Sosialisasi Menurut George Herbert Mead: Membangun Identitas Sosial dan Interaksi Manusia

George Herbert Mead, seorang sosiolog dan filosof Amerika, memberikan kontribusi besar dalam teori sosialisasi. Menurut Mead, sosialisasi adalah proses pembentukan identitas individu melalui interaksi dengan lingkungan sosialnya. Ia mengidentifikasi beberapa tahapan penting dalam sosialisasi, yang juga dikenal sebagai tahapan perkembangan self atau diri. Tahapan ini melibatkan interaksi dengan orang lain dan peranannya dalam membentuk identitas individu.

Apa itu Sosialisasi?

Sosialisasi adalah proses penting dalam kehidupan manusia di mana individu belajar untuk berinteraksi dengan masyarakat dan memahami norma serta nilai-nilai sosial yang berlaku.

Salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam pemahaman tentang sosialisasi adalah George Herbert Mead, seorang sosiolog dan psikolog sosial terkenal. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pandangan Mead tentang sosialisasi dan bagaimana proses ini membentuk identitas sosial dan interaksi manusia.

Pemahaman Sosialisasi Menurut George Herbert Mead

Menurut George Herbert Mead, sosialisasi adalah proses di mana individu memperoleh pemahaman tentang diri mereka sendiri dan dunia sosial melalui interaksi dengan orang lain dalam masyarakat.

Mead berpendapat bahwa individu tidak lahir dengan identitas sosial yang tetap, tetapi identitas itu dikembangkan melalui komunikasi, peran, dan interaksi dalam lingkungan sosial. Mead mengemukakan konsep “self” yang terdiri dari dua aspek utama, yaitu “I” dan “Me”.

“I” mengacu pada aspek kreatif dan spontan individu yang merespons situasi, sedangkan “Me” mengacu pada aspek sosial yang terbentuk melalui pengalaman dan interaksi dengan orang lain. Dalam proses sosialisasi, individu mempelajari peran sosial dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, dan ini membentuk identitas sosial mereka.

Tahapan

Berikut adalah tahapan-tahapan yang mempengaruhi sosialisasi menurut George Herbert Mead:

  1. Tahap Imitatif (Imitative Stage):
    • Tahap ini terjadi pada masa kanak-kanak awal. Anak-anak belajar meniru perilaku orang di sekitarnya, terutama orang tua dan figur otoritas lainnya. Mereka mengamati dan meniru gerakan dan tindakan orang dewasa.
  2. Tahap Peran Bermain (Play Stage):
    • Pada tahap ini, anak-anak mulai terlibat dalam permainan bermain yang melibatkan peran atau karakter tertentu. Mereka mulai memahami peran orang lain dan memahami bahwa ada perspektif dan kepentingan yang berbeda-beda.
  3. Tahap Cermin (Game Stage):
    • Tahap ini melibatkan permainan yang lebih terstruktur dan kompleks, yang memerlukan pemahaman terhadap peran orang lain dalam suatu sistem. Anak-anak mulai memahami aturan-aturan sosial dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain dalam kerangka sosial yang lebih besar.
  4. Tahap Masyarakat Umum (Generalized Other):
    • Pada tahap ini, individu mulai memahami norma-norma dan nilai-nilai masyarakat secara keseluruhan. Mereka dapat memahami perspektif orang lain secara lebih abstrak dan mampu berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial yang lebih luas.
  5. Tahap Kesadaran Diri (Self-Awareness):
    • Tahap ini melibatkan pengembangan kesadaran diri atau self-awareness. Individu mulai memahami diri mereka sendiri sebagai objek, melihat diri mereka dari perspektif orang lain, dan mengembangkan identitas diri yang lebih kompleks.

Dalam pandangan Mead, sosialisasi terus berlanjut sepanjang hidup, dan individu terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosialnya. Interaksi sosial dan peran sosial memainkan peran kunci dalam membentuk identitas individu, dan proses ini terus berlangsung sepanjang hidup seseorang.

Proses Sosialisasi dalam Interaksi Manusia

Menurut Mead, proses sosialisasi melibatkan tiga tahap utama: tahap persiapan, tahap permainan, dan tahap refleksi.

  • 1. Tahap Persiapan: Pada tahap ini, individu belajar menggunakan simbol-simbol sosial, seperti bahasa, untuk berkomunikasi dengan orang lain. Mereka mulai memahami peran-peran sosial dasar dalam lingkungan mereka, seperti peran anak, saudara, atau teman.
  • 2. Tahap Permainan: Tahap permainan terjadi ketika individu mulai terlibat dalam interaksi yang lebih kompleks dengan orang lain. Mereka memahami peran sosial yang lebih spesifik dan bagaimana peran tersebut berhubungan dengan peran orang lain dalam kelompok atau masyarakat. Pada tahap ini, individu juga belajar untuk mengembangkan empati dan melihat diri mereka dari perspektif orang lain.
  • 3. Tahap Refleksi: Tahap refleksi terjadi ketika individu mulai memahami dan menginternalisasi norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Mereka mulai memiliki kesadaran diri tentang bagaimana tindakan mereka dapat memengaruhi orang lain dan bagaimana mereka dinilai oleh masyarakat.

FAQs (Pertanyaan Umum)

  • 1. Apakah sosialisasi terjadi hanya di masa kanak-kanak?\

Mead berpendapat bahwa sosialisasi terjadi sepanjang hidup individu. Meskipun proses sosialisasi awal terjadi di masa kanak-kanak, individu terus berinteraksi dengan masyarakat dan terlibat dalam pembentukan identitas sosial mereka sepanjang hidup.

  • 2. Apakah individu memiliki kendali penuh atas sosialisasi mereka?\

Mead mengakui bahwa individu memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam proses sosialisasi mereka. Mereka dapat menafsirkan dan merespons norma-norma sosial dengan cara yang unik, tetapi juga terpengaruh oleh pengaruh dan ekspektasi masyarakat.

  • 3. Apa peran keluarga dalam sosialisasi?\

Keluarga adalah agen sosialisasi utama dalam kehidupan individu. Mereka membantu membentuk nilai-nilai, norma, dan keterampilan sosial dasar yang diperlukan untuk berinteraksi dalam masyarakat.

  • 4. Apakah sosialisasi terjadi secara universal di semua masyarakat?\

Meskipun sosialisasi adalah proses umum di sebagian besar masyarakat, bentuk dan nilai-nilaisosialisasi dapat bervariasi di antara budaya dan masyarakat yang berbeda.

  • 5. Apakah individu dapat mengubah identitas sosial mereka?\

Menurut Mead, identitas sosial tidak statis dan dapat berubah seiring waktu. Individu dapat mengubah atau menyusun kembali identitas sosial mereka melalui interaksi dengan orang lain dan pengalaman baru. George Herbert Mead memberikan kontribusi penting dalam pemahaman kita tentang sosialisasi. Pandangannya menggarisbawahi pentingnya interaksi sosial dalam pembentukan identitas dan peran individu dalam masyarakat. Melalui proses sosialisasi, individu belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka dan menjadi anggota yang berfungsi dalam masyarakat.