Pengertian Overpopulasi, Penyebab dan dampak Overpopulasi

Overpopulasi mengacu pada populasi yang melebihi ukuran berkelanjutan dalam lingkungan atau habitat tertentu. Overpopulasi atau Kelebihan populasi adalah hasil dari tingkat kelahiran yang meningkat, penurunan angka kematian, imigrasi ke relung ekologi baru dengan predator yang lebih sedikit, atau penurunan mendadak dalam sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, kelebihan populasi menggambarkan situasi di mana populasi dalam suatu ekosistem membatasi sumber daya yang tersedia untuk bertahan hidup.

Dampak Overpopulasi

Overpopulasi dapat memiliki beberapa dampak pada lingkungan, serta spesies lain dalam sistem ekologi. Memang, kelebihan populasi manusia telah mengakibatkan kemajuan teknologi yang telah meningkatkan umur manusia dan kesuburan, dan akibatnya menempatkan tekanan pada sumber daya global. Efek semacam itu sedemikian rupa sehingga planet ini saat ini berada dalam zaman geologi baru yang disebut Antroposen. Overpopulasi

Secara umum, kelebihan populasi menyebabkan gangguan ekologis ketika sumber daya habis. Gangguan ini dapat menyebabkan penurunan populasi lain yang bersaing untuk sumber daya yang sama. Biasanya, dampak tersebut menghasilkan perputaran antara periode pertumbuhan populasi dan periode penurunan populasi sampai dapat mencapai homeostasis dalam niche ekologi tertentu. Beberapa contoh pertumbuhan populasi yang diatur secara alami adalah hewan pengerat, kelinci, dan berbagai populasi serangga (misalnya, cacing tentara dan belalang).

Dalam situasi overpopulasi yang disebabkan oleh pengenalan spesies asing yang tidak memiliki predator alami, mereka dapat menjadi spesies invasif. Contohnya adalah pengenalan remis zebra secara tidak sengaja ke sistem air Amerika Utara. Karena kerang zebra asli dari Laut Hitam dan Laut Kaspia, mereka tidak memiliki pemangsa alami di ekosistem asing Amerika Utara dan sebagian Eropa. Dengan demikian, kerang zebra dengan cepat menjadi spesies invasif, menyumbat pipa pengolahan air, mempengaruhi pembangkit listrik, dan berdampak pada populasi ikan air tawar lokal.

Diperkirakan bahwa overpopulasi kerang zebra telah menelan biaya sekitar $ 5 milyar USD sejak perkenalan mereka. Gambar di bawah mengilustrasikan infestasi remis zebra pada kunci Amerika Utara karena overpopulasi remis zebra di perairan Amerika Utara. Efek ekonomi lain dari overpopulasi termasuk yang disebabkan oleh kerusakan tanaman, seperti yang terlihat dengan kelebihan populasi kelinci di Australia. Sementara kelebihan populasi kelinci menghancurkan tanaman petani, yang mengarah pada hasil panen yang buruk, benua ini juga mengalami hilangnya spesies tanaman asli, serta pemusnahan humus berharga karena erosi.

Efek lain dari kelebihan populasi dari satu spesies, adalah meningkatnya pertumbuhan populasi pemangsa alami spesies tersebut. Efek ini secara umum dianggap positif, karena populasi predator berfungsi untuk mengendalikan spesies mangsa overpopulasi. Pengaruh semacam itu juga berfungsi untuk mendorong perubahan evolusi ketika spesies mangsa berevolusi untuk menghindari pemangsaan yang meningkat.

Solusi untuk Overpopulasi

Secara historis, ada beberapa situasi di mana spesies yang overpopulasi tidak dapat dikelola secara alami. Dalam hal ini, masalah dengan kelebihan populasi telah diatasi dengan menggunakan berbagai metode. Salah satu penyebab paling umum overpopulasi adalah pengenalan spesies asing ke niche ekologi baru yang mereka tidak memiliki predator alami.

Contoh yang terkenal adalah pengenalan kelinci ke Australia pada abad ke-19, di mana mereka tidak memiliki predator alami. Dalam upaya untuk mengendalikan kelebihan populasi kelinci di Australia, beberapa metode berbeda digunakan. Racun, perburuan, gerbang tahan-kelinci, dan pengenalan pemangsa (misalnya, musang dan kucing) adalah beberapa metode yang digunakan untuk mengendalikan populasi kelinci. Namun, setelah metode ini gagal, para ilmuwan mengeluarkan virus myxoma ke populasi kelinci. Virus Myxoma adalah virus khusus kelinci yang berhasil mengurangi populasi kelinci sekitar 500 juta.

Penyebab Overpopulasi

Kelebihan populasi suatu spesies dapat dihasilkan dari berbagai faktor. Yang paling umum termasuk:

  1. Pengenalan spesies asing yang tidak memiliki predator alami. Seringkali, spesies tersebut menjadi invasif, seperti yang terlihat pada contoh di atas dari kerang zebra dan pengenalan kelinci di Australia.
  2. Kenaikan tingkat kelahiran akan menghasilkan pertumbuhan populasi, yang dapat menyebabkan overpopulasi suatu spesies jika pertumbuhan tersebut melebihi sumber daya dalam suatu wilayah geografis tertentu.
  3. Angka kematian yang menurun dapat mengakibatkan overpopulasi suatu spesies jika peningkatan jangka hidup suatu spesies menghasilkan pembatasan sumber daya yang tersedia dalam niche ekologi.
  4. Pengurangan sumber daya yang tersedia dapat mengakibatkan kelebihan populasi jika jumlah sumber daya yang tersedia tidak dapat mempertahankan populasi di wilayah tersebut. Beberapa contoh termasuk lingkungan gurun atau waktu kekeringan yang membuat tanaman dan sumber makanan lainnya menjadi langka.