Mekanisme Gerak Otot

Definisi Gerak Otot

Manusia dapat menggerakkan anggota tubuh dan tubuh itu sendiri karena terdapat otot yang melekat menjadi penggerak tulang. Gerakan otot ini menimbulkan gerak yang berbeda dari satu gerakkan terhadap gerakan yang lain.

Setidaknya terdapat dua jenis gerak yaitu gerak sinergis, yaitu pasangan otot yang kerjanya saling menunjang dan gerak antagonis, yaitu pasangan otot yang melakukan gerak berlawanan terhadap otot yang sedang melakukan kontraksi.

Keadaan Otot Ketika Bergerak/Berkontraksi

Saat sedang terjadi kontraksi otot, panjang dari tiap bagian sarkomer akan mengalami reduksi. Proses reduksi yang terjadi yaitu perbedaan jarak yang ada dari satu bagian garis Z ke bagian garis Z selanjutnya yang akan menjadi berukuran relatif lebih pendek.

Sarkomer yang mengalami proses kontraksi tdak akan mengakibatkan suatu perubahan ukuran panjang pada pita A, namun pada pita I akan mengalami pemendekan dan juga zona H akan menghilang. Proses yang terjadi tersebut sering disebut sebagai model geseran filamen kontraksi otot.

Gerak Otot
Gerak Otot

Menurut model yang ini, filamen yang halus dan filamen yang kasar tidak akan mengalami suatu perubahan ukuran dari panjangnya selama proses kontraksi pada otot.

Jika otot mendapat rangsang, asetilkolin dalam otot akan membebaskan ion kalsiun yang merangsang pembentukan aktomiosin. Hal ini akan mengakibatkan otot berkontraksi. Jika rangsangan tadi sudah tidak ada, maka ion kalsium akan direabsorpsi.

Hal ini mengakibatkan konsentrasi ion kalsium brekurang dan ikatan antara aktin dan miosin terlepas. Kemudian, sarkomer akan memanjang dan otot dalam keadaan relaksasi. Ketika berkontraksi, otot membutuhkan energi dan juga oksigen.

Fase kontrkasi disebut juga fasi anaerob karena energi diperoleh dari penguraian ATP dan kreatin fosfat yang brelangsung secara anaerob. Fase relaksasi disebut juga faseaerob karena energi dihasilkan dari hasil pemecahan glikogen yang berlangsung secara aerob.

Proses ini terjadi dengan pemecahan terhadap glikogen menjadi laktasidogen dengan diubah menjadi glukosa dan asam laktat. Glukosa akan dioksidasi sehingga menghasilkan energi serta melepas CO2 dan F12O. Asam laktat merupakan hasil samping dari penguraian laktasidogen. Penimbunan asam laktat dalam otot secara berlebihan mengakibatkan kelelahan otot.

Related Posts