Gejala Penurunan Fungsi Ginjal

Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis, atau CKD. Pada tahap awal, CKD sering tidak menimbulkan gejala. Karena ginjal melakukan banyak fungsi penting, bagaimanapun, penurunan fungsi ginjal pada akhirnya dapat menyebabkan sejumlah gejala. Gejala umum: Penyakit ginjal kronis biasanya berlangsung selama beberapa tahun, dan gejala awal mungkin tidak jelas.

Kelelahan adalah salah satu gejala pertama yang terlihat. Para peneliti tidak sepenuhnya yakin mengapa orang dengan CKD mengalami kelelahan, tapi akumulasi lambat produk limbah biasanya disaring oleh ginjal mungkin memainkan peran. Anemia yang berkaitan dengan CKD juga dapat menjadi faktor. Saat CKD berlangsung, dorongan untuk buang air kecil lebih sering dan dapat berkembang. Ini mungkin terutama terlihat pada malam hari.

Gejala pencernaan

Banyak orang dengan penyakit ginjal kronis mencatat penurunan nafsu makan. Beberapa orang melaporkan rasa asam atau logam di mulut mereka yang membuat selera makan lebih sedikit.

Penumpukan urea, zat yang biasanya akan disaring oleh ginjal, kemungkinan memberikan kontribusi untuk rasa yang tidak biasa ini. Akumulasi urea juga dapat memicu mual, gejala umum lain dari penurunan fungsi ginjal.

Gejala pernapasan

Saat penyakit ginjal kronis berlangsung, ginjal menjadi kurang mampu mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Akibatnya, orang-orang dengan CKD sering menahan cairan, terutama di kaki. Saat CKD lebih lanjut, cairan dapat menumpuk di paru-paru, menyebabkan kesulitan bernapas. Jika terlalu banyak cairan menumpuk, hemodialisis mungkin diperlukan untuk mengeluarkan cairan dan memulihkan pernapasan normal.

CKD juga menyebabkan anemia dan penurunan terkait dalam kapasitas pembawa oksigen darah, yang dapat berkontribusi kesulitan bernapas. Orang dengan anemia yang mendalam sering mengembangkan tingkat napas cepat untuk mengkompensasi penurunan oksigen dalam darah.

Gejala terkait hati

Ketika ginjal menjadi kurang mampu menyaring produk limbah, termasuk urea, lapisan di sekitar jantung bisa menjadi meradang. Kondisi ini, yang dikenal sebagai perikarditis uremik, dapat menyebabkan nyeri dada yang intens dan kesulitan bernapas. Hemodialisis mungkin diperlukan untuk mengatasi penumpukan parah urea. Selain menyaring produk limbah, ginjal juga mempertahankan tingkat elektrolit yang normal dalam darah. Elektrolit, seperti kalium, sangat penting untuk fungsi otot jantung. Jika CKD berkembang menjadi gagal ginjal, kadar kalium dapat meningkat sangat tinggi. Tanpa pengobatan, jantung berdebar, pusing dan bahkan kematian akibat jantung kelemahan otot dapat terjadi.

Related Posts