Pengertian dan Contoh Tari Berpasangan

Tari berpasangan adalah bentuk tarian yang ditarikan oleh dua orang penari, baik sesama jenis maupun berlawanan jenis. Gerak tarinya saling mengisi dan melengkapi dan ada interaksi antara penari yang satu dan penari pasangannya sehingga terdapat respons dan kesepakatan gerak yang baik.

Ada beberapa kelompok tari berpasangan, yaitu tari berpasangan putra putri, tari berpasangan putri halus, tari berpasangan putri lincah, tari berpasangan putra halus, dan tari berpasangan putra gagah.

Contoh

Berikut ini contoh tari berpasangan:

Tarian ritual zaman Firaun

Ritual zaman Firaun

Tarian ini dibawakan pada upacara keagamaan pada masa Firaun memerintah Mesir. Umumnya dibawakan oleh perempuan-perempuan cantik dengan busana seadanya.

Tari berpasangan dari Persia

Tari berpasangan dari Persia

Tarian ini dibawakan pada pesta rakyat di mana busana yang dikenakan telah mendapat pengaruh Islam sehingga terlihat sopan dan tidak seronok.

Dansa

Dansa

Tarian ini berasal dari Eropa, dan sangat digemari pada zaman pertengahan. Tarian jenis ini sangat digemari di kalangan keluarga istana dan keluarga bangsawan Eropa.

Setiap anggota keluarga istana dan bangsawan Eropa dituntut untuk mampu berdansa karena tarian ini adalah tarian pergaulan yang paling sering digelar di ballroom-ballroom istana.

Busana yang dikenakan oleh si penari adalah gaun malam yang berbentuk ballgown bagi penari perempuan dengan hiasan kepala umumnya adalah topi kecil, dan stelan jas bagi penari pria dengan hiasan rambut wig.

Tari berpasangan dari nusantara

1. Tari oleg tamulilingan

Tari oleg tamulilingan

Tari ini merupakan tari klasik Bali yang dibawakan oleh seorang penari laki-laki yang menari sebagai kumbang dan seorang penari perempuan menari sebagai bunga. Tari ini menceritakan tentang kumbang yang terbang dan hinggap dari bunga satu ke bunga lain.

Tari berpasangan dari Pulau Jawa

Tari zapin

Tari-Zapin

Pola gerak yang dijadikan sumber dalam Tarian zapin Iebih didominasi oleh gerak kaki yang diwarnai bentuk-bentuk gerak seni pencak silat.

Menmpilkan Seni Tari Kelompok atau Berpsangan

Pernahkah Anda menampilkan seni tari kelompok/berpasangan berdasarkan tari Nusantara daerah setempat? Dalam kesempatan ini disampaikan tari kreasi baru “Soyong” yang berasal dari tari daerah Jawa Tengah.

Perkembangan tari tradisional Jawa yang lambat membangkitkan peran seminar (koreografi) untuk membuat tari kreasi baru. Tujuannya adalah untuk menambah perbendaharaan (vocabullka) tari Nusantara.

Di samping itu, untuk memberi apresiasi seni tari tradisi pada generasi muda, dan untuk dikembangkan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Tata busana, rias, aksesoris seperti tradisi dengan pola yang tetap dan patron.

Rias wajah meliputi mata, alis, bibir, pipi, pelipis. Meskipun dalam tari kreasi baru dalam hal tata rias terdapat kebebasan, namun penari dan koreografer tidak bisa lepas dari gerak tari Bali.

Kostum yang digunakan penari berupa baju lengan panjang, kain kebaya, selendang atu sampur. Tata rias biasa, sederhana. Tari Sayong dibawakan oleh enam penari wanita.

Iringan tari, dari gamelan jawa, bisa dengan instrumen langsung atau dengan menggunakan kaset atau CD.

Menyiapkan dan Menggelar Pertunjukan Seni Tari Kreasi

1. Menyiapkan Pertunjukan

Untuk dapat menampilkan karya seni tari di kelas atau sekolah yang baik. diperlukan persiapkan lebih dahulu. Persiapan yang sungguh-sungguh dan matang tersebut dapat menghasilkan pertunjukan yang maksimal.

