Proses Pembentukan Sel Kelamin Gametogenesis

Proses Pembentukan Sel Kelamin pada Makhluk Hidup

Saat-saat kehamilan menjadi satu momen yang sangat mengharukan dan membahagiakan. Apalagi jika ternyata anda mampu mengetahui apa jenis kelamin calon buah hati anda kelak. Dan ternyata proses pembentukan sel kelamin ini tidak hanya terjadi pada manusia saja, akan tetapi hampir semua jenis mahkluk hidup.

Lalu yang menjadi pertanyaan apakah anda mengetahui bagaimana proses pembentukan sel kelamin pada makhluk hidup? Maka tak ada salahnya anda menggali informasi lebih mendalam mengenai hal ini agar lebih mengenal bagaimana proses pembentukan sel kelamin.

Pembentukan sel kelamin ini tentu saja terjadi pada saat dalam proses kehamilan. Dimana proses ini terjadi pada saat suatu organisme membuat gamet, kemudian sel-sel yang digunakan merupakan sel yang berfungsi untuk melakukan reproduksi generatif.

Pada proses pembentukan sel kelamin atau juga dikenal dengan sebutan gametogenesis ini akan terjadi penyatuan antara satu gamet dengan gamet yang lain sehingga nantinya penyatuan gamet ini yang kemudian akan meciptakan sebuah DNA secara sempurna.

Gametogenesis
Gametogenesis

Kemudian penyatuan dari kedua gamet ini nantinya akan semakin berkembang dan tumbuh menjadi organisme baru dengan berbagai proses penggandaan dan juga pembagian. Lalu bagaimana proses gametogenesis secara lengkap dan detail? Berikut ini adalah rangkaian informasinya untuk anda.

Dalam proses pembentukan sel kelamin atau gametogenesis ini, organisme betina nantinya akan menghasilkan sel telur sementara organisme jantan nantinya akan menghasilkan atau memproduksi sperma. Nantinya kedua proses ini akan mengandalkan teknik pembelahan sel yang pada akhirnya akan menghasilkan empat sel yang mengandung setengah DNS dari sel induknya.

Sel-sel yang membelah tadi kemudian akan masuk dalam proses gonad yang kemudian dikenal dengan sel germinal yang nantinya akan menyebarkan diri denagn meiosis. Awalnya sel telur akan terbelah menjadi dua dan masing-masing membawa setengah DNA induknya.

Kemudian pada akhir meiosis, empat sel tersebut akan tumbuh menjadi gamet kemudian akan menyuburkan atau melakukan proses pembuahan. Akan tetapi proses ini tergantung pada apakah mereka merupakan jenis sperma atau oosit. Sedangkan pada laki-laki, proses gametogenesis ini terjadi secara lebih konstan dan stabil.

Related Posts