You are currently viewing 6 Perbedaan tekanan darah sistol dan diastol

6 Perbedaan tekanan darah sistol dan diastol

Tekanan darah adalah tingkat tekanan yang terjadi pada dinding arteri karena oleh darah yang mengalir melalui tubuh. Tekanan darah terdiri dari dua bagian, yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.

Tekanan darah sistolik adalah tingkat tekanan yang terjadi pada dinding arteri ketika jantung mengumpulkan darah. Tekanan darah sistolik dapat digunakan untuk mengukur kondisi jantung dan kesehatan umum. Tekanan darah sistolik normal berada di antara 100-140 mmHg.

Tekanan darah diastolik adalah tingkat tekanan yang terjadi pada dinding arteri ketika jantung mengeluarkan darah. Tekanan darah diastolik dapat digunakan untuk mengukur kondisi vascular dan kesehatan kelenjar saraf. Tekanan darah diastolik normal berada di antara 60-90 mmHg.

Tingkat tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit kelenjar saraf. Untuk mencegah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh tingkat tekanan darah yang tinggi, perlu dilakukan beberapa langkah, yaitu:

  1. Mengurangi konsumsi garam dan makanan yang kaya akan natrium.
  2. Mengurangi konsumsi makanan yang kaya lemak dan gula.
  3. Mengurangi konsumsi alkohol dan minuman beralkohol.
  4. Menghentikan merokok dan mengurangi asap passif.
  5. Mengonsumsi obat anti-tekanan darah sesuai rekomendasi dokter.

Oleh karena itu, tekanan darah terdiri dari dua bagian, yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tingkat tekanan yang terjadi pada dinding arteri ketika jantung mengumpulkan darah, sedangkan tekanan darah diastolik adalah tingkat tekanan yang terjadi pada dinding arteri ketika jantung mengeluarkan darah. Tingkat tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit kelenjar saraf. Untuk mencegah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh tingkat tekanan darah yang tinggi, perlu dilakukan beberapa langkah, yaitu mengurangi konsumsi garam dan makanan yang kaya akan natrium, mengurangi konsumsi makanan yang kaya lemak dan gula, mengurangi konsumsi alkohol dan minuman beralkohol, menghentikan merokok dan mengurangi asap passif, dan mengonsumsi obat anti-tekanan darah sesuai rekomendasi dokter.

Perbedaan tekanan darah sistol dan diastol

Berikut adalah beberapa perbedaan antara tekanan darah sistol dan diastol:

  1. Definisi:

Tekanan darah sistol adalah tekanan darah tertinggi yang terjadi ketika jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalam arteri. Ini terjadi saat ventrikel jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalam arteri.

Tekanan darah diastol adalah tekanan darah terendah yang terjadi saat jantung berelaksasi antara denyut nadi. Ini terjadi saat ventrikel jantung berelaksasi dan mengisi dengan darah sebelum kontraksi berikutnya.

  1. Ukuran:

Tekanan darah sistol diukur dalam milimeter raksa (mmHg). Misalnya, tekanan darah sistol normal adalah sekitar 120 mmHg.

Tekanan darah diastol juga diukur dalam mmHg. Misalnya, tekanan darah diastol normal adalah sekitar 80 mmHg.

  1. Representasi dalam pengukuran tekanan darah:

Ketika seseorang mengukur tekanan darah mereka, mereka mendapatkan dua angka. Angka pertama mewakili tekanan darah sistol, sedangkan angka kedua mewakili tekanan darah diastol. Misalnya, jika seseorang memiliki tekanan darah 120/80 mmHg, angka 120 mewakili tekanan darah sistol dan angka 80 mewakili tekanan darah diastol.

  1. Peran dalam sirkulasi darah:

Tekanan darah sistol memastikan bahwa darah dipompa ke seluruh tubuh, menyediakan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh jaringan.

Tekanan darah diastol memberikan waktu bagi jantung untuk beristirahat dan mengisi ulang dengan darah sebelum kontraksi berikutnya.

  1. Perbedaan dalam pembacaan tekanan darah:

Tekanan darah sistol seringkali dianggap sebagai tekanan darah “atas” saat membaca tekanan darah. Ini mewakili saat jantung memompa darah ke dalam arteri.

Tekanan darah diastol seringkali dianggap sebagai tekanan darah “bawah” saat membaca tekanan darah. Ini mewakili saat jantung berelaksasi dan mengisi dengan darah.

  1. Perbedaan dalam risiko kesehatan:

Tekanan darah tinggi atau hipertensi seringkali dikaitkan dengan tekanan darah sistol yang tinggi. Tekanan darah diastol yang tinggi juga bisa menjadi tanda penyakit atau masalah kesehatan tertentu.

Memahami perbedaan antara tekanan darah sistol dan diastol penting untuk memahami bagaimana tekanan darah diukur dan bagaimana perubahan dalam tekanan darah dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Penting untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal agar mengurangi risiko penyakit jantung dan kondisi kesehatan lainnya.

Bagaimana cara mengukur tekanan darah secara akurat?

Untuk mengukur tekanan darah dengan akurat, perlu dilakukan beberapa langkah, yaitu:

  1. Mempersiapkan alat ujian tekanan darah: Alat ujian tekanan darah yang dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah secara akurat adalah tensi meter manual atau digital. Alat ini terdiri dari sphygmomanometer (alat untuk mengukur tekanan darah) dan stetoskop (alat untuk mendengarkan bunyi darah).
  2. Memilih posisi tubuh: Posisi tubuh yang dapat mempengaruhi akurasi pengukuran tekanan darah adalah duduk atau ditempati. Posisi yang paling umum digunakan adalah duduk dengan kedua kaki di atas permukaan yang rata dan tangan ditempati dengan lengan relaks.
  3. Memasang alat: Untuk memasang alat ujian tekanan darah, tangan harus dibasuh dengan air mengalir dan keringkan dengan handuk. Lalu, ambil manik atau sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat pengukur tekanan darah. Letakkan manik di lengan relaks, sekitar 2-3 cm di atas tangan. Letakkan sphygmomanometer di atas manik dan tekan sehingga manik terasa nyaman.
  4. Memulai pengukuran: Untuk memulai pengukuran, tekan sphygmomanometer dengan tangan hingga tidak ada bunyi darah yang mendengar dengan stetoskop. Setelah itu, hentikan tekanan dan catat tingkat tekanan darah yang muncul.
  5. Mengulangi pengukuran: Untuk mengulangi pengukuran, tunggu beberapa menit dan lakukan langkah-langkah yang sama. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, perlu dilakukan pengukuran beberapa kali dan rata-rata hasilnya.

Oleh karena itu, cara mengukur tekanan darah dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu mempersiapkan alat ujian tekanan darah, memilih posisi tubuh, memasang alat, memulai pengukuran, dan mengulangi pengukuran. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, perlu dilakukan pengukuran beberapa kali dan rata-rata hasilnya. Selain itu, perlu juga memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi akurasi pengukuran tekanan darah, seperti posisi tubuh, keadaan pernafasan, dan keadaan mental