
Apakah semua tumbuhan tumbuh dari biji? Tidak, sebenarnya ada beberapa tumbuhan yang tidak menghasilkan biji. Apakah tumbuhan yang tidak menghasilkan biji adalah salah satu kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan tumbuhan. Apalagi lagi yang bisa membedakan antara tumbuhan yang satu dengan lainnya?
Klasifikasi tumbuhan
Tumbuhan secara resmi dibagi menjadi 12 fila (jamak untuk filum), dan filum ini dikumpulkan menjadi empat kelompok (Gambar di bawah). Keempat kelompok didasarkan pada sejarah evolusi fitur yang signifikan pada tumbuhan:
1. Tumbuhan nonvaskuler berevolusi pertama. Mereka berbeda dari ganggang karena mereka menjaga embrio dalam struktur reproduksi setelah pembuahan. Tumbuhan ini tidak memiliki jaringan pembuluh angkut, xilem atau floem, untuk mengangkut nutrisi, air, dan makanan.
Contohnya termasuk lumut daun, lumut hati, dan lumut tanduk.
2. Tumbuhan vaskular tanpa biji berevolusi untuk memiliki jaringan pembuluh darah setelah tumbuhan nonvaskuler tetapi tidak memiliki biji. Contohnya termasuk pakis, lumut, dan paku ekor kuda.
3. Gymnosperma berevolusi untuk memiliki biji tetapi tidak memiliki bunga. Contoh gymnosperma termasuk Redwood, Fir, dan pohon-pohon cemara.

4. Tumbuhan berbunga, atau angiosperma, berevolusi untuk memiliki jaringan pembuluh, biji, dan bunga. Contoh angiosperma termasuk pohon magnolia, mawar, tulip, dan tomat.
Klasifikasi Morfologi Tumbuhan
Kingdom plantae dikelompokkan menjadi Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta dan Spermatophyta. Berikut akan dijelaskan dari 6 kelompok klasifikasi morfologi tumbuhan tersebut dari yang paling rendah tingkatannya (Thallophyta) sampai dengan tumbuhan yang paling tinggi tingkatannya (Spermatophyta). Dilihat dari ciri-ciri karakteristik morfologi, dunia tumbuhan dikelompokkan sebagai berikut.
a. Thallophyta
Thallophyta merupakan tumbuhan yang paling sederhana tingkatannya dibandingkan dengan kelompok tumbuhan yang lain. Thallophyta adalah tumbuhan bertalus, artinya tumbuhan tersebut belum memiliki organ tubuh yang jelas, seperti akar, batang, dan daun. Untuk melestarikan kehidupannya, tumbuhan ini mempunyai tubuh yang sederhana tetapi memiliki fungsi yang sama dengan organ tubuh tanaman pada umumnya.
b. Fungi (jamur)
Berdasarkan struktur tubuhnya, jamur digolongkan ke dalam tumbuhan tingkat rendah (Thallophyta), tetapi jika dilihat dari ada tidaknya klorofil maka jamur dikelompokkan tersendiri, tidak dijadikan satu kelompok dengan tumbuhan yang lain. Jamur tidak mempunyai klorofil maka tidak dapat mensintesa sendiri makanan yang diperlukan. Mereka mengambil dari sisa-sisa organisme dan mencernanya dengan cara enzimatis. Karena suhu dan kelembaban yang tinggi maka di Indonesia ditemukan banyak sekali jamur dari berbagai jenis.
Jamur dikelompokkan menjadi beberapa golongan, yaitu.
1) Oomycotina (contoh: Pithium sp, Phytophora sp),
2) Zygomycotina (contoh Rhizopus oryzae, Rhizopus nigricans),
3) Ascomycotina (contoh: Saccharomyces crevice, Penicillium notatum),
4) Basidiomycotina (contoh: Volvariella volvacea, Puccinia graminis),
5) Deuteromycotina (contoh Chladosporium sp, Curvularia sp).
c. Lumut kerak (Lichenes)
Lumut kerak merupakan simbiosis antara alga hijau (Cyanophyta) dengan jamur dari kelompok Ascomycotina atau Basidiomycotina. Di Indonesia lumut kerak tersebar luas lebih dari 1.000 jenis yang diketahui dari sekitar 2.500 jenis yang ada. Biasanya tanaman simbiosis ini hidup menempel pada kulit batang tanaman, dan dapat hidup di tempat lembap, karena alga memerlukan air untuk fotosintesis.