Persiapan untuk bentuk tari tunggal berbeda dengan tari kelompok. Persiapan untuk penari tunggal lebih ringan karena hanya untuk mencukupi keperluan diri sendiri, sedangkan persiapan untuk tari berpasangan/kelompok melibatkan benyak penari dan diperlukan kekompakan penari serta kelengkapan tari yang memadai.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk penampilan pertunjukan tari, antara lain:

a. Busana atau kostum

Penampilan tari tidak bisa lepas dari busana (pakaian). Fungsi busana adalah pendukung penampilan tari. Busana yang baik dan selaras atau lebih menguatkan penjiwaan penari akan membuat tubuh lebih menarik dan menguatkan karakter tokoh yang ditarikan.

b. Tata rias

Tata rias wajah untuk penari sebagai kelengkapan pertunjukan tari. Sarana materi tata rias yang perlu dipersiapkan, antara lain: bedak, lipstik, sinwiz (pewarna) untuk tari tradisi, lotha (berwarna hitam) untuk membuat Sinom; alm, celak, aye shadow, sisir, kaca rias, kuas.

Mertua wajah yang baik diperlukan pemahaman karakter wajah. Bagaimana membuat wajah tokoh yang mempunyai watak lembut, keras, anggun, pemberani, riang, wajah tua, atau muda.

Merias wajah pada dasarnya adalah sama dengan melukis, hanya bidang dasarnya adalah wajah. Oleh sebab itu seorang perias harus mengerti komposisi unsur rupa (warna, garis, titik, gelap terang, bidang) agar dapat membuat harmonis/serasi sehingga tampak indah dan menarik.

c. Aksesoris

Penampilan tari, terutama tari tradisional diperlukan aksesoris untuk pendukung tari. Dengan aksesoris yang lengkap, penari akan tampak anggun atau berwibawa dan menjiwai dalam menari.

Contoh aksesoris pendukung: mahkota atau jamang, gelang tangan atau kaki, kalung, anting dan sumping untuk telinga, hiasan dada. Pada umumnya aksesoris ini terbuat dari bahan yang gemerlap atau meriah, contoh: tari tradisi Bali, Kalimantan, Palembang, Jawa Barat, Betawi (Jakarta), dan Jawa timur, banyak menggunakan aksesoris tari.

d. Properti

Properti adalah perlengkapan untuk mendukung tari, seperti: keris, panah, pedang, tombak, tameng, piring/lilin, pedang, kipas, tongkat. Pada tari tradisi yang bersifat magis seperti Tari Sablang,

Tari Kuda Lumping/Jaman untuk membantu masuknya roh diperlukan kelengkapan seperti tempat dupa, ember untuk air, peeahan beling, bunga bunga, cantik, ubi, dan lainnya.

e. Musik iringan

Musik iringan termasuk pendukung seni tari. Untuk itu perlu dipersiapkan. baik dalam bentuk alat musik (instrumen) langsung maupun dalam bentuk kaset/CD yang telah banyak beredar. Musik iringan dapat menghidupkan suasana dan sebagai pedoman untuk gerak penari.

f. Tempat pergelaran

Tempat pergelaran atau pentas pemunjukan tari di berupa bentuk panggung (tempat penari lebih tinggi) atau bisa dalam bentuk arena (tempat penari sama tinggi atau lebih rendah dari penonton). Letak penonton melingkari tempat tari (arena).

Kalau penampilan penari itu di kelas, cukup di lantai dalam bentuk arena. Adapun kalau penunjukan di sekolah, bisa dengan di panggung permanen dalam gedung atau membuat panggung di lapangn terbuka sekolah.

Pembuatan panggung atau arena pertunjukan diperlukan kesiapan penataan yang harmonis sehingga penari dapat leluasa bergerak dan penonton dapaat menyaksikan dengan jelas. Penataan panggung tari dapat di lengkapi dengan dekorasi (hiasan) panggung yang dapat menghidupkan suasana.

g. Perlengkapan

Perlengkapan untuk mendukung pergelaran/pertunjukan tari disiapkan dengan sebaik baiknya dan efisien. Perlengkapan yang disiapkan antara lain: Instrumen musik pengiring tari, sound system, tape recorde, lampu (pencahayaan), kursi, panggung, dan teks susunan acara.

Related Posts