Ragam Informasi
Ciri-ciri Nemathelminthes (Cacing Gilig) 1

Ciri-ciri Nemathelminthes (Cacing Gilig)

Hisham
07/05/2019

Nemathelminthes atau bisa juga disebut dengan cacing gilig memiliki beberapa karakteristik yang akan diuraikan dalam artikel singkat disini.
1. Ciri yang pertama dari Tubuh nemathelminthes bila dilihat dari bentuk tubuhnya adalah gilig atau mirip seperti batang dan juga tidak memiliki bersegmen, mempunyai selom semu (pseudoselomata), tripoblastik.

Selain itu permukaan tubuh nemathelminthes dilapisi suzatu zat yang disebut kutikula sehingga berpenampilan

2. Jika dilihat organ pencernaan yakni dari mulut sampai anus pada nemathelminthes sudah Tetapi ada juga beberapa jenis organisme lainnya yang memiliki kait.
3. Difusi melalui permukaan tubuh adalah sistem respirasi pada nemathelminthes

4. Dilihat dari sistem reproduksi atau perkembang biakannya nemathelminthes organ kelaminnya terpisah, bila Anda perhatikan ukuran cacing jantan akan sedikit berbeda dengan betina yang lebih besar selain itu juga cacing jantan dibagian ujungnya memiliki Zat kitin melapisi telur serta gonad terhubung dengan saluran alat kelamin.

Seperti manusia yang berkembang biak secara setsual, Hewan ini juga berkembang baik secara setsual.

5. Dilihat dari habitat atau tempat hidupnya hewan ini banyak mendiami di dalam air dan tanah, tetapi ada juga yang merugikan dengan merusak tanaman atau tinggal dalam saluran pencernaan.

6. Kebanyakan nemathelminthes memiliki ukuran tubuh yang mikroskopis, tetapi ada juga yang panjangnya bisa mencapai 1 meter.

Ciri-ciri Nemathelminthes

Contoh dibawah ini adalah cacing yang bersifat parasit bagi manusia adalah sebagai berikut.

Enterobius vermicularis (Cacing Kremi)

Cacing Enterobius vermicularis memiliki ukuran yang kecil dan berwarna putih, usus besar manusia adalah tempat hidupnya, tepatnya dekat anus. Satu hal yang dapat membuat kita kesal adalah rasa gatal yang ditimbulkan oleh oleh cacing ini yang dapat mengganggu aktivitas keseharian kita. Ketika kita menggaruk dibagian bawah tersebut dan memiliki kuku yang agak panjang bisa saja telur cacing ini menempel pada tangan, mencuci adalah hal terbaik untuk menjaga penyebaran cacing ini. Cacing tersebut yang menempel pada tangan anda bisa masuk bersama dengan makanan yang Anda makan dan menetas di dalam perut. Keadaan ini biasa disebut dengan autoinfeksi (terinfeksi sendiri).

Ascaris lumbricoides (Cacing Askaris)

Makanan yang tidak bersih atau tercemar bisa menjadi jalan bagi cacing ini untuk masuk kedalah tubuh manusia. Tinja manusia yang terserang cacing ini bisa ikut menyertakan cacing ini. Jika telur tanpa Anda sadar masuk kedalah perut anda dan diam di usus, mereka dapat menetas menjadi larva akan tumbuh berkembang menjadi cacing dewasa. Cacing ini tidak segan-segan makan dengan cara mengambil makanan dan mengisap darah inang, dan tidak mustahil akan menyebabkan kekurangan gizi bagi inang dan akan tampak memiliki perutnya buncit.



Ancylostoma duodenale (Cacing Tambang)

Seperti telur cacing yang lainnya yang dapat ditularkan melalui tinja manusia. Berbeda dengan cacing Ascaris lumbricoides yang menetas didalam usus, cacing Ancylostoma duodenale bisa menetas ditempat yang tergenang air, telur akan menetas dan menjadi tumbuh menjadi larva.

Menjaga lingkungan yang tetap bersih dapat mencegah penularan cacing ini.

Biologi