Faktor Yang Menyebabkan Perbedaan Konsumsi

Faktor Penyebab Perbedaan Konsumsi

Konsumsi memang tidak akan pernah lepas dari kehdiupan semua orang yang ada di dunia. Karena dalam hidup ini, tentu membutuhkan banyak hal baik itu barang maupun jasa. Konsumsi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menghabiskan maupun mengurangi kegunaan suatu barang.

Seseorang yang melakukan konsumsi disebut dengan konsumen. Akan tetapi, seseorang bisa disebut dengan konsumen apabila telah menggunakan barang tersebut dan tidak diperjualbelikan kembali. Konsumsi setiap orang pasti berbeda-beda. Ada bebera faktor yang mempengaruhinya.

1. Kondisi Ekonomi

Faktor yang pertama dan utama adalah kondisi ekonomi. Orang yang berpenghasilan tinggi dengan orang yang memiliki penghasilan rendah pasti pola konsumsinya akan sangat berbeda karena menyesuaikan dengan uang yang ada.

Orang yang berpenghasilan tinggi cenderung mengkonsumsi barang-barang mewah dan juga mahal. Sedangkan yang berpenghasilan rendah akan memilih mengkonsumsi barang yang murah.

Faktor Perbedaan Konsumsi
Faktor Perbedaan Konsumsi

2. Kesukaan

Kemudian faktor yang kedua yaitu karena kesukaan. Setiap orang pasti memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Kesukaan yang pertama dalam hal makanan. Ada orang yang pantang terhadap makanan tertentu sehingga tidak mengkonsumsi makanan yang menjadi pantangannya.

Namun, tidak dengan orang lain yang justru menyukai makanan tersebut. Kesukaan dalam memilih pakaian pun bisa berbeda juga. Oleh karena itu, ketika membeli suatu pakaian pasti akan berbeda dengan yang lainnya. Tergantung apa yang disukai oleh masing-masing orang. Sudah menjadi hak setiap orang untuk mengkonsumsi apa yang menadi kesukaannya.

3. Budaya

Faktor yang selanjutnya adalah faktor budaya. Budaya bisa menjadi faktor yang kuat mengapa masyarakat memiliki pola konsumsi yang berbeda. Setiap budaya dan juga adat istiadat pasti memiliki peraturan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, konsumsi setiap orang pun juga akan berbeda. Sebagai contoh konsumsi daging babi.

Beberapa budaya lain menganggap bahwa daging babi sebagai pantangan bahkan ada yang mengganggap sangat dilarang untuk dimakan. Akan tetapi, di budaya yang lainnya justru daging babi menjadi makanan yang harus ada ketika diadakan pesta maupun acara-acara besar.  Hal ini sudah sangat mempengaruhi perbedaan pola konsumsi masyarakat dalam hal makanan.

Related Posts