Ragam Informasi

Latarbelakang Pertempuran Medan Area

Pendaratan tentara Sekutu di Medan dipimpin Brigjen. T.E.D Kelly terjadi pada tanggal 9 Oktober 1945. Kedatangan Sekutu di Medan ini juga diboncengi NICA yang dipimpin Raymond Westerling.

Pendaratan tentara Sekutu menimbulkan kekhawatiran rakyat Medan. Sehari setelah mendarat, ti Relief of Allied Prisoner of War and Internes (RAPWI) melakukan pembebasan terhadap tawanan di penjara-penjara yang ada di Medan atas persetujuan Gubernur Moh.Hassan.

Latar belakang pertempuran Medan Area, antara lain:

  1. Ulah seorang penghuni hotel yang merampas dan menginjak-injak lencana merah putih.
  2. Bekas tawanan yang menjadi arogan dan sewenang-wenang.
  3. Pemberian batas daerah Medan secara sepihak oleh Sekutu dengan memasang papan pembatas yang bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Medan Area)” di sudut-sudut pinggiran Kota Medan.
  4. Ultimatum agar pemuda Medan menyerahkan senjata kepada Sekutu.

Setelah dibebaskam, para tawanan langsung dibentuk menjadi Medan Batalion KNIL. Hai ini menimbulkan kekhawatiran rakyat di Medan. Insiden pertama terjadi pada tanggal 13 oktober 1945 di Jalan Bali, Medan,.

Peristiwa tersebut diawali dengan ulah seorang penghuni hotel yang menginjak-injak lencana merah putih yang dipakai seorang warga sekitar. Kejadian tersebut menimbulkan kemarahan para pemuda yang berujung pada penyerangan dan perusakan hotel tersebut.

Pada tanggal 10 Oktober 1945, pemerintah Sumatra Timur membentuk TKR yang dipimpin Achmad Tahir, yang terdiri atas unsur bekas Heiho dan Giyugun. Selain TKR, terbentuk pula badan perjuangan yang bernama Pemuda Republik Indonesia Sumatra Timur.

Brigjen. Kelly berusaha melemahkan gerakan rakyat medan dengan menyampaikan ultimatum agar pemuda menyerahkan senjata pada Sekutu. Sekutu pun mulai melakukan pembersihan di berbagai wilayah Kota Medan.

Pada tanggal 1 Desember 1945, sekutu memperkuat dan menegaskan kedudukannya dengan memasang patok-patok di sudut kota. Pemasangan patok-patok tersebut disertai dengan pemasangan papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Wilayah Medan). Tentara sekutu kemudian melakukan pembersihan terhadap orang-orang indonesia yang berada di wilayah Medan Area. Sekutu juga mendesak agar pemerintahan indonesia yang ada di Medan segera keluar dari wilayah tersebut. Tindakan Sekutu tersebut mendapat balasan dari rakyat Medan dengan perlawanan bersenjata. Pada tanggal 10 Desember 1945, pasukan Sekutu melakukan serangan terhadap kedudukan TKR di Trepes.

Para komandan satuan tempur TKR di Medan kemudian membentuk Komando Laskar Rakyat Medan Area. Markas komando berada di Sudi Mengerti, Trepes. Dibawah komando tersebut, pasukan TKR meneruskan perjuangan di Medan Area.

Loading...
Hisham
03/08/2018