Sejarah Penemuan Struktur Atom

  • Post author:
  • Post category:Kimia

Struktur atom adalah susunan partikel-partikel kecil yang terdapat di dalam atom. Setiap atom terdiri dari inti nuklir dan zona elektron. Inti nuklir terdiri dari proton dan neutron, sedangkan zona elektron terdiri dari elektron.

Proton memiliki muatan positif dan berat jenis 1,67 x 10^-24 gram. Proton terletak di dalam inti nuklir dan mempunyai nomor atom tertentu untuk setiap unsur kimia. Neutron memiliki muatan neutra dan berat jenis 1,67 x 10^-24 gram. Neutron juga terletak di dalam inti nuklir dan mempunyai nomor nuklid tertentu untuk setiap unsur kimia.

Elektron memiliki muatan negatif dan berat jenis 9,11 x 10^-31 gram. Elektron terletak di zona elektron dan mempunyai nomor orbit tertentu untuk setiap unsur kimia. Nomor orbit dinyatakan dengan angka yang disebut nomor quantum principal (n) dan nomor quantum orbital (l).

Struktur atom dapat digambarkan dengan diagram atom atau diagram Lewis. Diagram atom menunjukkan inti nuklir dan zona elektron dengan simbol unsur kimia dan jumlah elektron pada setiap orbit. Diagram Lewis menunjukkan inti nuklir dan zona elektron dengan simbol unsur kimia dan jumlah elektron pada setiap orbit menggunakan titik atau garis.

Kesimpulan: Struktur atom terdiri dari inti nuklir dan zona elektron. Inti nuklir terdiri dari proton dan neutron, sedangkan zona elektron terdiri dari elektron. Proton dan neutron terletak di dalam inti nuklir dan mempunyai nomor atom dan nomor nuklid tertentu untuk setiap unsur kimia. Elektron terletak di zona elektron dan mempunyai nomor orbit tertentu untuk setiap unsur kimia. Struktur atom dapat digambarkan dengan diagram atom atau diagram Lewis.

Sejarah Penemuan Struktur Atom

Sejarah penemuan struktur atom dimulai pada awal abad ke-19, ketika seorang fisikawan Inggris bernama John Dalton memformulasi teori atom. Teori atom Dalton menyatakan bahwa setiap unsur kimia terdiri dari serangkaian partikel kecil yang disebut atom. Dalton juga menjelaskan bahwa atom tidak dapat dipotong atau dibagi menjadi bagian-bagian kecil.

Setelah Dalton, seorang fisikawan Jerman bernama Ernst Rutherford melakukan serangkaian eksperimen untuk mengungkap rahasia struktur atom. Rutherford melakukan eksperimen dengan mengirim alfa-partikel (ion positif) kepada emas tipis. Hasil dari eksperimen Rutherford menunjukkan bahwa sebagian besar alfa-partikel melewati emas tipis tanpa terganggu, sedangkan beberapa alfa-partikel dilewati atau dikeluarkan dari trayeksinya. Rutherford menyimpulkan bahwa atom terdiri dari sebuah inti padat yang disebut inti nuklir, yang terdiri dari proton dan neutron, dan sebuah zona yang lebih ringan disebut zona elektron.

Setelah Rutherford, seorang fisikawan Inggris bernama James Chadwick melakukan eksperimen untuk mengungkap rahasia struktur inti nuklir. Chadwick melakukan eksperimen dengan mengirim partikel alfa (ion positif) kepada berbagai macam unsur kimia dan menemukan bahwa beberapa partikel alfa dilewati oleh inti nuklir tanpa terganggu. Chadwick menyimpulkan bahwa inti nuklir terdiri dari dua jenis partikel, yaitu proton dan neutron.

Setelah Chadwick, seorang fisikawan Amerika Serikat bernama Ernest O. Lawrence melakukan eksperimen dengan mengembangkan mesin untuk memanfaatkan gaya listrik untuk meng accelerasi ion. Mesin ini disebut cyclotron. Dengan menggunakan cyclotron, Lawrence menemukan bahwa beberapa jenis ion dapat dikeluarkan dari inti nuklir, sehingga memungkinkan untuk mengungkap struktur inti nuklir lebih detail.

Kesimpulan: Sejarah penemuan struktur atom dimulai pada awal abad ke-19, ketika John Dalton memformulasi teori atom. Ernst Rutherford, James Chadwick, dan Ernest O. Lawrence melakukan eksperimen untuk mengungkap rahasia struktur atom. Hasil dari eksperimen mereka menunjukkan bahwa atom terdiri dari inti nuklir dan zona elektron, inti nuklir terdiri dari proton dan neutron, dan beberapa jenis ion dapat dikeluarkan dari inti nuklir.