Ragam informasi

Kegunaan Deuterium Bagi Kehidupan

Mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu deuterium. Deuterium merupakan salah satu isotop hidrogen, deuterium juga disebut juga sebagai air berat. Deuterium ini dinamakan air berat karena bila dibandingkan dengan air biasa, semua sifat kimia maupun fisika sama hanya berbeda beratnya saja. Air berat mempunyai massa yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan air biasa karena molekul-molekul pada air berat begitu mendominasi komposisi air pada volume yang sama dengan air biasa. Fungsi dari deuterium ini sendiri adalah sebagai pendingin reaktor nuklir.

Manfaat Deuterium

Deuterium merupakan bahan yang mempunyai peranan sangat penting dalam pembuatan bom hidrogen serta reaktor atom. Air berat ini biasanya dipakai pada reaktor nuklir sebagai pendingin. Negara negara yang mempunyai reaktor nuklir menggunakan air berat ini jika suhu pada reaktor nuklir sudah berada dalam batas yang membahayakan. Karena seperti yang kita tahu juga nuklir sangat berbahaya bagi manusia. Sehingga jika suhu di reaktor tidak didinginkan akan dapat berakibat fatal. Reaktor nuklir dapat bocor dan membahayakan kehidupan manusia. Tetapi jika reaktor nuklir tetap terjaga kondisi dan suhunya dengan adanya deuterium sebagai pendingin, nuklir akan memberikan manfaat bagi manusia. Salah satunya adalah salah satu sumber tenaga baru selain matahari, air dan lainnya. Dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir yang pastinya akan memberikan manfaat yang besar bagi manusia dan perkembangan teknologi saat ini. Selain itu, deuterium juga bermanfaat pada studi di laboratorium. Air berat dapat digunakan sebagai pelacak isotop dalam proses kimia dan biokimia. Selain itu deuterium juga mempunyai manfaat lain dalam dunia nuklir yaitu sebagai reaksi inti nuklir dan pembuatan bom atom apabia direaksikan dengan tritium. Namun deuterium dan tritium ini mempunyai sifat toksik pada tubuh manusia. Jika manusia meminum air berat hingga 25% tubuhnya terisi oleh air berat maka akan mengakibatkan kerusakan pada sel sel tubuh serta dapat menyebabkan kemandulan. Jika persentase air berat hingga 50% air yang ada dalam tubuh digantikan dengan air berat maka dapat menyebabkan kematian.

Dais
07/06/2018