang dan kepatuhan yang rendah sebagian dapat menjelaskan manfaat terbatas yang diamati. untuk pemeliharaan berat jangka panjang.

Protein dan sarkopenia

Sarkopenia adalah kelainan yang ditandai dengan hilangnya massa otot dan fungsi fisik secara progresif yang umumnya dikaitkan dengan orang dewasa yang lebih tua. Sarcopenia dikaitkan dengan meningkatnya kelemahan, risiko jatuh, penurunan fungsional, dan bahkan kematian dini. Karena protein sangat penting untuk perbaikan dan pemeliharaan massa otot, maka tidak mengherankan bahwa asupan protein yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan sarkopenia. Demikian pula, meningkatkan asupan protein, serta meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu menjaga massa dan kekuatan otot seiring bertambahnya usia, sehingga mengurangi risiko sarcopenia dan gangguan tulang.

Protein dan performa atletik

Protein telah lama dikaitkan dengan kinerja atletik. Protein memainkan peran penting dalam membantu memperbaiki dan memperkuat jaringan otot setelah berolahraga. Meskipun protein sangat penting untuk membangun otot, untuk memaksimalkan manfaatnya harus dipertimbangkan dalam konteks seluruh makanan, yang mencakup jumlah karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang tepat. Asupan protein optimal akan tergantung pada jenisnya (mis. Pelatihan ketahanan atau ketahanan), durasi dan intensitas latihan, dengan lebih banyak tidak selalu lebih baik. Asupan protein 1,4-2,0 g per kg berat badan sehari (misalnya 98 – 140 g per hari untuk 70 kg orang dewasa) dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar orang yang berolahraga.7 Para atlet harus bertujuan untuk mencapai asupan protein melalui mengkonsumsi makanan yang seimbang, dengan suplemen protein yang digunakan untuk individu yang perlu menjaga protein tinggi tetapi membatasi asupan kalori total.

Ciri-ciri Molekul Protein :

  1. Berat molekulnya besar, hingga mencapai ribuan bahkan jutaan sehingga merupakan suatu makromolekul.
  2. Umumnya terdiri dari 20 macam asam amino, asam amino tersebut berikatan secara kovalen satu dengan yang lainnya dalam variasi urutan yang bermacam-macam membentuk suatu rantai polipeptida.
  3. Ada ikatan kimia lainnya Ikatan kimia lainnya mengakibatkan terbentuknya lengkungan-lengkungan rantai polipeptida menjadi struktur tiga dimensi protein, sebagai contohnya yaitu ikatan hidrogen dan ikatan ion.
  4. Struktur tidak stabil terhadap beberapa faktor, antara lain, pH, radiasi, temperatur, dan pelarut organik.

Sifat Fisik dan Kimia Protein

Protein merupakan molekul yang sangat besar, sehingga mudah sekali mengalami perubahan bentuk fisik maupun aktivitas biologis. Banyak faktor yang menyebabkan perubahan sifat alamiah protein misalnya : panas, asam, basa, pelarut organik, pH, garam, logam berat, maupun sinar radiasi radioaktif. Perubahan sifat fisik yang mudah Universitas Sumatera Utara diamati adalah terjadinya penjendalan (menjadi tidak larut) atau pemadatan (Sudarmadji. S, 1989).

Ada protein yang larut dalam air, ada pula yang tidak larut dalam air, tetapi semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti misalnya etil eter. Daya larut protein akan berkurang jika ditambahkan garam, akibatnya protein akan terpisah sebagai endapan. Apabila protein dipanaskan atau ditambahkan alkohol, maka protein akan menggumpal. Hal ini disebabkan alkohol menarik mantel air yang melingkupi molekul-molekul protein.

Adanya gugus amino dan karboksil bebas pada ujung-ujung rantai molekul protein, menyebabkan protein mempunyai banyak muatan dan bersifat amfoter (dapat bereaksi dengan asam maupun basa). Dalam larutan asam (pH rendah), gugus amino bereaksi dengan H+, sehingga protein bermuatan positif. Bila pada kondisi ini dilakukan elektrolisis, molekul protein akan bergerak kearah katoda. Dan sebaliknya, dalam larutan basa (pH tinggi) molekul protein akan bereaksi sebagai asam atau bermuatan negatif, sehingga molekul protein akan bergerak menuju anoda (Winarno. F.G, 1992).

Sifat-sifat Protein lainnya:

  1. Sering larut dalam air karena ukuran molekulnya yang sangat besar.
  2. BIisa mengalami koagulasi oleh pemanasan dan penambahan asam atau basa.
  3. Bersifat amfoter karena membentuk ion zwitter Pada titik isoelektriknya, protein mengalami koagulasi sehingga bisa dipisahkan dari pelarutnya.
  4. BIsa mengalami kerusakan (terdenaturasi) akibat pemanasan. Pada denaturasi, protein mengalami kerusakan mulai dari struktur tersier hingga struktur primernya.

Related Posts