Pengertian Peroksisom

Menurut Christian Rene de Duve, 1967 peroksisom adalah organel terikat membran yang terjadi di sitoplasma sel eukariotik. Peroksisom memainkan peran penting dalam oksidasi biomolekul spesifik.

Mereka juga berkontribusi pada biosintesis lipid membran yang dikenal sebagai plasmalogen. Dalam sel tanaman, peroksisom menjalankan fungsi tambahan, termasuk daur ulang karbon dari fosfoglikolat selama fotorespirasi.

Jenis peroksisom khusus telah diidentifikasi pada tanaman, di antaranya adalah gliokisom, yang berfungsi dalam konversi asam lemak menjadi karbohidrat. Peroksisom mengandung enzim yang mengoksidasi molekul tertentu yang biasanya ditemukan dalam sel, terutama asam lemak dan asam amino.

Reaksi oksidasi tersebut menghasilkan hidrogen peroksida, yang merupakan dasar dari nama peroksisom. Namun, hidrogen peroksida berpotensi beracun bagi sel, karena memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan banyak molekul lain.

Oleh karena itu, peroksisom juga mengandung enzim seperti catalas yang mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen, sehingga menetralkan toksisitas. Dengan cara itu peroksisom memberikan lokasi yang aman untuk metabolisme oksidatif molekul tertentu.

Pengertian Peroksisom

Adakah yang mengenal peroksisom? Sebagian orang pasti banyak yang tidak tahu dan mengerti tentang peroksisom. Peroksisom adalah suatu organel yang biasanya terdapat dalam sel tumbuhan maupun sel hewan. Perkosisom ini di dalamnya terdapat enzim. Biasanya, organel ini terletak di dalam sitoplasma pada sel eukariotik.

Bentuk dari peroksisom ini adalah agak bulat. Sehingga, jika dilihat sekilas maka lebih seperti kantong. Di dalam peroksisom juga mengandung beberapa butiran yang berbentuk kristal. Lalu, bagaimana organel ini terbentuk? Organel peroksisom terbentuk karena adanya penggabungan antara lipid (lemak) dan protein.

Peroksisom pun juga akan mengalami pembelahan agar bisa mendapatkan keturunan yang selanjutnya. Namun, hal ini terjadi jika ukuran peroksisom juga cukup besar.

Fungsi Organel Peroksisom

Ada beberapa fungsi dari organel peroksisom. Fungsi yang pertama yaitu bisa menghasilkan enzim oksidase dan enzim katalase. Memang di dalam peroksim terdapat kedua enzim tersebut. Enzim oksidase bisa digunakan untuk memindahkan hidrogen. Hidrogen tersebut akan dipindahkan dari suatu substrat.

Fungsi Peroksisom
Fungsi Peroksisom

Tujuan dari pemindahan tersebut yaitu agar bisa bereaksi dengan O2 atau oksigen. Oksigen tersebut nantinya bisa digunakan juga sebagai penghasil peroksida yang akan dijadikan sebagai produk sampingan. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa organel tersebut diberi nama dengan organel peroksisom.

Fungsi yang kedua yaitu organel peroksisom bisa digunakan sebagai penetralisir racun dan beberapa senyawa lain yang berada pada sel hati. Biasanya ini terdapat pada hewan. Racun memang menjadi suatu hal yang sangat mengganggu bagi makhluk hidup.

Beberapa racun memang hanya menimbulkan efek samping yang biasa saja. Akan tetapi, ada juga sel racun yang bisa sampai berefek sangat berbahaya bagi tubuh. Tidak sedikit hewan yang mati karena racun maupun beberapa senyawa berbahaya yang berada di dalam hati.

Maka, fungsi peroksisom ini sangat penting bagi kelangsungan hidup hewan. Hewan sangat rentan terkena racun. Baik itu racun yang berasal dari lingkungannya, maupun makanan yang salah. Racun jenis apapun memiliki kemungkinan untuk masuk ke dalam tubuh hewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *