Ciri-ciri Zaman Neozoikum (Kenozoikum)

Zaman Kenozoikum atau disebut juga zaman Neozoikum terdiri atas zaman Tersier dan Kuarter serta merupakan tingkat kehidupan baru.

1. Masa Tersier terbagi menjadi kurun Eosen, Oligosen, dan Pleistosen. Pada masa Tersier tumbuh-tumbuhan berkembang dan meluas keseluruh wilayah kontinen, tumbuhan berbunga juga mulai muncul dan berkembang. Hewan menyusui dan burung-burung mulai penyebaran pada zaman ini. Keadaan iklim tidak begitu berbeda dengan zaman sebelumnya. Pada saat itu, batu bara muda mulai terbentuk.

2. Masa Kuarter terdiri ataskurun Pleistosen atau Diluvium dan kurun Holosen atau Aluvium. Kedua kurun ini berumur kurang lebih 2 juta tahun yang lalu. Masa Kuarter merupakan permulaan era baru dengan munculnya manusia di bumi. Penyebaran flora dan fauna meluas serta telah berkembang dengan baik. Zaman kwarter itu sendiri juga dibagi menjadi dua kala, yaitu kala pleistosen dan holosen.

Kala Pleistosen

Pleistosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang lalu. Pleistosen à asal kata pleistos = terlebih –lebih, dan Koinos = baru, mengandung 90-100% bentuk-bentuk sekarang.

Pleistosen dibagi menjadi Pleistosen Awal, Pleistosen Tengah, dan Pleistosen Akhir, dan beberapa tahap fauna. Pleistosen awalnya dikenal dengan diluvium, yakni formasi sekarang (holosen atau aluvium); bermula dari 1.750.000 tahun lalu dan berakhir sampai 10000 tahun lalu. kala pertama dalam zaman kuarter, dibawah satuan waktu geologi ini terdapat kala pliosen, dan diatasnya kala holosen. Pada kala pleistosen bumi mengalami beberapa zaman es.

Plestosen awalnya dikenal dengan diluvium, yakni formasi sekarang (holosen atau aluvium); bermula dari 1.750.000 tahun lalu dan berakhir sampai 10000 tahun lalu. kala pertama dalam zaman kuarter, dibawah satuan waktu geologi ini terdapat kala pliosen, dan diatasnya kala holosen. Pada kala plestosen bumi mengalami beberapa zaman es. Kala ini menyaksikan kelahiran homo sapiens yang pertama dan kepunahan berbagai jenis yang mendahuluinya, seperti pithecanthropus erectus. Di pulau Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, kala ini dicirikan dengan kegiatan gunung berapi yang berlangsung hingga sekarang. Dari masa ini juga dikenal sebagai megaloceros (rusa besar), coelodonta antiquitatis (badak berbulu wol), mammuthus primigenius (mamut), ursus spelaeus (beruang yang hidup dalam gua), smilodon (semacam kucing besar), rusa kutub, bison, dll.

Kala Holosen

Kala Holosen dimulai dari 10.000 tahun yang lalu hingga sekarang. Nama holosen berasal dari bahasa Yunani (“holos“) yang berarti keseluruhan dan (“kai-ne“) yang berarti baru atau terakhir. Kala ini kadang disebut juga sebagai “Kala Alluvium”.Dari kala ini diperagakan sejarah budaya manusia Zaman Paleolitikum (Zaman Batu purba) sampai Zaman Neolitikum (Zaman Batu baru) yang ditemukan di Punung (Pacitan, Jawa Timur) dan Dago (Bandung, Jawa Barat).

Dengan adanya kehidupan manusia serta perkembangan flora dan fauna dapat di perkirakan bahwa variasi iklim pada zaman Kenozoikum lebih banyak dari zaman-zaman sebelumnya.

Penelitian mengenai manusia praakara/ manusia purba di Indonesia telah dilakukan. Para peneliti tersebut adalah Eugene Dubois, G.H.R Von Koeningswald, dan Franz Wedenreich.

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Penemu  :  Von Koeningswald tahun 1941
Lokasi Penemuan  :  Sangiran, daerah Surakarta

Manusia purba jenis ini memiliki tulang rawan bawah yang lebih besar dan kuat. Geraham-gerahamnya menunjukkan corak kemanusiaan namun tetap ada sifat keranya. Von Koeningswald menganggap manusia purba ini lebih tua dari Pithecanthropus, sehingga ia memberi nama ini Meganthropus Palaeojavanicus (Mega berarti besar). Von koeningswald memberi nama ini karena bentuk tubuh manusia purba ini lebih besar. Meganthropus Palaeojavanicus termasuk dalam jenis Pithecanthropus, namun tingkat kehidupannya lebih primitif.

2. Pithecanthropus Erectus

Penemu  :  Eugene Dubois tahun 1890
Lokasi Penemuan : Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur

Pithecanthtopus Erectus diambil dari kata pithekos (kera), anthropus (manusia), dan erectus (berjalan tegak). Jadi Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak. Jenis manusia purba ini memiliki kemampuan berfikir rendah karena volume otaknya hanya 900 cc, sedangkan volume otak manusia modern 1000 cc. Hidup pada 1 juta – 600.000 tahun yang lalu pada zaman Palaeolithikum (zaman batu tua.

3. Homo Soloensis

Penemu  :  Ter Haar dan Ir. Openoorth, tahun 1931-1934
Lokasi penemuan  :  Desa Ngandong, Solo

Von Koeningswald meneliti bahwa Homo Soloensis memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari Pithecanthropus. Oleh sebab itu, ia memberi nama Homo Soloensis yang artinya manusia dari Solo

4. Homo Wajakensis

Penemu  :  Eugene Dubois tahun 1889
Lokasi penemuan  :  Desa wajak dekat Tulungagung, Jawa Timur

Diberi nama Homo Wajakensis, yang berarti manusia dari Wajak. Tingkatannya lebih tinggi dari pada Pithecanthropus erectus. Homo Wajakensis merupakan manusia purba termaju dan terakhir di antara manusia purba yang ada di Indonesia.

Related Posts