Apa yang Akan Terjadi Jika Seseorang Bergolongan Darah AB Mendonorkan Darahnya pada Orang Bergolongan Darah O?

Fungsi Darah

Darah memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia. Darah adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Tak hanya itu, darah juga masih memiliki banyak fungsi yang lain.

Beberapa fungsi dari darah yaitu, mengedarkan sari makanan melalui nadi, melindungi tubuh dari serangan bakteri atau kuman sehingga kita terhindar dari penyakit, menyembuhkan luka melalui trombosit, mengedarkan hormon, dan masih banyak lagi.

Manusia memiliki golongan darah yang berbeda sesuai dengan penggolongan darah yaitu golongan darah A, B, AB, dan O. Untuk mengetahui golongan darah kita, kita harus melakukan tes golongan darah, misalnya ke puskesmas. Lalu apa yang dimaksud dengan transfusi darah?

Transfusi Darah (Golongan Darah AB ke Golongan Darah O)

Mungkin kalian pernah mendengar orang yang mengalami kecelakaan sehingga kehilangan banyak darah. Untuk menyelamatkan orang tersebut diperlukan darah tambahan dengan cara transfusi darah di rumah sakit. Namun, tidak semua darah dapat didonorkan ke sembarang golongan darah, begitu pula sebaliknya.

Transfusi Darah
Transfusi Darah

Sebagai contoh, golongan darah AB mampu menerima donor darah dari semua golongan darah yaitu ABO, sehingga AB disebut sebagai resipien universal. Namun, AB hanya bisa mendonorkan darahnya ke orang dengan golongan darah AB-positif.

Sebaliknya, orang dengan golongan darah O mampu mendonorkan darahnya kepada semua golongan darah O, sehingga disebut sebagai donor universal. Namun, golongan darah O hanya bisa menerima donor dari orang dengan golongan darah O.

Lalu apa jadinya jika orang dengan golongan darah AB mendonorkan darah ke orang yang memiliki golongan darah O?.Jika terjadi, hal ini akan menjadi sangat fatal, ketidakcocokan tersebut dapat menyebabkan sistem kekebalan dari tubuh penerima akan menyerang darah hasil donor.

Hal ini akan berakibat terjadinya aglutinasi atau penggumpalan sel darah merah yang ditransfusikan, sehingga akan menyumbat pembuluh darah dan bisa menghentikan sirkulasi darah ke bagian yang lain. Untuk menghindari hal tersebut, maka transfusi darah harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.

Perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi darah, sehingga tidak terjadi akibat yang fatal bagi pasien.

Related Posts

This Post Has One Comment

Comments are closed.