Ragam Informasi

Revolusi Bumi dan Akibatnya

Selain berotasi, bumi juga bergerak mengelilingi matahari yang dinamakan revolusi bumi. Bumi seperti halnya planet-planet lain dalam tata surya beredar mengelilingi matahari, bidang orbit bumi mengelilingi matahari di namakan ekliptika. sudut antara bidang ekliptika dengan bidang orbit planet dinamakan inklinasi.

Periode revolusi bumi selama 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik di namakan satu tahun siderik. Siderik berasal dari kata sidus yang berarti bintang, dinamakan satu tahun siderik karena periode ini dihitung jika bumi pada perjalanan mengelilingi matahari di mulai dari sebuah ti-tik yang lurus dengan sebuah bintang dan berakhir di ti-tik itu lagi.

Arah revolusi bumi adalah negatif, artinya jika kita berada di luar angkasa di atas kutub utara bumi, kita akan melihat bumi beredar mengelilingi matahari. Arah peredarannya berlawanan dengan arah pergerakan jarum jam yang kita gunakan.

Dalam revolusi, sumbu bumi miring 66,5o terhadap bidang ekliptika dengan arah kemiringan yang tetap. Jika pada permulaan revolusi bumi menunjuk arah sebuah bintang, maka arah itu akan tetap seperti itu selama satu periode revolusi.

Ini dapat dirasakan jika kita bermukin di ti-tik kutub utara, maka bintang Polaris akan tetap di atas kepala kita sekurang-kurangnya selama satu tahun. Akibat dari revolusi bumi adalah sebagai berikut.

a. Perubahan panjang siang/malam hari

Akibat kemiringan sumbu bumi terhadap ekliptika. Panjang siang hari tidak selalu sama denga panjang malam hari. Pada tanggal 21 Juni. Ketika matahari pada posisi paling utara, yaitu GBU (garis balik utara), belahan bumi utara mengalami siang hari lebih panjang dari malam hari. Sebaliknya, pada tanggal 22 Desember ketika matahari beredar di GBS (garis balik selatan), siang hari di daerah tersebut lebih pendek daripada malam hari. Begitu juga sebaliknya. Pada tanggal 21 Maret dan 23 September, panjang siang hari sama dengan panjang malam hari di semua tempat di permukaan bumi, kecuali di kutub.

b. Peredaran semu tahunan matahari

Peredaran semu tahunan matahari dapat diamati dengan melihat posisi rasi bintang beberapa malam berturut-turut. Pada suatu malam bulan September, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, tepat diatas kepala kita rasi bintang Scorpio dan di sebelah timurnya Sagitarius. Saat itu matahari sedang berada di sekitar rasi Leo yang baru beberapa jam terbenam.

Bulan Oktober, pada pukul 20.00 Scorpio tampak lebih miring ke barat dari posisi bulan September. Diatas kepala kita ada Sagitarius, karena pada bulan Oktober matahari telah bergeser dari Leo ke Virgo. Pergeseran matahari tersebut adalah sebagian dari peredaran semu tahunan matahari sepanjang ekliptika.



c. Adanya perubahan rasi bintang

Coba kamu lihat langit malam pada bulan yang berbeda-beda. Pasti bentuknya berbeda-beda kan ? Pada bulan ini di langit ada rasi bintang waluku, pada bulan berikutnya ada rasi bintang scorpio, dan seterusnya. Nah hal ini disebabkan oleh revolusi bumi juga.

d. Adanya perubahan musim

Perubahan musim yang terdiri dari 4 musim yakni dingin,semi,gugur, dan panas hanya terjadi di belahan bumi utara dan selatan. Sayang, indonesia tidak memiliki keempat musim itu karena indonesia berada di daerah katulstiwa.

e. Ditetapkannya kalender masehi

Coba saja kalau bumi tidak berevolusi. Pasti tidak ada kalender masehi kan?

Hisham
16/08/2019