Sejarah kerajaan tarumanegara » Sejarah » Usaha321
Ragam Informasi

Sejarah kerajaan tarumanegara

Kerajaan Hindu tertua lain adalah kerajaan Tarumanagara, letaknya diwilayah Jawa Barat sekarang. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah prasasti di daerah Bogor (prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, dan prasasti Muara Cianten), prasasti tugu di Cilincing (Jakarta Utara) dan prasasti Cidanghiang di desa Lebak, Banten Selatan.

Kerajaan ini diperkirakan ada sejak abad ke-5 M, sezaman dengan kerjaan Kutai. Hal ini diperkuat oleh berita Cina yang menyebutkan kerajaan To-Lo-Mo (Tarumanagara) mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 528, 538, 665, dan 666 M, untuk sebuah kujungan persahabatan yang didasari oleh adanya hubungan dagang. To-Lo-Mo disebutkan terletak disebelah tenggara Cina.

Kata taruma mungkin berasa dari kata tarum, yang berarti nila, sampai sekarang nama ini masih dapat kita jumpai sebagai nama sungai , yaitu sungai Citarum. Raja yang memerintah bernama Purnawarman.

Sama dengan raja-raja di Kutai, Purnawarman adalah asli bangsa indonesia yang menggunakan nama india dan memeluk Hindu. Wilayah kekuasaannya, menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat, yaitu membentang dari Banten, Jakarta, Bogor, hingga Cirebon.

RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA

Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa.

Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.

Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.

Raja-raja Tarumanegara

  • Jayasingawarman 358-382
  • Dharmayawarman 382-395
  • Purnawarman 395-434
  • Wisnuwarman 434-455
  • Indrawarman 455-515
  • Candrawarman 515-535
  • Suryawarman 535-561
  • Kertawarman 561-628
  • Sudhawarman 628-639
  • Hariwangsawarman 639-640
  • Nagajayawarman 640-666
  • Linggawarman 666-669

 

sumber : ratna hapsari | m adil. sejarah indonesia SMA/MA kelas X. ERLANGGA

Hisham
12/08/2018