Bukti Bumi Berevolusi » Geografi » Usaha321
Ragam Informasi

Bukti Bumi Berevolusi

Ada beberapa bukti tentang adanya revolusi bumi, yaitu aberasi, paralaks bintang yang akan di uraikan dalam artikel singkat sebagai berikut ini.

a. Sesatan cahaya (aberasi)

Pada tahun 1726, Bradley menemui kesulitan dalam menghitung paralaks sebuah bintang karena letak bintang berubah-ubah tidak sesuai dengan perhitungannya. Setelah diselidiki lebih lanjut,  akhirnya Bradley menyadari bahwa cahaya bintang memerlukan waktu untuk menempuh tebung teropong yang dipakainya.

Andai kata bumi tidak berputar dan tidak beredar, maka tidak akan terjadi aberasi. Akan tetapi, karena teropong yang dipakai turut berputar dan beredar, maka terjadi suatu kesalahan kecil dalam perhitungan.

Sesatan cahaya (aberasi) adalah perbandingan antara kecepatan pergeseran teropong (pergeseran kecepatan bumi) dan kecepatan cahaya. Nilai perbandingan ini adalah 1/10.000 (kecepatan bumi bergeser kurang lebih – 30 Km/detik) (kecepatan cahaya 300.000 km/detik.

b. Paralaks bintang

Paralaks bintang adalah sudut pada bintang yang dibentuk oleh pertemuan garis hubung bintang dengan bumi dan garis hubung bintang dengan matahari. Ahli perbintangan Tycho Brahe pada tahun 1832 tidak dapat melihat sudut paralaks karena peralatannya belum sempurna sehingga ia tidak dapat melihat sudut yang sangat kecil. Oleh karena itu, ia menyangkal pendapat Conpernicus yang maengatakan bahwa bumi beredar mengelilingi matahari (anggapan Heliosentris).

Baru pada tahun 1838, dengan menggunakan peralatan yang lebih baik, ahli perbintangan F.W. Bassel dapat melihat adanya paralaks bintang. Sebagai contoh paralaks bintang Proxima Centauri adalah sebesar 0,76.

Pengaruh Revolusi Bumi

  • Gerak semu tahunan Matahari.
  • Perubahan lamanya siang dan malam.
  • Pergantian musim.
  • Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.

Kalender Bulan dan Kalender Matahari

Gerak Bulan dan Matahari dimanfaatkan untuk sistem penjejak waktu yang dikenal dengan
penanggalan atau sistem kalender.  Kalender Matahari (Syamsiah) mengacu pada gerak tahunan, sering disebut dengan kalender Masehi.

Kalender Bulan (Qomariah) mengacu pada siklus fase-fase Bulan, sering disebut dengan
kalender Hijriah. Digunakan untuk penjadwalan umat Islam seperti 1 Muharam, 27 Rajab, 1
Syawal, dan sebagainya.

Tahun kejadian Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, disepakati sebagai awal
tahun Islam, karena itulah disebut tahun Hijriah.

Satu bulan dalam kalender Hijriah merupakan siklus penampakan dua hilal, yakni Bulan sabit
termuda yang masih dapat terlihat di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Jadi, bila hilal sudah terlihat berarti hari itu sudah masuk tanggal satu bulan baru.

Awal hilal akan tampak seperti sabit tipis.

Bulan dan Matahari akan terbit dan terbenam dalam waktu yang hampir sama, sehingga kelahiran hilal di ufuk akan tampak sesaat setelah Matahari tenggelam.

Hisham
18/08/2018