Apa itu Virus? Klasifikasi, Struktur juga peranan

Virus adalah agen kecil yang menular yang hanya dapat menyebar di dalam sel hidup. Virus dapat menginfeksi semua jenis organisme, mulai dari hewan, tumbuhan, bakteri, dan arketipe. Virus ini juga merupakan jenis parasit intraseluler yang berkembang biak dengan menangkap sel-sel lain karena mereka tidak dapat bereproduksi sendiri.

Istilah virus biasanya mengacu pada partikel yang menginfeksi eukariota (organisme multiseluler dan organisme uniseluler), sedangkan istilah fag digunakan untuk partikel yang menyerang prokariota (bakteri dan organisme seperti bakteri). Biasanya, partikel-partikel ini membawa DNA asam nukleat atau RNA yang dilindungi oleh lapisan pelindung protein atau fusi protein-lipid.

Etimologi

Istilah “virus” berasal dari akar Latin yang berarti racun atau kaleng. Saat ini, virus digunakan untuk merujuk pada virus biologis serta metafora untuk hal-hal menular seperti parasit. Istilah virus juga digunakan dalam ilmu komputer untuk mewakili program yang menginfeksi program komputer lainnya. Kata virion atau viron digunakan untuk partikel virus menular tunggal.

Klasifikasi Virus

Virus diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas, misalnya:

  • DNA untai ganda
  • DNA untai tunggal kelas II
  • RNA untai ganda Kelas III RNA
  • Kelas IV RNA adalah RNA bermuatan positif, bertindak sebagai mRNA
  • RNA kelas V negatif untai tunggal, bertindak sebagai templat untuk sintesis mRNA
  • Kelas VI RNA positif tunggal dengan DNA sebagai perantara (retro-virus)
  • Kelas VII DNA beruntai ganda dengan RNA sebagai perantara selama proses replikasi.

Kelas ini bukan klasifikasi filogenetik karena virus mungkin tidak memiliki asal yang sama.

Karakteristik kehidupan

Virus menangkap sel inang untuk memenuhi siklus hidupnya dengan memproduksi lebih banyak partikel virus. itu adalah antara sekelompok makhluk hidup dan makhluk tidak hidup. Virus dapat mereproduksi dan mewarisi sifat-sifat generasi sebelumnya, tetapi bergantung pada enzim inang, dan dapat diperlakukan seperti molekul biasa misalnya, yang dapat melarutkan partikelnya dan berada dalam keadaan tidak aktif. Apakah virus itu hidup atau tidak, mereka adalah parasit obligat dan tidak memiliki kemampuan untuk bereproduksi sendiri. Seperti kebanyakan parasit, mereka memerlukan inang spesifik, misalnya beberapa virus hanya dapat berkembang biak dalam spesies tertentu sementara yang lain dapat bereproduksi dalam berbagai spesies.

struktur tubuh virus
struktur tubuh virus
  • Penyerapan (adhesi ke sel inang) ( adsorpsi )
  • Penetrasi
  • Uncoating
  • Duplikasi genom
  • Pematangan ( maturation )
  • Pelepasan

Proses replikasi antara RNA dan DNA berbeda.

Struktur virus

Virus ini umumnya berukuran lebih kecil dari bakteri, yang ukurannya diperkirakan antara 20 dan 300 nanometer. Sebagian besar virus tidak terlihat melalui mikroskop optik biasa, sehingga mikroskop elektron digunakan untuk memvisualisasikan virion.

Virus yang merupakan partikel virus sempurna biasanya terdiri dari asam nukleat, yaitu gen virus, protein inti yang menyimpan gen virus itu sendiri, serta lapisan protein yang bertindak sebagai pelindung (penutup). Penutup biasanya dibuat dari membran sel sel yang melindungi genom virus yang memberikannya mekanisme independen dan respons yang konsisten terhadap serangan eksternal pada virus.

Asal

Asal usul virus tidak jelas. Saat ini, virus diyakini dihasilkan dalam organisme inang dan berasal dari unsur-unsur seperti plasmid dan transposon. Yang lain berpendapat bahwa virus adalah mikroba yang muncul secara terpisah dalam sup primordium.

Bentuk racun lainnya adalah viroid, virusoid, dan prion.

Peran virus dalam infeksi manusia

Contoh paling umum dari suatu penyakit adalah flu yang disebabkan oleh berbagai jenis virus. Selain itu, campak, AIDS, dan sariawan juga disebabkan oleh virus. Studi terbaru menunjukkan bahwa kanker serviks sebagian disebabkan oleh papilomavirus. Ini menandai hubungan pertama antara kanker dan agen infeksi. Selain itu, virus borna, yang sebelumnya diyakini menyebabkan penyakit neurologis pada kuda, mungkin bertanggung jawab atas penyakit kejiwaan pada manusia. Kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit disebut virulensi.

Perawatan dan Pencegahan Penyakit Akibat Virus

Karena virus menggunakan sel rumah, mereka sulit untuk dibunuh. Cara terbaik adalah pencegahan melalui vaksinasi dan penggunaan obat-obatan untuk mengobati gejala penyakit. Sebagian besar pasien meminta antibiotik tetapi sebenarnya antibiotik tidak dapat melawan virus, penyalahgunaan yang menghasilkan resistensi antibiotik pada bakteri. Namun, kadang-kadang, cara yang aman adalah memulai pengobatan antibiotik sambil menunggu untuk menentukan apakah gejala pasien disebabkan oleh virus atau bakteri.

Peran dalam Ilmu kedokteran

Virus memainkan peran penting dalam studi biologi molekuler dan sel karena mengandung sistem sederhana yang dapat dikembangkan untuk tujuan mempelajari fungsi sel. Studi tentang virus ini dan penggunaannya memberikan banyak informasi penting tentang aspek biologi sel seperti studi genetik dan pemahaman mendalam tentang mekanisme genetik molekuler seperti perbaikan DNA, pemrosesan RNA, terjemahan genetik, sirkulasi protein dan imunologi.

Related Posts