d. Tumbuhan lumut (Bryophyta)
Tumbuhan lumut susunan tubuhnya lebih kompleks dibanding dengan Thallophyta. Dalam daur hidupnya terdapat pergantian keturunan (metagenesis) antara turunan vegetatif dengan turunan generatif. Gametofit lebih menonjol dibanding sporofit. Gametofit merupakan turunan vegetatif yang melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid. Sporofit merupakan turunan vegetatif berupa badan penghasil spora (sporangium). Sporofit itu tumbuh pada gametosit bersifat parasit. Habitatnya di daratan yang lembab, ada pula yang hidup sebagai epifit. Tubuhnya tidak memiliki berkas pembuluh (vaskular seperti pembuluh xilem dan floem). Berdasarkan struktur tubuhnya dibedakan atas lumut hati (Hepaticae) dan lumut daun (Musci).
e. Tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta)
Tumbuhan paku-pakuan sudah memiliki akar, batang dan daun, sehingga tingkatannya lebih tinggi dibanding tumbuhan lumut. Pada batang sudah terdapat jaringan pengangkut xilem dan floem yang teratur. Seperti halnya lumut, tanaman ini dalam reproduksinya mengalami metagenesis, turunan gametofit dan sporofitnya bergantian. Sporofit yang bersifat autotrop merupakan tumbuhan yang sempurna, sehingga mempunyai usia yang relatif panjang dibandingkan dengan gametofitnya. Generasi gametofitnya berupa protalium, merupakan tumbuhan yang tidak sempurna walaupun bersifat autotrop. Oleh karena itu, usianya relatif pendek. Ciri morfologis yang tampak adalah ujung daun yang masih muda terlihat menggulung. Embrionya berkutub dua (bipolar), sedangkan tumbuhan dewasanya berkutub satu (monopolar). Tumbuhan paku-pakuan dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembap dan ada beberapa jenis paku-pakuan yang dapat hidup di dalam air.
f. Spermatophyta
Dilihat dari struktur tubuhnya, anggota Spermatophyta merupakan tumbuhan tingkat tinggi. Organ tubuhnya lengkap dan sempurna, sudah terlihat adanya perbedaan antara akar, batang dan daun yang jelas atau sering disebut dengan tumbuhan berkormus (Kormophyta). Sporofit merupakan tanaman yang utama, sedangkan gametofitnya merupakan bagian tanaman yang nantinya akan mereduksi. Tumbuhan yang menjadi anggota Spermatophyta menggunakan biji sebagai alat reproduksi, melalui fertilisasi antara spermatozoid yang dibentuk dalam kepala sari dengan ovum dalam kandung lembaga. Hasil fertilisasi akan disimpan dalam biji yang dilindungi oleh kulit biji dan akan disuplai nutrisi dari endosperm (cadangan makanan). Berdasarkan kondisi bijinya, Spermatophyta digolongkan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Spermatophyta
1) Gymnospermae
Ciri morfologi tumbuhan ini adalah berakar tunggang, daun sempit, tebal dan kaku, biji terdapat dalam daun buah (makrosporofil) dan serbuk sari terdapat dalam bagian yang lain (mikrosporofil), daun buah penghasil dan badan penghasil serbuk sari terpisah dan masingmasing disebut dengan strobillus. Ciri-ciri anatominya memiliki akar dan batang yang berkambium, akar mempunyai kaliptra, batang tua dan batang muda tidak mempunyai floeterma atau sarung tepung, yaitu endodermis yang mengandung zat tepung. Pembuahan tunggal dan selang waktu antara penyerbukan dengan pembuahan relatif lama. Berkas pembuluh angkut belum berfungsi secara sempurna berupa trakeid. Yang termasuk golongan ini adalah Cycas rumphii (pakis haji), Ginko opsida (ginko).
2) Angiospermae
Tanaman angiospermae mempunyai ciri-ciri morfologi sebagai berikut mempunyai bunga yang sesungguhnya, bentuk daun pipih dan lebar dengan susunan daun yang bervariasi, bakal biji tidak tampak terlindung dalam daun buah atau putik, terjadi pembuahan ganda, pembentukan embrio dan endosperm berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan. Angiospermae dibedakan menjadi dua kelas berdasarkan keping biji (kotiledon), adalah sebagai berikut.
a) Monokotiledon, yaitu tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. Contohnya kelapa (Cocos nucifera), melinjo (Gnetum gnemon).
b) Dikotiledon, yaitu tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. Contohnya petai (Parkia speciosa), cabe rawit (Capsicum frustescens).
