Pengertian Energi potensial

Energi potensial adalah energi laten dalam suatu benda saat diam, dan merupakan salah satu dari dua bentuk energi. Bentuk lain, energi kinetik, adalah energi yang diekspresikan oleh suatu objek yang bergerak. Energi potensial adalah konsep inti dari setiap diskusi berbasis fisika, dan salah satu variabel paling berpengaruh dalam rumus yang menggambarkan alam semesta kita yang diketahui.

Energi potensial pada dasarnya terkait dengan beberapa hal. Energi potensial aktual suatu benda tergantung pada posisinya relatif terhadap objek lain. Sebagai contoh, sebuah batu bata memiliki lebih banyak energi potensial yang ditangguhkan dari sebuah bangunan berlantai dua daripada yang ada di tanah. Itu karena posisi relatif batu bata terhadap Bumi memberinya lebih banyak energi. Dua batu bata yang bersebelahan tidak memberikan energi satu sama lain, karena tidak ada gaya yang bekerja pada mereka.

Prinsip yang sama dapat diterapkan pada skala apa pun, baik itu galaksi atau atom. Memang, atom juga memiliki energi potensial, meskipun gerakan konstannya mengubah banyak energi potensial menjadi energi kinetik.

Cara menghitung energi potensial

Energi mengacu pada kemampuan suatu benda atau sistem untuk melakukan usaha. Muncul dalam banyak bentuk, termasuk mekanik, termal, kimia, nuklir dan lainnya. Usaha mengacu pada transfer energi dari satu objek ke objek lain, dan memiliki hubungan yang erat dengan energi kinetik. Daya adalah tingkat transfer energi antara dua atau lebih objek. Ketiga konsep ini saling terkait erat, dan memahami setiap konsep membutuhkan konteks yang lain.

Energi dan usaha diukur menggunakan joule, dinamai untuk James Prescott Joule, fisikawan yang bertanggung jawab untuk menciptakan formula yang masuk akal pemindahan energi. Energi dan pekerjaan diukur menggunakan unit yang sama karena keduanya adalah dua sisi dari mata uang yang sama – kerja hanyalah energi yang bergerak.

Daya diukur dalam watt, dinamai untuk penemu Skotlandia James Watt. Watt adalah pengukuran pembangkit panas. Setiap kali energi ditransfer, panas dihasilkan, dan semakin cepat transfer, semakin banyak panas dibuat.

Cara mudah untuk memvisualisasikan interaksi ini adalah dengan tangan Anda. Saat Anda kedinginan, Anda bisa menggosok tangan bersama untuk panas. Sekarang pikirkan tangan Anda bergetar bersama secepat mungkin. Lebih banyak energi digunakan, yang berarti lebih banyak pekerjaan dilakukan. Pekerjaan itu membutuhkan lebih banyak daya, yang menghasilkan lebih banyak panas.

Energi potensial dari suatu objek adalah ukuran dari potensinya untuk melakukan usaha, menciptakan kalor dan menghasilkan tenaga. Untuk alasan ini, perhitungan energi potensial suatu benda adalah jumlah massanya, jarak dari Bumi, muatan listrik, jarak dari benda lain, dan gaya elastis internal (yaitu, semua gaya mekanik internal). Sederhana, rumus ini dapat ditulis sebagai: Energi Potensial = mgh, di mana m adalah massa, diukur dalam kilogram; g adalah akselerasi karena gravitasi (9,8 m / s ^ 2 di permukaan bumi); dan h adalah tingginya, diukur dalam meter.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *