Reaksi Kimia Proses Pembuatan Sabun Keras

Sabun adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Bisa dibilang hampir setiap orang selalu menggunakan sabun saat mandi. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, salah satunya adalah dengan menggunakan sabun saat mandi baik sabun keras atau padat maupun sabun cair.

Sabun sudah ada sejak 2300 tahun yang lalu oleh Bangsa Romawi Kuno. Pada masa-masa itu sabun hanya sebatas digunakan untuk pengobatan. Lalu, penyebaran sabun baru meluas saat menjelang abad ke 19 karena adanya mesin sabun yang mampu digunakan untuk memproduksi sabun dalam jumlah banyak.

Pengertian Saponifikasi

Sabun dihasilkan melalui reaksi saponifikasi. Saponifikasi adalah proses hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol dalam kondisi basa. Asam lemak yang biasa digunakan dalam proses pembuatan sabun bisa dari jenis lemak hewani maupun lemak nabati.

Sedangkan alkali yang biasa digunakan adalah NaOH dan KOH untuk membuat kondisi basa. Jika sudah begitu, asam lemak yang terikat dengan natrium dan kalium ini yang akan disebut sebagai sabun. Selain NaOh dan KOH, alkali lain yang biasa digunakan dalam proses saponifikasi antara lain Na2CO3, NH4OH, dan ethanolamines.

Reaksi Kimia Pembuatan Sabun Keras
Reaksi Kimia Pembuatan Sabun Keras

Dalam proses saponifikasi, jenis alkali yang paling sering digunakan adalah NaOH atau soda kaustik. Jenis alkali ini yang paling sering digunakan untuk membuat sabun keras oleh industri sabun. Sedangkan dalam pembuatan sabun cair, alkali yang biasa digunakan adalah KOH. Hal ini dikarenakan sifat dari KOH yang lebih mudah larut dalam air.

Sedangkan ethanolamines merupakan  alkali yang tergolong senyawa amin alkohol. Sabun yang terbuat dari ethanolamines mudah sekali untuk larut di dalam air dan mudah berbusa. Namun, ethanolamines biasanya digunakan untuk pembuatan sabun deterjen.

Ada juga jenis alkali yang paling murah adalah abu soda / natrium karbonat atau disebut juga dengan Na2CO3. Dalam proses pembuatan sabun keras, biasanya menggunakan lemak netral yang padat dan alkali yang digunakan adalah NaOH. Sabun keras akan sulit untuk larut dalam air.

Saat ini, sabun juga terus berkembang dengan berbagai inovasi mulai dari sabun kesehatan, shampoo, hingga sabun kecantikan. Bahkan, ada juga orang-orang yang menciptakan kerajinan dengan menggunakan sabun padat sebagai bahan utamanya.

Related Posts