Contoh beberapa jenis tumbuhan dan klasifikasinya
No | Nama | klasifikasi |
1. | Buah Naga (Hylocereus undatus)
|
Devisi : Spermathophyta (tumbuhan yang berbiji)Subdevisi : Angiospermae (tumbuhan dengan jenis biji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (tumbuhan yang berkeping dua) Ordo : Cactales Famili : Cactaceae Subfamili : Hylocereanea Genus : Hylocereus Spesies : – Hylocereus undatus (daging putih),- Hylocereus costaricensis (daging merah pekat) – Hylocereus polyrhizus (daging merah), -Yellow Dragon Fruit (kulit buah kuning dengan daging berwarna putih). |
2. | Zaitun (Olea europaea)
|
Kingdom : PlantaeDivisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae Classis : Dicotyledonae Subclassis : Dialypetalae Ordo : Lamiales Familia : Oleaceae Genus : Olea Species : Olea europaea |
3. | Durian = Durio zibethinus L.
|
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Dilleniidae Ordo: Malvales Famili: Bombaceae Genus: Durio Spesies: Durio zibethinus Murr |
4. | Damar (Aghatis dammara) | Kingdom: Plantae (Tumbuhan)Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Dilleniidae Ordo: Theales Famili: Dipterocarpaceae Genus: Shorea Spesies: Shorea hopea |
5. | Rotan (Daemonorops rubra) | Kingdom:Plantae (Tumbuhan)Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
SuperDivisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu /monokotil) Sub Kelas: Arecidae Ordo: Arecales Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan) Genus: Daemonorops Spesies: Daemonorops longipes (Griff.) Mart. |
6. | Mahoni (Swietenia mahagoni) | Kingdom: Plantae (Tumbuhan)Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Sapindales Famili: Meliaceae Genus: Swietenia (Tumbuhan berpembuluh) (Menghasilkan biji) Spesies: – Swietenia macrophylla (Mahoni daun besar) – Swietenia mahagoni (Mahoni daun kecil) |
7. | Cheri = (Prunus apetala) | Kingdom: Plantae (Tumbuhan)Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Dilleniidae Ordo: Malvales Famili: Elaeocarpaceae Genus: Muntaiia Spesies: Muntaiia calabura L.
|
8. | Kamboja Jepang (Adenium obesum) | Kingdom : Plantae alias tumbuhanSubkingdom : Tumbuhan berpembuluh (Tracheobionta)
Super divisi : Menghasilkan biji alias spermatophyte Divisi : Tumbuhan berbunga Kelas : Tumbuhan berkeping dua alias dikotil Sub kelas : Asteridae Ordo : Gentianales Family : Apocynacea Genus : Adenium Spesies : Adenium obesum Nama Lokal : Bunga kamboja Jepang Nama Luar : Desert Rose |
9. | Asem (Tamarindus indicus) | Kerajaan : PlantaeDivisi : Magnoliohyta
Klas : Magnoliopsida Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Upafamili : Caesalpiniodeae Bangsa : Detarieae Genus : Tamarindus Spesies : T. indica Nama Binomial : Tamarindus indica. |
10. | KEJI BELING (Strobilanthes crispus BI.) | Kingdom :Plantae (Tumbuhan)Subkingdom :Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi :Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi :Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas :Magnoliopsida (Berkeping dua / dikotil) Sub Kelas :Asteridae Ordo :Scrophulariales Famili :Acanthaceae Genus :Strobilanthes Spesies : Strobilanthes crispus BI. |
Kosa kata
angiosperma: tumbuhan berbunga dengan jaringan pembuluh darah, biji, dan bunga. gymnosperma: Tumbuhan dengan jaringan pembuluh darah dan biji tapi tidak ada bunga. tumbuhan nonvascular: Tumbuhan tanpa jaringan pembuluh darah. tumbuhan vaskular tanpa biji: Tumbuhan dengan jaringan pembuluh darah tetapi tidak ada biji atau bunga.
Ringkasan
Tumbuhan nonvaskular adalah tumbuhan pertama yang berkembang dan tidak memiliki jaringan pembuluh angkut. Tumbuhan vaskuler tanpa biji memiliki jaringan pembuluh angkut tetapi tidak memiliki biji. Gymnosperma memiliki biji tetapi tidak memiliki bunga. Angiosperma memiliki jaringan pembuluh angkut, biji, dan bunga.